Kekurangan itu bisa menjadi karisma tersendiri, Aku bersyukur menjadi diriku, tak ada orang yang sepertiku. Risna, kamu harus beryukur tiap saat yah! Kalo lupa, tilawah hari ini nambah satu lembar. Janji?

Senin, 24 Agustus 2009

Shalat masalah sepele? Itu aja nggak cukup lho… (Di sadur oleh: rhyzna_Ngel Courtesy)

Shalat. tiang agama yang pertama kali dihisab. Shalat yang jika tidak dikerjakan maka runtuhlah agama seseorang. Shalat yang hanya sepuluh menit dikali lima waktu hanya enam puluh menit begitu mudah disepelekan umat muslim saat ini. Sedangkan ketika shopping banyak yang rela berlama-lama walau kaki sudah penat. Banyak yang kerja delapan jam perhari tapi meluangkan waktu sepuluh menit saja,”tak punya waktu,” katanya. Menonton teve berjam-jam bukan suatu masalah walau mata sakit karena terlalu lama menatap teve. Inilah umat saat ini, padahal menyepelekan shalat adalah aib yang paling nista dan bencana yang maha dahsyat. Padahal shalat adalah cara ibadah seluruh penghuni bumi dan langit.
Rujukannya:
Rasulullah SAW bersabda: "Langit merintih dan memang ia pantas merintih, karena pada setiap tempat untuk berpijak terdapat malaikat yang bersujud atau berdiri (sholat) kepada Allah Azza Wa Jalla." (HR. Imam Turmudzi, Ibnu Majah dan Ahmad)
Orang yang meninggalkan sholat karena dilalaikan oleh urusan dunia akan celaka nasibnya, berat siksanya, merugi perdagangannya, besar musibahnya, dan panjang penyesalannya.
Dengarkanlah nasihatku tentang nasib orang yang meninggalkan sholat, baik semasa hidup maupun setelah meninggal. Sesungguhnya Allah merahmati orang yang mendengarkan nasihat kemudian memperhatikan dan mengamalkannya.
Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya sholat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa', 4:103)
Abu Hurairah RA meriwayatkan, "Setelah Isya' aku bersama Umar bin Khattab RA pergi ke rumah Abu Bakar AsShiddiq RA untuk suatu keperluan. Sewaktu melewati pintu rumah Rasulullah SAW, kami mendengar suara rintihan. Kami pun terhenyak dan berhenti sejenak. Kami dengar beliau menangis dan meratap."
"Ahh..., andaikan saja aku dapat hidup terus untuk melihat apa yang diperbuat oleh umatku terhadap sholat. Ahh..., aku sungguh menyesali umatku."
"Wahai Abu Hurairah, mari kita ketuk pintu ini," kata Umar RA. Umar kemudian mengetuk pintu. "Siapa?" tanya Aisyah RA. "Aku bersama Abu Hurairah."
Kami meminta izin untuk masuk dan ia mengizinkannya. Setelah masuk, kami lihat Rasulullah SAW sedang bersujud dan menangis sedih, beliau berkata dalam sujudnya:
"Duhai Tuhanku, Engkau adalah Waliku bagi umatku, maka perlakukan mereka sesuai sifat-Mu dan jangan perlakukan mereka sesuai perbuatan mereka."
"Ya Rasulullah, ayah dan ibuku menjadi tebusanmu. Apa gerangan yang terjadi, mengapa engkau begitu sedih?"
"Wahai Umar, dalam perjalananku ke rumah Aisyah sehabis mengerjakan sholat di mesjid, Jibril mendatangiku dan berkata, "Wahai Muhammad, Allah Yang Maha Benar mengucapkan salam kepadamu," kemudian ia berkata, "Bacalah!"
"Apa yang harus kubaca?"
"Bacalah: "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan sholat dan memperturutkan hawa nafsunya, mereka kelak akan menemui kesesatan." (QS. Maryam, 19:59)
"Wahai Jibril, apakah sepeninggalku nanti umatku akan mengabaikan sholat?"
"Benar, wahai Muhammad, kelak di akhir zaman akan datang sekelompok manusia dari umatmu yang mengabaikan sholat, mengakhirkan sholat (hingga keluar dari waktunya), dan memperturutkan hawa nafsu. Bagi mereka satu dinar (uang) lebih berharga daripada sholat." Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Umar RA.
Abu Darda` berkata, "Hamba Allah yang terbaik adalah yang memperhatikan matahari, bulan dan awan untuk berdzikir kepada Allah, yakni untuk mengerjakan sholat."
Diriwayatkan pula bahwa amal yang pertama kali diperhatikan oleh Allah adalah sholat. Jika sholat seseorang cacat, maka seluruh amalnya akan ditolak.
Rasulullah SAW bersabda: "Wahai Abu Hurairah, perintahkanlah keluargamu untuk sholat, karena Allah akan memberimu rezeki dari arah yang tidak pernah kamu duga."
Atha' Al-Khurasaniy berkata, "Sekali saja seorang hamba bersujud kepada Allah di suatu tempat di bumi, maka tempat itu akan menjadi saksinya kelak di hari kiamat. Dan ketika meninggal dunia tempat sujud itu akan menangisinya."
Rasulullah SAW bersabda: "Sholat adalah tiang agama, barang siapa menegakkannya, maka ia telah menegakkan agama, dan barang siapa merobohkannya, maka ia telah merobohkan agama." (HR. Imam Baihaqi)
"Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka ia telah kafir." (HR. Bazzar dari Abu Darda`), kafir yang dimaksud disini adalah ingkar terhadap perintah Allah karena perbuatan orang kafir adalah tidak pernah shalat. Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa Rasulullah saw bersabda yang membedakan antara orang beriman dengan orang kafir adalah shalat. Maka maukah kita disamakan dengan orang kafir, padahal Rasulullah saw bersabda"Barang siapa mengikuti kebiasaan suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut". Orang2 kafir adalah orang yang tidak pernah shalat, maukah kita termasuk golongan mereka.
"Barang siapa bertemu Allah sedang ia mengabaikan sholat, maka Allah sama sekali tidak akan mempedulikan kebaikannya." (HR. Thabrani)
"Barang siapa meninggalkan sholat dengan sengaja, maka terlepas sudah darinya jaminan Muhammad." (HR. Imam Ahmad dan Baihaqi)
"Allah telah mewajibkan sholat lima waktu kepada hamba-Nya. Barang siapa menunaikan sholat pada waktunya, maka di hari kiamat, sholat itu akan menjadi cahaya dan bukti baginya. Dan barang siapa mengabaikannya, maka ia akan dikumpulkan bersama Firaun dan Haman." (HR. Ibnu Hibban dan Ahmad)


