Kekurangan itu bisa menjadi karisma tersendiri, Aku bersyukur menjadi diriku, tak ada orang yang sepertiku. Risna, kamu harus beryukur tiap saat yah! Kalo lupa, tilawah hari ini nambah satu lembar. Janji?

Senin, 18 April 2011

Selalu Bermasalah Sama Serial Number dan Activation Code Corel Draw X4???

Bagi anda pengguna Corel Draw X4, mungkin pernah mengalami hal seperti yang kualami(yang nggak pernah mengalami pasti dia udah tahu triknya dan bukan pemula untuk masalah software tentunya). Bedanya, ya aku seorang pemula dan tidak mengerti benar cara download dan menginstall software. Kembali ke topik, masalah yang kualami setiap kali menginstall Corel Draw X4 adalah selalu diminta memasukkan Serial Number dan Activation Key yang ngebuat kita Cuma bisa menggunakan corel draw X4 selama 30 hari. Setelah itu, walaupun masih bisa ngebuka Corel Drawnya, tapi kita nggak bisa save ataupun export file(Trial Version gitu). Bodohnya aku, tiap kali menginstall dan kutemukan masalah yang sama, selalu ku uninstall program Corel Draw X4 itu dan kucoba install ulang, “ya, siapa tahu aja nggak keluar trial version yang selalu nagih serial number dan activation code itu,” begitulah pikirku. Tapi itu salah, yang ada keadaan itu berlangsung berulang kali, ya kalau dalam grammar namanya Simple Present Tense karena ini kejadian yang repeatedly(hahay nyambung ga nyambung pokoknya ^^).
Setahun lebih keadaan itu kudiamkan, udah berulang kali nanya tapi ga ada yang bisa kasih aku jawaban(mungkin nanyanya bukan ke orang yang tepat kali ya ^^). Pernah minta Serial number sama orang, tapi serial numbernya bervirus dan antivirusku nggak mau terima. Hukz hukz sediihh. Padahal Corel Draw yang satu ini sangat aku butuhkan. Sampe datang juga ide brilian kenapa aku nggak nanya sama om google? Bukannya dia tahu banyak hal?? Akhirnya, hari ini iseng-iseng aku nanya sama om google, kuketik keyword, “Download activation code corel draw X4”. ternyata ee ternyata dapet juga satu situs. Situs ini menyediakan download software, serial number, dan activation code Corel Draw X4. Nah aku sudah punya softwarenya. Walau bingung, kuteruskan membaca link tersebut. Dibawah link download, tertera jugalah prosedur pengaktifan Corel Draw X4. Nah inilah poinnya, silahkan dicoba(prosedur di bawah ini juga berdasarkan pengalamanku, jadi kususun agar lebih rinci):
a) Jalankan Corel Draw X4 anda
b) Jalankan juga file Corel Draw X4 Keygen yang ada di folder Software corel draw anda.
c) (Jangan heran karena anda akan menemui 3 kolom yang masih kosong bertuliskan ”Serial Number, Installation Code, dan Activation code”)
d) Klik tab aktif serial number yang berada di ujung bawah bagian kiri keygen(bagian kiri kita ketika menghadap komputer/ laptop) hingga muncul angka pada kolom kosong serial number di keygen
e) Klik kembali Corel Draw yang meminta Enter Serial Number. Copy-paste angka pada keygen di kolom serial number tersebut
f) klik Phone Corel
g) Akan Tampil Instalation Code, masukkan Instalation Code tersebut kedalam Enter your Installation code (20 chars) di keygen-nya
h) Klik Generate/ Ok
i) Activation Code telah kita peroleh, sekarang masukkan Activation Code ke dalam corel-nya
j) Selesai. Sekarang Corel Draw X4 anda akan aktif dan kembali bisa beroperasi dengan baik.

Akhirnya dapet juga keuntungan bertanya pada orang yang tepat. ^^

Rabu, 13 April 2011

Geerrr... Berani-beraninya...

Gerrr, "Gelo ni orang, bisa-bisanya marah-marahin aku, ngomong dengan nada tinggi, nasehatinnya pake nggak difilter lagi kata-katanya(nggak tahu kali ya, aku paling nggak bisa ditegur kasar)".
Huppz, begitulah perasaan saat kutulis artikel ini. Lima belas menit kupingku terasa sangat panas ditelpon oleh seorang saudara. Dulunya(waktu SMA, red) dia adalah orang yang paling tahu apa yang kurasakan dan sepertinya selalu tahu apa yang ada dalam pikiranku. Namun, setelah memasuki dunia perkuliahan kami menjadi beda karena universitas yang tak sama. Hal ini menyebabkan begitu banyaknya perbedaan, baik dari segi lingkungan(walau dalam komunitas yang sama namun beda penyikapannya)maupun habit komunitas itu sendiri.
Sepanjang menelpon, dia bawaannya esmosi terus, dan aku juga ikutan kesel dong. Gimana nggak??? Baru ada satu orang yang berani-beraninya marah-marahin aku kayak gitu. Selama ini, aku nggak pernah digituin(apalagi sama Ikh**n). Dia nggak tahu kali ya aku ini siapa? (huhu, mulai kumat suara hati. Hehe.. ^^) Neh dia terang-terangan marahin aku, pake suara segede toak lagi di kupingku. Dia ngomong kudiemin aja, tertekan banget aku(setelah dia berhenti, baru deh aku bilang,"puas marah-marahin aku?"). Aku paling nggak bisa nerima sugesti orang lain yang di luar dari keinginanku(kecuali aku nggak punya alasan untuk menolak dan akhirnya aku pun harus mengatakan Ya, kamu memang benar!)
Hemm, apa sih yang sebenernya diomongin orang itu? Ya, apalagi, masalah skripsiku yang belum tergarap hingga menginjak bulan ke tiga semester delapan. Aku dinasehatin habis-habisan sama dia untuk segera menyelesaikan. Dia bawa-bawa nama orangtua pula, gini nih katanya, "Inget orang tua, dek, buat mereka ngerasain kebahagiaan! Terus karirmu kan juga bukan di kampus aja. Udah mikirin kan target ke depan apa aja? Kamu juga bakal dihadapkan di dunia kerja dan nanti ketika berkeluarga, kamu kan harusnya bukan cuma di dapur, tapi membantu partnermu. Capek-capek kamu kuliah tapi ujung-ujungnya di dapur, nggak keren kan? Dapur itu memang sebuah kewajiban tapi nggak melulu di dapur kan?"
Terus dia juga bawa-bawa urusan grade, "Kalau kamu lulus di Januari 2012, itu artinya kamu berada di grade yang kurang baik. kan ada tuh wisuda di Mei 2011, september 2011, lha kamu 2012??? Ckckck."
Huppz, puas kali ya dia marah-marahin aku... (Walaupun aku tahu sebenarnya tujuannya baik). Tapi aku lebih tahu apa yang kulakukan saat ini juga baik. Bukan baik menurutku saja, tapi mudah-mudahan baik untuk dunia dan akhiratku. Aku akan lulus, Pasti! Insya Allah!

** Pelajaran berharga hari ini: belajar menerima nasehat dengan lebih berbesar hati!
"Marah itu ada karena ia memang dongkol atau karena memang dia sayang!" (begitu katanya) dan itu memang benar apa adanya... Walau sakit dan belum luwes dadaku, aku akan berusaha menerimanya... (Kalau aku berhasil menerima, berarti aku berhasil menciptakan sendiri sugesti itu)
Dan melalui QS. Muhammad: 7, akupun percaya...
Bahwa Allah akan selalu menolongku...
Menolong hamba-Nya yang tak ragu menolong-Nya...
Aku yakin!
Aku bisa!

Senin, 25 Januari 2010

Manajemen Facebook Para ‘Facebookers Sejati’: Belajar Tidak Egois dengan Status

Ditulis oleh : Rhyzna_metamorphosiscinta
Theme credit : Agar setiap detik lebih bermakna
Catatan pena : ’Kucengkeram Engkau Dengan Pena’
Posted : 25 Januari 2010
Teruntuk : Semua Rekan yang Peduli Fungsi Media Sesungguhnya

Metamorphosiscinta_Kucek DPNA. Dunia maya makin lama makin menunjukkan eksistensinya. Ketika bangun tidur, sarapan, mandi (terbalik ga ya, mandi apa sarapan dulu sih?), beraktivitas, hingga tidur lagi tak pernah ketinggalan kosakata yang menjadi lagu terpopular, “Online, online”. Ada banyak fasilitas dunia maya yang mulai merasuki anak muda sekarang, dari friendster, YM, facebook, blog, hingga twitter merajalela. Mirisnya semua kalangan masyarakat mulai terbiasa mengonsumsinya, salah satunya mungkin kalian yang membaca artikel saat ini. Isinya ya berkisar dari kegiatan yang sedang/baru saja/telah/akan dilakukan pemilik layanan itu. Atau paling tidak perasaan sang pemilik, baik marah, kesal, senang, dan sedih. Atau ada juga yang menuliskan kata-kata bijak, nasehat, dan sebagainya.

Facebookers Sejati???
Well, yang akan penulis kupas saat ini hanya tentang satu layanan dunia maya yang paling banyak digunakan yaitu Facebook. Lalu siapa yang dikatakan facebookers sejati? Apakah yang eksis dalam meng-update status, chatting, memberi comment, dan 24 jam online? Jawabannya Tidak. Tidak benar dan tidak pula salah.
1. Facebookers sejati pandai modifikasi kata
Penulis tidak bermaksud mengucilkan kata-kata sederhana, seperti “aku capek”, “Nggak semangat”, “Aq lagi di pantai nih, enak tenan”, dsb. Sekali lagi bukan maksudnya tidak menghargai kata-katamu dan mempersalahkan kata-kata di statusmu, tapi seandainya status ‘nggak semangat’ diganti “Kudu semangat!” rasanya akan terbaca lebih bijak. Selain bisa membuat dirimu bersemangat kembali, yang membacapun akan ikut bersemangat. Begitu pula dengan status seperti “aq lagi di pantai nih, enak tenan”, bisa dimodifikasi menjadi “Dahsyatnya yang telah menciptakan angin sepoy-sepoy di pantai ini, air yang biru, pasir yang putih, Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang kau dustakan?”. Dengan kata lain, modifikasi ini dimaksudkan agar kata lebih bermakna dan efisien. Kalau hanya menyatakan di mana kamu berada sekarang, sifatnya hanya informatif dan tidak edukatif. Namun jika ditambahkan sedikit kata-kata bijak, statusmu bernilai informatif dan edukatif (dalam kasus ini mendidik untuk pandai bersyukur, red). Toh, kamu tak kehilangan esensi statusmu kan? Malah mendapat kepuasan tersendiri karena statusmu memiliki nilai plus.

2. Facebookers sejati pandai berpolitik
Politik tidak hanya berlaku bagi kalangan pejabat atau pemerintahan, namun juga dalam pengelolaan facebook.
a) Status Bijak Vs Status Egois = 11:12
Mengingat banyak pengguna facebook selalu online dari bangun tidur hingga tidur lagi, peluang memberikan manfaat kepada orang lain semakin besar. Ingat kutipan ayat yang juga pernah kutulis di statusku? “Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tiada harganya, adapun yang memberi manfaat bagi manusia, ia akan tetap tinggal di bumi” (Qs. Ar-Ra’d: 17). Jadi, seandainya banyak temanmu yang online dan meng-update status, kamu jangan mau kalah dalam meng-update status(Ingat statusmu paling tidak harus bernilai informatif dan edukatif). Lawan status-status biasa dengan status bijakmu. Paling tidak jumlah status bijak sebelas banding dua belas dengan status egois.

b) Politik kata
Sering kali bahasa monoton status yang berisikan kata-kata bijak, kutipan ayat ataupun hadits membuat facebookers malas membaca statusmu. Variasikan cara penyampaiannya. Gunakan kalimat-kalimat bermakna implisit, berikan kalimat-kalimat yang kontras dengan hatimu, seolah sepakat dengan hal yang salah namun akhirnya menuju hal yang kamu maksud. Misalnya menambahkan kata menggelitik, terlihat lucu, dan konyol untuk mengawali hal-hal yang sebenarnya ironis (sekali lagi kusampaikan, harus ada pesan dari tiap status).
“Di antara (tanda) kebaikan keislaman seseorang adalah ia meninggalkan perkara yang tak berguna baginya.” (HR. Tirmidzi)
Politik kata juga berguna sekali bagi facebookers yang sering curhat melalui statusnya. Namun politik kata membuat curhatmu menjadi implisit dan lebih bermanfaat tentunya. Seandainya sedang kesal, jangan sekali-kali menyatakan kekesalanmu. Cari kata-kata bijak/nasehat/lirik lagu yang memiliki pesan positif/kutipan ayat/hadits yang mampu meredam kekesalanmu, lalu berikan penggalan kata terserah di awal/akhir kalimat namun tersirat akan kekesalanmu. Di sinilah letak politiknya, kamu tidak lantas menulis mentah-mentah apa yang kamu rasakan tapi secara implisit sebenarnya kekesalanmu telah tertumpahkan dengan kata-kata yang terselip dalam kata bijak di statusmu saat itu. Insya Allah lebih bermanfaat ketika kamu bisa menyulap kata-kata hujatan kekesalanmu menjadi sebarisan kalimat bijak.

3. Facebookers Sejati Tidak Menganut Sistem Olok Kali Singgung
Karakter yang satu ini bukan hal panjang kali lebar, tapi tentang etika dalam penulisan status. Usahakan statusmu tidak menyinggung orang lain dan baik secara sembunyi atau terang-terangan mengolok orang lain. Jangan pernah melemparkan kata-kata yang kurang nyaman ke dalam statusmu. Hindari segala macam kekerasan(eit salah) maksudnya kata-kata tiiiittt di facebookmu.

4. Facebookers Sejati Punya Target
Setelah modifikasi, berpolitik status, dan menjauhi status olok kali singgung, penting juga untuk diingat, dalam penulisan status harus punya target tertentu. Dua komponen di bawah ini menjadi sangat penting dan tak terpisahkan.
a) Siapa targetnya; “Orang yang kutargetkan membaca statusku adalah si anu, bubuhan anu yang masih suka malas mandi.”
Mengetahui siapa targetnya juga memudahkanmu dalam pemilihan penggunaan bahasa. Kamu sebaiknya menggunakan bahasa yang sesuai dengan kondisi mereka agar pesanmu dalam status mudah diterima. Misalnya targetmu adalah remaja, tapi kamu menggunakan bahasa yang terlalu formal. Ini tentu tidak sesuai dengan mereka yang menginginkan bahasa yang lebih santai.
b) Apa target pencapaiannya; “Seandainya aku pasang status yang ini, berarti minimal satu pembaca statusku siaga akan penipuan yang sering terjadi saat ini.”



5. Facebookers Sejati Pandai Prediksi Status
Sebagai bahan evaluasi, ada baiknya kamu punya kalkulasi berapa banyak pengunjung/pembaca statusmu. Seandainya punya 100 orang teman, berarti kamu punya peluang minimal 1/100 pengunjung/pembaca statusmu. Alhamdulillah, boleh jadi hari ini 1 orang yang membaca statusmu, besoknya 2 orang, hingga dua minggu kemudian 50 orang yang membaca statusmu per hari. Alhamdulillah kamu punya 50 kebaikan per harinya.
Kalkulasi ini juga berguna untuk memperbanyak jumlah pembaca statusmu, kamu bisa mengkalkulasikan status-status yang menjadi perhatian paling banyak, bisa di identifikasi dengan seberapa banyak yang memberi komentar atau yang menyukai statusmu. Dengan demikian, kamu bisa mengembangkan atau menulis kembali status tersebut dengan beberapa revisi.

6. Facebookers sejati tidak lupa….
Hal ini juga teramat penting, facebookers sejati tidak lupa:
a. Kewajiban (Bagi yang muslim; shalat tetap tepat waktu, birul walidain/ berbakti kepada orang tua, begitupun bagi yang non-muslim tidak lupa dengan ibadahnya)
b. Belajar(Bagi yang sekolah dan kuliah) dan tidak lalai dalam bekerja (bagi yang telah memiliki pekerjaan)
c. Menjaga kesehatan (keterlaluan sepertinya kalau facebook membuat orang lupa makan dan minum)

Akhirulkalam, mudah-mudahan 6 karakteristik facebookers sejati ini menjadi pembelajaran agar status tidak bernilai egoisme belaka. Komentar yang banyak namun tidak memunculkan inspirasi bagi orang lain sama saja bohong belaka. Status egois hanya akan diingat pada detik itu dan tidak pada detik kemudian. Semoga artikel ini bisa menginspirasimu.
“Lebih baik berbuat walau sedikit, daripada tenggelam dalam angan-angan,” (Gus Zainal Thoha, sastrawan, budayawan, kolomnis, penulis, dan dosen UGM)

Catatan penting:
Karena status berhubungan erat dengan kegiatan menulis, catatan khusus berikut ini juga perlu digarisbawahi, disadur dari buku karangan Habiburrahman el Shirazy; Fenomena Ayat-Ayat Cinta,”Menulislah apa saja namun jangan menulis sesuatu yang sifatnya melenakan dan melalaikan, menulislah untuk membangkitkan dan mengobarkan semangat. Menulislah dengan memperhatikan nilai yang terkandung di dalamnya”.

Atas nama penulis:
Penulis mohon ampun pada Allah dan mohon maaf pada para pembaca jika ada kata yang kurang berkenan -Mohon berkhusnudzon dengan tujuan penulis-Kucengkeram engkau dengan pena_Kucek DPNA: diam atau non aktifkan saja facebookmu kalau sudah tidak memiliki nilai plus-Mohon konfirmasi jika mengcopy artikel ini--Terima Kasih-

“Ketika aku sedang tidak dimengerti oleh orang lain, mungkin saja saat itu aku tidak mau mengerti dengan perasaan orang lain. Selamat belajar agar tidak egois!”

24jan2010-17:47 Wita-Tak beranjak dari kamarku hingga akupun merelakan tak ikut refreshing bersama ortu dan adik-adikku- revisi: 25jan2010-14:09 wita

Senin, 18 Januari 2010

“Nak, Bisa Nggak Sekali Aja Nurut Sama Ibu?”

Bismillahirrahmanirrahim. Cerita ini berawal dari pengamatan saya tentang sebagian besar pola tingkah laku balita. Di masa-masa seperti mereka, yang ada dalam pikirannya hanyalah bermain dan takkan pernah bosan dengan kosa kata ‘bermain’. Apapun yang dilihat seolah memberikan inspirasi bagi mereka untuk melakukan hal-hal baru. Mereka jarang sekali memikirkan akibat dari apa yang mereka lakukan. Maka tak jarang ada saja yang membuat orang tua begitu geram terhadap kelakuan sang anak. Perhatikan contoh kasus yang saya paparkan di bawah ini.
Anak berumur 4 tahun berjalan ke sana kemari di dalam rumahnya sambil memegang remot televisi. Karena dilihatnya tak ada acara anak-anak yang menarik, dengan secepat kilat ia mencabut kabel yang tentu saja beraliran listrik. Secepat itu juga sang ibu menegur sang anak dan menjauhkannya dari tempat itu, “Nak, jangan dipegang, ntar kesetrum lho”. Namun, beberapa menit kemudian, ia kembali menarik kabel kipas angin yang masih terpasang, seperti kejadian sebelumnya sang ibu segera mendekati sang anak seraya berkata, “Nak, jangan bandel, mau tanganmu sakit?”. Anak itupun diajak tidur oleh ibunya, satu jam kemudian iapun terbangun dan bermain sendiri karena sang ibu masih tertidur pulas. Ia kembali melihat kabel lemari pendingin dan spontan menariknya, kali ini dengan tangan yang basah karena baru saja keluar dari toilet untuk bermain-main air. Kira-kira apa yang terjadi beberapa detik kemudian? Anak itu tiba-tiba berteriak histeris dan terkapar. Sanking kerasnya suara sang anak, ibupun akhirnya terbangun dan mendatangi arah teriakan itu. “Ya Allah Nak, kenapa lagi?” Sang ibu segera mengangkat anaknya dengan sedikit bergetar dan menelpon ambulan. “Sudah ibu bilang jangan bandel, nak nak!” rintihnya menahan tangis.
Seminggu kemudian setelah peristiwa itu, dengan izin Allah sang anak akhirnya sehat kembali. Iapun bisa bermain-main seperti biasa. Suatu pagi, sang anak diajak sang ibu untuk menemaninya memasak. Ia diberikan beberapa potong wortel, mangkuk plastik, dan pisau mainan agar tidak mengganggu pekerjaan ibunya. Lima menit pertama, sang anak masih asyik dengan adonan yang diberikan sang ibu, memotong-motong wortel walau tak jelas jadinya seperti apa. Menit berikutnya ia merasakan pisau yang ia pakai tak sama tajamnya dengan yang dipakai oleh ibunya. Ia melirik ibunya,”Bu, tukalan picau yuk, picau adek ga ajem,” (baby-talk, red) ajak sang anak pada ibunya sambil memperlihatkan pisaunya. “Jangan toh, nak, yang ini bisa motong jarinya adek!” nasehat sang ibu sambil tersenyum. Sang anak merengek namun akhirnya disogok sang ibu dengan memberikan susu dalam botol pigeon. “Nih, num dulu ya, adek aus, kan?” kata sang ibu lagi sambil membaringkan si anak untuk meminum susu sejenak. Melihat sang anak asyik dengan susunya, ibu bangkit untuk membasuh sayur-sayuran yang ia potong tadi. Tak lama berselang, tiba-tiba sang anak menangis histeris. Sang ibupun segera mendatangi si anak. Alangkah terkejutnya ia ketika menyaksikan tangan kiri sang anak telah dilumuri dengan darah. “Naaak, ibu sudah bilang kan tadi, bandel banget sih!”, sang ibu segera memberi obat merah dan membalut tangan sang anak. Rupanya pisau yang tak sengaja digeletakkan ibu di dekatnya, memancing keingintahuan sang anak menggunakan pisau yang kata sang ibu tajam tadi.
Lima belas menit kemudian, tangisan sang anak mulai reda. Ibupun melanjutkan pekerjaannya. Kali ini ia fokus dengan penggorengannya. Tak mau ada insiden lagi, ibu berpesan pada sang anak yang masih terduduk dengan tenang karena masih merasakan kesakitan pada tangannya,”Nak, duduk yang manis ya, ini panas lho!” sambil menunjuk ke arah wajan. Sang anak memasang wajah seolah mengerti dan hanya memperhatikan gerak-gerik ibunya. Tak bertahan lama, sepuluh menit kemudian sepertinya si anak mulai gerah. Ketika ibunya mengambil panci, sang anak secepat kilat berdiri dan mendatangi wajan yang masih di atas kompor yang menyala, “Duh, atiiiittt…!” teriak sang anak. Sang ibu segera berlari mendatangi si anak, “Duh nak naak, ibu mesti gimana lagi sih ngomongnya?” Nada sang ibu mulai meninggi namun ia segera memberikan lotion pada lengan kanan sang anak yang terkena cedera panas wajan.
Ya, itulah kelakuan anak kecil, walaupun telah diberikan teguran berkali-kali, rasa penasarannya takkan berhenti sampai di situ saja. Walau akan membahayakan dirinya sendiri, Ia akan melakukan apapun tepat dengan apa yang ia kehendaki tanpa mengetahui akibatnya. Lalu, adakah hikmah yang bisa kita ambil dari kenakalan balita ini? Tentu ada, sebagai seorang muslim, maka beribadah pada Allah seharusnya menjadi tugas utama sesuai dengan Qs. Adz-Dzaariyat: 56,”Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Namun apa yang kita lihat sekarang, di era yang modern ini, sudah banyak manusia yang lupa berapa banyak sudah kekuasaan Allah yang dihamparkan di muka bumi ini.
Apakah sudah lupa, anda takkan bisa hidup tanpa menghisap oksigen yang ditiupkan Allah seluas-luasnya dengan tanpa mengeluarkan sepeser uangpun. Kalau mau hitung-hitungan, coba saja hitung berapa rupiah anda harus mengocek uang untuk membeli beberapa liter tabung oksigen. Kalau ditotal untuk satu tahun anda telah menghabiskan ratusan milyar rupiah untuk sekedar oksigen. Belum lagi fasilitas-fasilitas Allah lainnya(Selengkapnya baca Qs. Ar-Rahman:1-78 dan surah-surah kebesaran Allah lainnya)
Apakah anda mau disamakan dengan anak kecil yang dikasih tahu, masih saja ‘bandel’? Sudah berkali-kali diperingatkan Allah melalui azab yang telah Dia berikan pada orang-orang sebelumnya dan janjikan dalam ayat-ayat al-Qur’an, masih saja anda langgar dan menyombongkan diri pada Allah. Astaghfirullah! Anda tahu akibatnya apa? Lebih parah dari sekedar kesetrum, terkena pisau, ataupun cedera kena penggorengan.
“Tanyakanlah kepada Bani Israil: "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka." Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 211)
Well, sobat dahsyat, bisa nggak sehari saja anda mencoba resapi nikmat yang sudah diperoleh lalu diikuti dengan syukur dan taat pada Allah? Dari ketika bangun tidur hingga kembali terpejam. Setiap aktivitas dimulai dengan basmalah, Ketika waktu shalat segera dirikan shalat dengan khusyuk, tak ada kata “ah” ketika dimintai tolong orang tua, ketika dicaci maki, tak ada perlawanan dan hanya sabar yang didapat, sadaqah/ infaq di jalan, mengurangi obrolan yang tidak bermanfaat dan diganti dengan tilawah dan dzikrullah, belajar dan berbagi ilmu yang dapat menguatkan ketakwaan bersama sahabat, dan masih banyak contoh lain membangun ketakwaan. Subhanallah dahsyatnya. Cukup sehari anda mencoba taat, rasakan bedanya, pertahankan kenikmatan yang anda rasakan pada hari itu dengan melakukannya lagi esoknya, dan anda akan masuk ke dimensi keistiqomahan. Selamat mencoba menjadi taat sehari aja! “Nak, yuk sehari aja taat sama Allah!”

By Metamorphosiscinta-13jan10-16:48 Wita-Di inspirasi oleh adikku yang ‘ndut dan nakal

Kamis, 07 Januari 2010

Siaga Modus Penipuan by Rhyzna_metamorphosis

Metamorphosiscinta. Banyak jalan menuju Roma. Begitupun dengan kasus-kasus penipuan, makin melesat dan berkembang. Penipuan saat ini tidak selalu menggunakan kekerasan, keramahtamahan yang berlebihan dari orang tak dikenal justru menjadi salah satu kriteria peningkatan kewaspadaan. Well, jika anda kurang jeli menangkap sinyal, bersiaplah menjadi korban selanjutnya. Beberapa sikap siaga di bawah ini sengaja diambil dari pengalaman seorang ibu yang beberapa waktu lalu mengalami penipuan.

• Siaga 1: Penipuan bisa terjadi di mana saja
Penipuan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja bahkan di tempat ramai sekalipun. Seperti yang dituturkan Isna(39), korban penipuan berbasis penjualan barang elektronik, “Satu juta lima ratus raib dari dompet saya padahal toko tersebut berada di salah satu pusat perbelanjaan ternama”.

• Siaga 2: Hindari gerak-gerik mencurigakan
Biasanya modus penipuan melibatkan banyak orang yang ditempatkan di wilayah yang berbeda namun tidak terlalu jauh. Target telah di intai terlebih dahulu, kemudian jika memenuhi syarat akan diserahkan ke orang selanjutnya, hingga target masuk ke dalam wilayah perkenalan, disambut begitu ramah, dan terlibat obrolan-obrolan hangat. “Ketika saya makan di texas, saya seperti melihat seseorang memperhatikan saya, selepas saya pergi dari tempat makan itu, saya tiba-tiba ditawari beberapa brosur dan di bawa ke toko mereka. Di sana saya berpuluh kali berjabat tangan dengan pegawai-pegawainya dan ketika keluar dari tempat mereka saya diantar 2 pegawai hingga parkiran padahal saya sudah katakan saya bisa bawa sendiri”, tutur Isna.

• Siaga 3: Jangan mudah tertarik dengan diskon dan undian
Strategi dan trik jitu sengaja dirancang demi mengelabuhi targetnya. Tanpa bermaksud memberi kesan negatif pada penjaja barang (salesman, red), rayuan demi rayuan akan dilontarkan demi tercapainya tujuan mereka. “Ibu,kompor listrik ini diskonnya 35 % lho bu, kalau ibu beruntung ibu juga akan mendapatkan undian-undian menarik(sambil menunjukkan bermacam-macam hadiah)”, Isna coba meniru gaya promosi mereka.

• Siaga 4: Jangan membubuhkan tanda tangan sembarangan
Jangan tergesa dalam menyepakati perjanjian hitam di atas putih. Pastikan anda telah membaca semua perjanjian yang tertulis di dalam kertas. “Apesnya saya, saya terlanjur menandatangani perjanjian yang belum saya baca. Ketika saya dinyatakan mendapat undian, saya tiba-tiba diminta membayar 1.500.000, padahal sebelumnya hal itu tidak dijelaskan oleh penjual.” Tutur Isna lagi.

• Siaga 5: Segera tinggalkan jika ada persyaratan yang janggal
Jangan mempertahankan posisi, jika apa yang anda alami terlihat aneh. Berhati-hatilah jika di ajak berjabat tangan atau disentuh, waspadai pula hipnotis. “Sebelum memutuskan untuk membeli, penjaga toko menyuruh saya mengeluarkan semua uang saya yang berjumlah satu juta tujuh ratus ribu rupiah dan menaruhnya di salah satu lipatan kertas mereka. Anehnya saya mau-mau saja dan tak bisa beranjak pergi walau sudah diperingatkan dan ditarik-tarik oleh anak saya. Sayapun selalu mengiyakan apa yang mereka katakan hingga akhirnya saya membayar barang mereka yang katanya harganya empat juta rupiah. Belakangan saya ketahui barang itu bukan barang bermerk dan harganyapun tak sampai segitu.”akhirinya.

• Siaga 6: Jangan membawa uang terlalu banyak
Jika ingin bepergian, jangan membiarkan semua uang berada dalam dompet. Tinggallah sebagian atau taruhlah sebagian uang di dalam dompet yang berbeda agar jika kehilangan, tidak semua uang yang hilang. Tanggalkan juga perhiasan, jangan terlalu banyak memamerkan perhiasan, karena itupun akan mengundang perhatian para pelaku kriminal.


Atas nama Penulis:
1. Jika modus macam ini bukan dianggap sebagai penipuan, berikan nama yang tepat atasnya (Apakah bisa disebut sebagai trik jitu agar calon pembeli tidak berkutik?)
2. Jika apa yang penulis tuturkan ternyata hanya pandangan dan prakiraan atas dasar subjektivitas, berikan penulis bukti bahwa toko tersebut memang menarik pelanggannya dengan cara seperti itu(sudah menjadi trik paten mereka dalam menjajakan barang).
3. Penulis mohon ampun pada Allah SWT dan mohon maaf sebesar-besarnya pada toko tersebut jika salah mengartikan trik yang mereka gunakan(bukan penipuan).Kesimpulan yang penulis tulis berdasarkan cerita narasumber.
4. Menginfokan narasumber telah mendapatkan kembali uangnya(toko tersebut mengembalikannya setelah didatangi kembali, padahal di dalam perjanjian barang yang sudah diambil, tidak bisa dikembalikan. Diperoleh informasi, setelah uang itu diambil kembali dengan sedikit keramaian yang dibuat oleh keluarga korban, beberapa saat kemudian toko itu dengan sekejab menjadi sepi dan tidak ada satupun pegawai toko lagi yang terlihat di hari itu).
5. Tetaplah berbaik sangka namun waspadalah!
6. Semoga 6 tips siaga ini bermanfaat


January, 08th 2010/12:00 AM/Tips/RPS Courtesy

Minggu, 15 November 2009

Metamorphosiscinta bicara tentang sebuah perjalanan panjang

Kado terindah yang kuterima

Sungguh, ini adalah kado yang aku terima tanpa sengaja. Kutemukan di balik jendela yang hampir tertutup dan terkunci. Hanya saja ketika hendak mengunci, ada yang berteriak dan menjatuhkan kado itu ke hadapanku dengan sengaja. Hampir saja aku berlari dengan kencang karena begitu tersentaknya melihat kado yang telah tergeletak di hadapanku. “Jangan-jangan isinya adalah bom yang hendak membunuhku.” Ah entahlah, sepertinya aku berlebihan menilai bungkusan itu. Biarlah kucoba untuk mengangkatnya ke dalam rumah. “Belum tentu juga aku suka,“pikirku.
“Oh Tuhan, tapi bagaimana dengan ayah dan ibu? Pasti mereka akan terkejut melihat semua ini?” Bayangkan saja, kamarku yang biasanya bersih dengan perabotan kini dipenuhi dengan benda yang sebelumnya tak pernah dilihat oleh mereka. Hemm, sayang pikirku kalau sampai terkena hujan. Ternyata kata sayang yang kupikir hanya sebatas sumbangsih untuk sebuah penghargaan belaka telah menguak sisi lain dalam hidupku ketika telah membuka isinya. Aku terlanjur membukanya dan hendak apa lagi kalau benda itu tak kugunakan sebagaimana mestinya. Anehnya, semakin hari sayang terhadap benda itu berkembang makin dalam, dan aku tersangkut pada paku yang mengaitkannya. Jika kulepas, berarti ada sisi bajuku yang akan sobek. Dan aku takkan rela melepaskan baju itu dari paku. Maka ketika aku harus pergi, aku takkan meninggalkannya terlalu lama. Aku pasti akan kembali untuk sekedar melihatnya dan memastikan bahwa benda itu dalam keadaan baik-baik saja. Dan tahukah kau, seperti apa bentuknya benda yang begitu kusayang itu? Sungguh lebih berarti dari sekedar computer ataupun sinyal handphone. Lebih menggoda dari harumnya mangga manalagi atau sop buah. Bahkan lebih dibutuhkan dari uang sekalipun. Itu adalah kamu yang senantiasa memberiku spirit dalam tiap langkahku, kamu yang sampai kini bergandengan denganku dengan senyum yang khas, kamu yang membantuku berdiri kala aku sedang jatuh, kamu yang menggopohku ketika aku sedang payah, kamu yang mengingatkanku kala aku sedang lemah, kamu yang menghiburku lembut ketika aku sedang kacau, kamu yang sabar dengan egoku yang kadang melangit, dan kamu yang menjauhkanku dari airmata yang hendak mengucur.

Bahagiakah kau di dekatku?

Kini ketika bahagia itu kurasakan, apakah kau rasakan hal yang sama ketika bertemu denganku? Teringat sebuah artikel berjudul ‘Impian Arini’ seorang gadis tomboy yang merasakan adanya pendeskriminisasian ADK ketika bertemu dengan ADK, dan ADK ketika bertemu dengannya(Arini) dan teman-temannya yang notabenenya tidak berjilbab. Mungkin satu artikel ini mewakili sepuluh atau lebih teman, sahabat sejawat kita. Apakah senyum ini sama lebarnya untuk semua saudara(i)ku? Apakah benar aku sudah adil dan memenuhi hak mereka sebagai saudara? Bagaimana perasaan mereka terhadapku? Apakah mereka bahagia atau was-was jika berada di dekatku? Entahlah. Wallahu A’lam bishshowab.

Fa bi ayyi aalaa irobbikuma Tukadzdzibaan?

Kita lahir dengan dua mata ( didepan :Karenanya kita tidak harus selalu melihat kebelakang. Tapi lihat apa yang akan terjadi didepan kita, masa depan kita. Kita lahir dengan dua telinga, ( satu dikiri dan satu dikanan : Sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi. Mendengar dan mengumpulkan semua keluhan dan cercaan, sehingga terlihat mana yang benar.Kita lahir dengan otak yang terselubung oleh tulang kepala - : Jadi tidak masalah bagaimana miskinnya kita, Kita tetap kaya. Karena tak seorangpun yang dapat mencuri isi kepala kita Yang berupa perhiasan - perhiasan pikiran kita. Kita lahir dengan dua mata, dua telinga dan satu mulut - : Karena mulut adalah senjata yang tajam, dia dapat melukai, menyakiti dan bahkan membunuh. Ingatlah untuk tidak banyak bicara, sebaliknya mendengarlah. Kita lahir dengan satu hati, (jauh tersimpan didalam tulang iga kita): itu mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta dari lubuk hati kita yang paling dalam. Itu baru nikmat yang dirasakan karena kesempurnaan indera kita. Belum lagi seperti oksigen yang tersebar luas hingga kita tidak perlu rebutan untuk bernafas. Pagi yang diciptakan sejuk, lalu siang agar kita tidak selalu merasakan dingin, lalu malam yang diciptakan Allah untuk tidur. Bayangkan saja kalau siang dan malam tidak diciptakan, jangan-jangan karena matahari yang panas akhirnya mampu membakar kulit kita karena suhu yang semakin meninggi. Atau jangan-jangan tubuh kita justru membeku karena malam yang suhunya makin menurun. Subhanallah, Allah telah mengatur semuanya dengan sempurna. Daftar kebaikan Allah tak berhenti sampai di situ, sering-seringlah membaca alqur’an dan terjemahannya besera al-hadits, sistem hidup begitu jelas tertulis. Dan itulah sebenarnya peta kita, hanya tinggal mengikuti arah mana yang harus ditempuh, maka siapapun yang mampu membaca peta dan melewatinya dengan benar, ia lah yang akan mendapat tiket ke surga kelak. Namun berbicara itu sangatlah mudah, aplikasinya yang kadang harus berlika-liku. Tak jarang ada yang mampu membaca peta, namun harus berhenti karena kehabisan bekal. Ada yang sebenarnya tahu maksud peta, tapi pura-pura tidak mengerti maksudnya dan rela mengambil arah yang lain karena bosan dengan petunjuk peta. Naudzubillah. Kita takkan pernah tahu sampai di mana kepercayaan seseorang mampu bertahan sementara ada yang masih merajai keinginan kita yang lainnya selain ingin mengejar sebuah kata “Ridho” dari Allah.

Tak lebih dari sekedar butterfly…

Ya Allah, kupu-kupu itu ciptaan-Mu yang cantik, tapi ketika sayapnya tersentuh ia dengan mudahnya akan terberai dari tubuhnya. MUDAH RAPUH! Yah, Ketika dunia beserta isinya mengusik dan mencoba membuat hatiku terguncang, tak sedikit waktu yang kugunakan untuk memasukkan hatiku ke bengkel, lalu membiarkannya memformat ulang karena ada alat yang telah rusak karena tercabik. Ya Allah, sungguh aku tak setegar anak jalanan, apalagi seperti Fathimah, Aisyah, ataupun khadijah yang membesarkan anak-anaknya di tengah kemiskinan. Aku hanya seperti kupu-kupu yang berusaha terbang dengan indah dan mudah tercabik ketika mencari makan. Seperti matahari dan bulan silih berganti, begitupun hatiku yang masih rentan terkena penyakit hati. Maka, biarkan aku dengan segenap cintaku yang masih rapuh untuk berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan perbuatanku. Karena ku berada di atas janjiMu, semampuku, kuakui bahwa begitu banyak nikmatMu yang engkau anugerahkan kepadaku, dan kuakui segala dosa-dosaku, maka ampunilah aku, ya Rabb…. Maha suci engkau ya Allah dan dengan memujiMu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Amin…

Aku ingin hidup secerah mentari
yang menyinar di taman hatiku
Aku ingin seriang kicauan burung
Yang terdengar di jendela kehidupan
Aku ingin segala-galanya damai
Penuh mesra membuat ceria
Aku ingin menghapus duka dan lara
Melerai rindu di dalam dada
Sedamai mata yang memutih
Sebersit kisah embunan pagi
Dan ukhuwah ini pasti memutih
Menghiasi taman kasih yang mengharmoni
Seharum kesturi seindah pelangi
segalanya bermula di hati
(Saujana: Jendela Hati)



Negeriku masih papa

Ketika orang mengatakan “aku ingin ini”, “aku ingin itu”, dan segalanya ingin ia miliki, sadarkah ada yang lebih membutuhkan dari kita? Penting juga memasukkan teori keinginan dan kebutuhan di mana kebutuhan lebih diutamakan karena jika sampai kebutuhan tidak dipenuhi bisa menimbulkan dampak yang fatal. Sekedar keinginan masih bisa ditunda dan terkadang keinginan yang ditafsirkan tidak lebih dari sekedar nafsu. Ambil saja contoh ketika seorang anak kecil mulai menginginkan handphone blackberry, apa sebenarnya keperluan anak itu dengan handphonenya? Paling hanya untuk bergaya dan main tak jelas. Berbeda dengan makan. Jika tidak makan kita bisa kelaparan dan akhirnya terkena maag. Itulah sebuah kebutuhan. Tetangga kelaparan kita hanya bisa diam dan parahnya makan secara diam-diam agar tetangga tak mendengar ada makanan di rumahnya. Astaghfirullah. Berbicara lebih jauh, mari kita lihat anak-anak yang genjrang-genjreng di seputaran tol, menyebar juga penjual Koran, bahkan anak yang hanya menyodorkan tangan untuk meminta, apa yang kita bisa lakukan? Paling juga hanya memberi seribu rupiah lalu pergi dan tak ingat lagi? Bahkan ada yang cuek dan memarahi mereka. Apakah itu menyelesaikan masalah?
Belum lagi kasus Negara, Kasus Bibit, Chandra, dkk, Antasari-azhar. Apa yang sebenarnya terjadi di negeriku? Ya Allah, tanamkan pada diriku dan saudara(i)ku tekad yang kuat hingga laku yang membangun dan mengembalikan negeriku yang damai. Bila banyak kesalahan yang telah tercipta, biarkan teguran-teguran itu menjadikan kami bertobat. Biarkan hati ini mudah terbuka menerima kebenaranmu, wahai Rabb. Allahumma Amin

Sahabat, duniaku kini tiada cahaya
Hilang entah ke mana
Ketika yang kulalui penuh duri
Bilakah segalanya akan berakhir?
Kedamaian kan muncul kembali
Mengapa tangisan itu masih terdengar lagi?
Ada dia tiada siapa peduli
Sahabatku, bersabarlah dengan ujian tuhan
Kepahitan yang kau lalui pasti berakhir
Kedamaian kan muncul kembali
Mengapa tangisan itu masih terdengar lagi?
Ada dia tiada siapa peduli
Di mana nilai kemanusiaan sebagai hamba tuhan
Hadirlah kedamaian kami memerlukan
Di bumi yang penuh desa
Tumbuh pohon yang subur
(Brother: Kedamaian)


Ketika Tuhan berkata "TIDAK"
(from a source)

" Sebuah Renungan yang sangat INDAH "
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran.Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
"There's a time and place for everything, for everyone.
God works in a mysterious way."

November 13th , 2009/12:17 pm
In my sweet room
Jangan biarkan aku mengerti terlalu dalam akan kejanggalan diriku saat ini
It’s so difficult to me to receive the judgment
Biarkan kujalani apa yang menurutku terbaik saat ini
Dan aku sedikitpun tak ingin melanggar aturan mainnya
Maka ketika aku mulai bengkok, kumohon luruskan aku kembali seperti semula
Ihdinashirothol mustaqim. Amin

Selasa, 29 September 2009

Sizta, Tahukah kau….??? (Rhyzna_Ngel Courtesy)

Metamorphosiscinta. Tersisakah kesombongan akan makna kecantikan setelah mengetahui betapa indah dan rupawannya sarah dan khadijah… Tersisakah makna kesabaran dan kesetiaan setelah mengetahui begitu sabar dan tabahnya siti hajar melakoni hidup bersama putranya Ismail AS yang ditinggalkan Ibrahim As ditengah padang pasir yang tandus. Tersisakah makna keluhuran budi pekerti setelah kemuliaan akhlak Fatimah Az Zahra, apalah yang tersisa dari makna kesempurnaan seorang wanita setelah semuanya terkumpul pada Aisyah binti Abu Bakar. Yang ilmunya melebihi ilmu dari seluruh wanita yan ada dibumi… yang wajah nya bisa menenangkan hati Rasulullah…yang kesuciannya diumumkan oleh Sang Khaliq melalui ayat Al-Qur’an… Apalah lagi yang tersisa dari sekedar penderitaan ketika mengetahui Siti Maryam yang mampu mendidik Isa As di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau seperti Siti Khadijah R.ha, Aisyah R.ha, sayyidina Fathimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan. Pun ketika Siti Asiyah(istri Fir’aun)yang dapat memupuk keimanan Musa AS di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Apalagi sebenarnya yang tersisa dari makna pengorbanan setelah masyithoh mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi sebuah kebenaran.

Degg, nafasku pun tertahan menulis kata-kata ini.. Teringat bahwa terkadang begitu angkuhnya kita akan pujian paras yang tak secantik Sarah dan Khadijah, sombongnya kita akan kebisaan yang hanya secuil, bangganya kita akan kecerdasan yan tak seberapa, bahkan terhanyutnya kita dalam mencari ‘sebuah nama’. Betapa kadang kita tak sabar karena harus menelan butir-butir pahitnya hidup. Astaghfirullah, barulah kusadar, kita bukan siapa-siapa saudariku. Manalah pantas bersanding dengan abdi Allah yang maha taat jika kita pun tak seluhur ‘wanita-wanita wonder woman itu’.

Intro: Sizta, we are nothing

Allahpun berpesan…
Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU berfirman dan jadilah.Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut. AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yang melindungi pria. AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru juga mendukungnya, sebagaimana yang harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah. Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria yaitu hati atau jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru-paru menggenggam nafas kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri disebelahnya dan dipeluk dengan erat.
Engkau adalah malaikat-KU yang sempurna. Engkau adalah gadis kecilku yang cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika aku melihat hatimu. Matamu...jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh. AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU menggengam hatimu dekat dengan hati-KU.
Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yang paling mirip dengan AKU. ADAM berjalan bersamaku dihari dingin dan dia kesepian. Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuh-KU. Dia hanya dapat merasakan-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku, AKU membentuknya didalam kamu. Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-KU. Engkau adalah istimewa, karena engkau adalah perpanjangan tangan-KU.
Pria melambangkan citra-KU, sedangkan wanita melambangkan perasaan-KU. Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati. Jadi pria, perlakukanlah wanita dengan baik, cintailah ia, hormatilah ia karena ia lembut. Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU. Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Wanita, dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah AKU berikan kepadamu. Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.

Closing: Karena ku cinta kau, sizta…!

Sizta, karena kucinta kau, biarkanku menyentuh dan menyapamu,”Apa kabar hari ini?”. Karena kucinta kau, biarkanku terus memegang erat tanganmu sembari berkata,”Sedang apa hari ini?”. Karena kucinta kau sizta, biarkan kututup lenganmu yang kuning langsat dengan jaketku dan pakailah kain tak berbelah ini agar tak susah kau menarik celanamu yang ketat itu. Karena kucinta kau wahai saudariku, biarkan kusingkai rambutmu lalu berbisik, “Kau tampak cantik dengan rambutmu yang halus dan wangi, namun kau lebih cantik andai kau tutup dengan jilbabmu”. Sizta, biarkan kudekap tubuhmu erat dan kunyatakan walau tak dideklarasikan, betapa kucinta kau karena Allah. Biarkan kumengenalmu hingga Allah memisahkan kita sementara dan mempertemukan kita kembali di syurga yang kekal. Sizta, jangan lepaskan pelukanku hingga kubisikkan bahwa syurga Allah itu teramat manis untuk kau gantikan dengan kenikmatan dunia.
Nb: Makasih banget buat yang udah ngelayangin pesan singkat ini ke handphoneku:
“Perjalanan hidup dari waktu ke waktu adalah perjalanan membuka tabir rahasia. Mungkin kita ga semulia Khadijah, ga setaqwa Aisyah, dan ga setabah Fatimah. Tapi kita hanyalah segumpal daging dan darah berbentuk wanita yang di dalamnya ada kelembutan dan kasih sayang, yang di dalam hatinya punya cita-cita tuk jadi sholehah. Kehidupan mengajarkan kita akan arti kewajiban. Kita cuma sebuah tulang yang bengkok tapi punya niat juga usaha perlahan tuk meluruskannya. Kehidupan menyadarkan kita akan adanya iman dan taqwa serta mengajarkan tuk meniti sabar dan ridho.”
Semoga Allah melindungi hati-hati kita dari sifat takabbur, dengki, ataupun dendam. Biarkan hati ini dihiasi dengan indahnya taqwa agar kekal senyum dan tawa kita. Agar hanya tangis di di dunia yang mengantarkan kita pada syurga-Nya kelak. Amin. Sekali lagi, kucinta kau karena Allah, sizta!!!