SHALAT AJA NGGAK CUKUP…

LOGIKANYA….
Pukul rata manusia meninggal pada usia 65 tahun dipotong masa baligh atau masa mulai dihitungnya amal seseorang, laki-laki kurang lebih 15 tahun dan wanita kurang lebih 12 tahun. Jadi, waktu yang tersisa adalah lima puluh tahun. Satu tahun sama dengan 365 hari, jadi lima puluh tahun sama dengan 18.250 hari. Waktu untuk shalat satu jam perhari dikali 18.250 sama dengan 18.250 jam. Karena 1 hari ada 24 jam, jadi satu tahun(365 hari) dikali 24 jam sama dengan 8.760 jam per tahun. Lalu waktu shalat 18.250 jam dibagi 8.760 sama dengan kurang lebih dua tahun. Itu berarti waktu shalat hanya dua tahun. belum lagi dipotong shalat yang bolong-bolong dan yang diterima atau tidak. Kemana empat puluh delapan tahunnya? Hanya shopping, nonton teve, kuliah, dan kerja mencari nafkah. Benar, mencari ilmu adalah ibadah, tapi wong kita kuliah untuk dapat ijazah buat kerja. Memang benar kerja mencari nafkah adalah ibadah. Tapi kerja yang bagaimana, ada yang banting tulang banting orang, coba telaah deh tujuan utama bekerja: mencukupi biaya hidup di dunia. Mana akhiratnya????
MASIH ADA WAKTU
Metamorphosiscinta. Sebelum Allah menghendaki kita untuk kembali pada-Nya, sebelum takdir kita di lauhul mahfudz berbicara, sebelum malaikat izrail menjemput kita, belum terlambat memperbaiki semuanya. Jika saat ini kita terlalu sibuk dengan dunia, maka cobalah untuk terus berbuat demi akhirat juga. Jika hari ini kita terlalu sibuk dengan kuliah atau pekerjaan di kantor, maka besoknya kita harus mengaturnya sedemikian rupa agar untuk akhirat tak terlupa. Jika menit ini kita terlalu sibuk dengan urusan bisnis perbisnisan, maka menit berikutnya berbisnislah dengan Tuhan untuk akhiratmu. Jika detik ini kita terlalu sibuk dengan total utang-piutang untuk memenuhi kebutuhan hidup, maka detik berikutnya sibukkan dengan totalitas ikhtiar untuk ridho Allah SWT. Jangan sia-siakan waktu yang kau punya saat ini. Karena tiap detik begitu berharga untuk setiap perubahan. Selamat bermetamorphosis…

Tidak ada komentar: