Kekurangan itu bisa menjadi karisma tersendiri, Aku bersyukur menjadi diriku, tak ada orang yang sepertiku. Risna, kamu harus beryukur tiap saat yah! Kalo lupa, tilawah hari ini nambah satu lembar. Janji?

Minggu, 15 November 2009

Metamorphosiscinta bicara tentang sebuah perjalanan panjang

Kado terindah yang kuterima

Sungguh, ini adalah kado yang aku terima tanpa sengaja. Kutemukan di balik jendela yang hampir tertutup dan terkunci. Hanya saja ketika hendak mengunci, ada yang berteriak dan menjatuhkan kado itu ke hadapanku dengan sengaja. Hampir saja aku berlari dengan kencang karena begitu tersentaknya melihat kado yang telah tergeletak di hadapanku. “Jangan-jangan isinya adalah bom yang hendak membunuhku.” Ah entahlah, sepertinya aku berlebihan menilai bungkusan itu. Biarlah kucoba untuk mengangkatnya ke dalam rumah. “Belum tentu juga aku suka,“pikirku.
“Oh Tuhan, tapi bagaimana dengan ayah dan ibu? Pasti mereka akan terkejut melihat semua ini?” Bayangkan saja, kamarku yang biasanya bersih dengan perabotan kini dipenuhi dengan benda yang sebelumnya tak pernah dilihat oleh mereka. Hemm, sayang pikirku kalau sampai terkena hujan. Ternyata kata sayang yang kupikir hanya sebatas sumbangsih untuk sebuah penghargaan belaka telah menguak sisi lain dalam hidupku ketika telah membuka isinya. Aku terlanjur membukanya dan hendak apa lagi kalau benda itu tak kugunakan sebagaimana mestinya. Anehnya, semakin hari sayang terhadap benda itu berkembang makin dalam, dan aku tersangkut pada paku yang mengaitkannya. Jika kulepas, berarti ada sisi bajuku yang akan sobek. Dan aku takkan rela melepaskan baju itu dari paku. Maka ketika aku harus pergi, aku takkan meninggalkannya terlalu lama. Aku pasti akan kembali untuk sekedar melihatnya dan memastikan bahwa benda itu dalam keadaan baik-baik saja. Dan tahukah kau, seperti apa bentuknya benda yang begitu kusayang itu? Sungguh lebih berarti dari sekedar computer ataupun sinyal handphone. Lebih menggoda dari harumnya mangga manalagi atau sop buah. Bahkan lebih dibutuhkan dari uang sekalipun. Itu adalah kamu yang senantiasa memberiku spirit dalam tiap langkahku, kamu yang sampai kini bergandengan denganku dengan senyum yang khas, kamu yang membantuku berdiri kala aku sedang jatuh, kamu yang menggopohku ketika aku sedang payah, kamu yang mengingatkanku kala aku sedang lemah, kamu yang menghiburku lembut ketika aku sedang kacau, kamu yang sabar dengan egoku yang kadang melangit, dan kamu yang menjauhkanku dari airmata yang hendak mengucur.

Bahagiakah kau di dekatku?

Kini ketika bahagia itu kurasakan, apakah kau rasakan hal yang sama ketika bertemu denganku? Teringat sebuah artikel berjudul ‘Impian Arini’ seorang gadis tomboy yang merasakan adanya pendeskriminisasian ADK ketika bertemu dengan ADK, dan ADK ketika bertemu dengannya(Arini) dan teman-temannya yang notabenenya tidak berjilbab. Mungkin satu artikel ini mewakili sepuluh atau lebih teman, sahabat sejawat kita. Apakah senyum ini sama lebarnya untuk semua saudara(i)ku? Apakah benar aku sudah adil dan memenuhi hak mereka sebagai saudara? Bagaimana perasaan mereka terhadapku? Apakah mereka bahagia atau was-was jika berada di dekatku? Entahlah. Wallahu A’lam bishshowab.

Fa bi ayyi aalaa irobbikuma Tukadzdzibaan?

Kita lahir dengan dua mata ( didepan :Karenanya kita tidak harus selalu melihat kebelakang. Tapi lihat apa yang akan terjadi didepan kita, masa depan kita. Kita lahir dengan dua telinga, ( satu dikiri dan satu dikanan : Sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi. Mendengar dan mengumpulkan semua keluhan dan cercaan, sehingga terlihat mana yang benar.Kita lahir dengan otak yang terselubung oleh tulang kepala - : Jadi tidak masalah bagaimana miskinnya kita, Kita tetap kaya. Karena tak seorangpun yang dapat mencuri isi kepala kita Yang berupa perhiasan - perhiasan pikiran kita. Kita lahir dengan dua mata, dua telinga dan satu mulut - : Karena mulut adalah senjata yang tajam, dia dapat melukai, menyakiti dan bahkan membunuh. Ingatlah untuk tidak banyak bicara, sebaliknya mendengarlah. Kita lahir dengan satu hati, (jauh tersimpan didalam tulang iga kita): itu mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta dari lubuk hati kita yang paling dalam. Itu baru nikmat yang dirasakan karena kesempurnaan indera kita. Belum lagi seperti oksigen yang tersebar luas hingga kita tidak perlu rebutan untuk bernafas. Pagi yang diciptakan sejuk, lalu siang agar kita tidak selalu merasakan dingin, lalu malam yang diciptakan Allah untuk tidur. Bayangkan saja kalau siang dan malam tidak diciptakan, jangan-jangan karena matahari yang panas akhirnya mampu membakar kulit kita karena suhu yang semakin meninggi. Atau jangan-jangan tubuh kita justru membeku karena malam yang suhunya makin menurun. Subhanallah, Allah telah mengatur semuanya dengan sempurna. Daftar kebaikan Allah tak berhenti sampai di situ, sering-seringlah membaca alqur’an dan terjemahannya besera al-hadits, sistem hidup begitu jelas tertulis. Dan itulah sebenarnya peta kita, hanya tinggal mengikuti arah mana yang harus ditempuh, maka siapapun yang mampu membaca peta dan melewatinya dengan benar, ia lah yang akan mendapat tiket ke surga kelak. Namun berbicara itu sangatlah mudah, aplikasinya yang kadang harus berlika-liku. Tak jarang ada yang mampu membaca peta, namun harus berhenti karena kehabisan bekal. Ada yang sebenarnya tahu maksud peta, tapi pura-pura tidak mengerti maksudnya dan rela mengambil arah yang lain karena bosan dengan petunjuk peta. Naudzubillah. Kita takkan pernah tahu sampai di mana kepercayaan seseorang mampu bertahan sementara ada yang masih merajai keinginan kita yang lainnya selain ingin mengejar sebuah kata “Ridho” dari Allah.

Tak lebih dari sekedar butterfly…

Ya Allah, kupu-kupu itu ciptaan-Mu yang cantik, tapi ketika sayapnya tersentuh ia dengan mudahnya akan terberai dari tubuhnya. MUDAH RAPUH! Yah, Ketika dunia beserta isinya mengusik dan mencoba membuat hatiku terguncang, tak sedikit waktu yang kugunakan untuk memasukkan hatiku ke bengkel, lalu membiarkannya memformat ulang karena ada alat yang telah rusak karena tercabik. Ya Allah, sungguh aku tak setegar anak jalanan, apalagi seperti Fathimah, Aisyah, ataupun khadijah yang membesarkan anak-anaknya di tengah kemiskinan. Aku hanya seperti kupu-kupu yang berusaha terbang dengan indah dan mudah tercabik ketika mencari makan. Seperti matahari dan bulan silih berganti, begitupun hatiku yang masih rentan terkena penyakit hati. Maka, biarkan aku dengan segenap cintaku yang masih rapuh untuk berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan perbuatanku. Karena ku berada di atas janjiMu, semampuku, kuakui bahwa begitu banyak nikmatMu yang engkau anugerahkan kepadaku, dan kuakui segala dosa-dosaku, maka ampunilah aku, ya Rabb…. Maha suci engkau ya Allah dan dengan memujiMu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Amin…

Aku ingin hidup secerah mentari
yang menyinar di taman hatiku
Aku ingin seriang kicauan burung
Yang terdengar di jendela kehidupan
Aku ingin segala-galanya damai
Penuh mesra membuat ceria
Aku ingin menghapus duka dan lara
Melerai rindu di dalam dada
Sedamai mata yang memutih
Sebersit kisah embunan pagi
Dan ukhuwah ini pasti memutih
Menghiasi taman kasih yang mengharmoni
Seharum kesturi seindah pelangi
segalanya bermula di hati
(Saujana: Jendela Hati)



Negeriku masih papa

Ketika orang mengatakan “aku ingin ini”, “aku ingin itu”, dan segalanya ingin ia miliki, sadarkah ada yang lebih membutuhkan dari kita? Penting juga memasukkan teori keinginan dan kebutuhan di mana kebutuhan lebih diutamakan karena jika sampai kebutuhan tidak dipenuhi bisa menimbulkan dampak yang fatal. Sekedar keinginan masih bisa ditunda dan terkadang keinginan yang ditafsirkan tidak lebih dari sekedar nafsu. Ambil saja contoh ketika seorang anak kecil mulai menginginkan handphone blackberry, apa sebenarnya keperluan anak itu dengan handphonenya? Paling hanya untuk bergaya dan main tak jelas. Berbeda dengan makan. Jika tidak makan kita bisa kelaparan dan akhirnya terkena maag. Itulah sebuah kebutuhan. Tetangga kelaparan kita hanya bisa diam dan parahnya makan secara diam-diam agar tetangga tak mendengar ada makanan di rumahnya. Astaghfirullah. Berbicara lebih jauh, mari kita lihat anak-anak yang genjrang-genjreng di seputaran tol, menyebar juga penjual Koran, bahkan anak yang hanya menyodorkan tangan untuk meminta, apa yang kita bisa lakukan? Paling juga hanya memberi seribu rupiah lalu pergi dan tak ingat lagi? Bahkan ada yang cuek dan memarahi mereka. Apakah itu menyelesaikan masalah?
Belum lagi kasus Negara, Kasus Bibit, Chandra, dkk, Antasari-azhar. Apa yang sebenarnya terjadi di negeriku? Ya Allah, tanamkan pada diriku dan saudara(i)ku tekad yang kuat hingga laku yang membangun dan mengembalikan negeriku yang damai. Bila banyak kesalahan yang telah tercipta, biarkan teguran-teguran itu menjadikan kami bertobat. Biarkan hati ini mudah terbuka menerima kebenaranmu, wahai Rabb. Allahumma Amin

Sahabat, duniaku kini tiada cahaya
Hilang entah ke mana
Ketika yang kulalui penuh duri
Bilakah segalanya akan berakhir?
Kedamaian kan muncul kembali
Mengapa tangisan itu masih terdengar lagi?
Ada dia tiada siapa peduli
Sahabatku, bersabarlah dengan ujian tuhan
Kepahitan yang kau lalui pasti berakhir
Kedamaian kan muncul kembali
Mengapa tangisan itu masih terdengar lagi?
Ada dia tiada siapa peduli
Di mana nilai kemanusiaan sebagai hamba tuhan
Hadirlah kedamaian kami memerlukan
Di bumi yang penuh desa
Tumbuh pohon yang subur
(Brother: Kedamaian)


Ketika Tuhan berkata "TIDAK"
(from a source)

" Sebuah Renungan yang sangat INDAH "
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran.Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
"There's a time and place for everything, for everyone.
God works in a mysterious way."

November 13th , 2009/12:17 pm
In my sweet room
Jangan biarkan aku mengerti terlalu dalam akan kejanggalan diriku saat ini
It’s so difficult to me to receive the judgment
Biarkan kujalani apa yang menurutku terbaik saat ini
Dan aku sedikitpun tak ingin melanggar aturan mainnya
Maka ketika aku mulai bengkok, kumohon luruskan aku kembali seperti semula
Ihdinashirothol mustaqim. Amin

Selasa, 29 September 2009

Sizta, Tahukah kau….??? (Rhyzna_Ngel Courtesy)

Metamorphosiscinta. Tersisakah kesombongan akan makna kecantikan setelah mengetahui betapa indah dan rupawannya sarah dan khadijah… Tersisakah makna kesabaran dan kesetiaan setelah mengetahui begitu sabar dan tabahnya siti hajar melakoni hidup bersama putranya Ismail AS yang ditinggalkan Ibrahim As ditengah padang pasir yang tandus. Tersisakah makna keluhuran budi pekerti setelah kemuliaan akhlak Fatimah Az Zahra, apalah yang tersisa dari makna kesempurnaan seorang wanita setelah semuanya terkumpul pada Aisyah binti Abu Bakar. Yang ilmunya melebihi ilmu dari seluruh wanita yan ada dibumi… yang wajah nya bisa menenangkan hati Rasulullah…yang kesuciannya diumumkan oleh Sang Khaliq melalui ayat Al-Qur’an… Apalah lagi yang tersisa dari sekedar penderitaan ketika mengetahui Siti Maryam yang mampu mendidik Isa As di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau seperti Siti Khadijah R.ha, Aisyah R.ha, sayyidina Fathimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan. Pun ketika Siti Asiyah(istri Fir’aun)yang dapat memupuk keimanan Musa AS di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Apalagi sebenarnya yang tersisa dari makna pengorbanan setelah masyithoh mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi sebuah kebenaran.

Degg, nafasku pun tertahan menulis kata-kata ini.. Teringat bahwa terkadang begitu angkuhnya kita akan pujian paras yang tak secantik Sarah dan Khadijah, sombongnya kita akan kebisaan yang hanya secuil, bangganya kita akan kecerdasan yan tak seberapa, bahkan terhanyutnya kita dalam mencari ‘sebuah nama’. Betapa kadang kita tak sabar karena harus menelan butir-butir pahitnya hidup. Astaghfirullah, barulah kusadar, kita bukan siapa-siapa saudariku. Manalah pantas bersanding dengan abdi Allah yang maha taat jika kita pun tak seluhur ‘wanita-wanita wonder woman itu’.

Intro: Sizta, we are nothing

Allahpun berpesan…
Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU berfirman dan jadilah.Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut. AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yang melindungi pria. AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru juga mendukungnya, sebagaimana yang harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah. Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria yaitu hati atau jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru-paru menggenggam nafas kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri disebelahnya dan dipeluk dengan erat.
Engkau adalah malaikat-KU yang sempurna. Engkau adalah gadis kecilku yang cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika aku melihat hatimu. Matamu...jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh. AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU menggengam hatimu dekat dengan hati-KU.
Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yang paling mirip dengan AKU. ADAM berjalan bersamaku dihari dingin dan dia kesepian. Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuh-KU. Dia hanya dapat merasakan-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku, AKU membentuknya didalam kamu. Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-KU. Engkau adalah istimewa, karena engkau adalah perpanjangan tangan-KU.
Pria melambangkan citra-KU, sedangkan wanita melambangkan perasaan-KU. Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati. Jadi pria, perlakukanlah wanita dengan baik, cintailah ia, hormatilah ia karena ia lembut. Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU. Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Wanita, dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah AKU berikan kepadamu. Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.

Closing: Karena ku cinta kau, sizta…!

Sizta, karena kucinta kau, biarkanku menyentuh dan menyapamu,”Apa kabar hari ini?”. Karena kucinta kau, biarkanku terus memegang erat tanganmu sembari berkata,”Sedang apa hari ini?”. Karena kucinta kau sizta, biarkan kututup lenganmu yang kuning langsat dengan jaketku dan pakailah kain tak berbelah ini agar tak susah kau menarik celanamu yang ketat itu. Karena kucinta kau wahai saudariku, biarkan kusingkai rambutmu lalu berbisik, “Kau tampak cantik dengan rambutmu yang halus dan wangi, namun kau lebih cantik andai kau tutup dengan jilbabmu”. Sizta, biarkan kudekap tubuhmu erat dan kunyatakan walau tak dideklarasikan, betapa kucinta kau karena Allah. Biarkan kumengenalmu hingga Allah memisahkan kita sementara dan mempertemukan kita kembali di syurga yang kekal. Sizta, jangan lepaskan pelukanku hingga kubisikkan bahwa syurga Allah itu teramat manis untuk kau gantikan dengan kenikmatan dunia.
Nb: Makasih banget buat yang udah ngelayangin pesan singkat ini ke handphoneku:
“Perjalanan hidup dari waktu ke waktu adalah perjalanan membuka tabir rahasia. Mungkin kita ga semulia Khadijah, ga setaqwa Aisyah, dan ga setabah Fatimah. Tapi kita hanyalah segumpal daging dan darah berbentuk wanita yang di dalamnya ada kelembutan dan kasih sayang, yang di dalam hatinya punya cita-cita tuk jadi sholehah. Kehidupan mengajarkan kita akan arti kewajiban. Kita cuma sebuah tulang yang bengkok tapi punya niat juga usaha perlahan tuk meluruskannya. Kehidupan menyadarkan kita akan adanya iman dan taqwa serta mengajarkan tuk meniti sabar dan ridho.”
Semoga Allah melindungi hati-hati kita dari sifat takabbur, dengki, ataupun dendam. Biarkan hati ini dihiasi dengan indahnya taqwa agar kekal senyum dan tawa kita. Agar hanya tangis di di dunia yang mengantarkan kita pada syurga-Nya kelak. Amin. Sekali lagi, kucinta kau karena Allah, sizta!!!

Minggu, 27 September 2009

Serba-Serbi Cinta (Rhyzna_Ngel Courtesy)


Intro: Aku sakit butuh obat…!
Metamorphosiscinta. Hemm, kata orang kalau lagi sakit,cepet minum obat sebelum tambah parah. Sekarang aku lagi sakit, segeralah berikan aku resep yang ampuh. Sakitku ini nggak bisa disembuhkan dengan resep dokter karena ia bukan sakit biasa. Sakit yang kuderita lebih parah daripada H5N1, kalau sedang kecanduan tak bisa disembuhkan dengan psikotropika sekalipun. Sakitku lebih mengenaskan dari virus HIV, karena ia menyerang seluruh sendi akal sehat bila sedang di puncak. Yang dimainkan bukan lagi tuts piano ataupun dawai gitar, tapi sakitku menyerang hatiku jika tak segera kukontrol. Tahukah kau sobat aku terinfeksi virus apa? Itulah si virus merah jambu atau lebih keren disingkat VMJ. Ya, kita saat ini sedang berbicara tentang cinta. Yah satu kata yang telah mengukir kisah Laila dan Majnun. Satu kata yang membuat terciptanya berlembar-lembar syair indah nan menawan. Satu kata yang membuat sekian juta orang tertawa dan menangis. Satu kata yang bila disebut takkan habis cerita untuk dikisahkan. Sayangnya banyak yang telah salah mengartikan makna cinta. Banyak pemuda rela bunuh diri atas nama cinta. Astaghfirullah!

WARNING!!!
Beberapa kali kuharus menelan ludah karena harus menyaksikan dan mendengar sendiri tingkah polah sang ‘pecinta’. Kesekian kalinya hampir muntah kudibuatnya karena mendengar kata seperti ini, “Aku cuma mau bilang aku suka kamu sudah lama”, “aku nge-fans banget sama kamu”, “Aku sayang, cinta banget sama kamu!” Huhh, sabar coy, aku nggak nyiapin plastik nih. Tapi yang begitu udah biasa, ada lagi nih yang lebih parah bin mematikan. Nggak pacaran tapi terjebak dalam ‘romantika Rumah tangga belum saatnya’. Simak contohnya melalui bocoran sms ini:

Ilustrasi oknum:
Co: Masih berburu ilmu calon ust
Ce: berjilbab rapi dan mulai rapat

Co :“Tungguin aku ya, aku masih belanja nih!”
Ce : “Mank kamu di mana?”
Co : “Kan katanya si kecil nangis, lagi butuh susu!”
Ce : “Kenapa mesti ditungguin?
Co : “Loh Istriku, ntar sapa yang bukain pintu?”
Ce : “Yee, kapan ijab qabulnya sih? lelah deh!”

Atau yang seperti ini
Co : “Eh, buatin aku sayur dong?”
Ce : “Yee, enak aja, emang aku istrimu?”
Co : “Eh sorry, biz istriku lagi ngambek sih!”
Ce : “Sapa istrimu? Kok nggak dikenalin sama aku?”
Co : “Nih yang lagi baca sms!”
Ce : (senyam-senyum sendiri)

Gilee, lebih parah kan? Memang bener cuma canda, tapi kalau lama-lama bisa beneran masuk ke hati lho. Lama-lama bakal janjian dah tu buat nikah. Coba deh buka artikel bulan Agustus edisi “Warning: Obral Janji, No way!” buat tahu resikonya janji nikah.
Lalu pertanyaannya,“Apa yang bisa kulakukan? Tentu ada, saat ini seperti yang pernah kutuliskan dalam salam redaksi sebuah majalah kampus,”Menulis berarti bergerak, merubah, menggertak, dan berontak. Saat ini aku sedang Berontak. Berontak akan adanya penyebarluasan VMJ. Menggertak sms-sms nakal yang mungkin saja aku yang mengetiknya. Astaghfirullah, biarlah tulisan ini menjadi peringatan bagiku agar tak main-main dengan sesuatu yang belum ada kepastiannya. Biarlah ia menjadi pelajaran juga untukmu.

Manajemen cinta versi metamorphosiscinta: I just Repeat…!
Sesungguhnya cinta itu tidak membebani
Tidak pula menyiksa
Seseorang yang mencintai tidak akan membiarkan yang dicintai terluka
Apalagi membuatnya terbebani hingga menangis pilu karena cinta
Sesungguhnya orang yang mencintai tidak akan membiarkan ibadah yang dicintai terganggu karena terpikir oleh beban rasa
Tidak pula ingin merusak hatinya
Percayalah dengan ketetapan Allah
Karena Allah telah mengatur segalanya…
Menyatakan cinta ataupun gombal-gombal nggak jelas sebenarnya cuma ngebuat satu sama lain terbebani. Bener aja orang yang sedang mabuk kepayang dengan cinta mengalami sakit yang amat parah. Gimana nggak parah? VMJ bisa meluluhlantahkan si panglima hati. Gimana nggak kecanduan, kalau kenyataannya tiap hari sms dan telpon selalu dinantikan. Gimana nggak mengenaskan, virus ini bisa menjalar hingga membuat lupa akan kewajiban. Boro-boro pengen konsen sholat, tilawah, dan dzikir, makan aja nggak tenang karena nungguin sms yang nggak jelas.
1. Cinta nggak ada logika?
Kata siapa cinta nggak ada logika? Bohong besar kalau tiba-toba jatuh cinta, kita nggak bisa ngelak. Jadi teringat kata-kata salah satu magician The Master,”Sebenarnya perasaan itu kamu sendiri yang mendalaminya hingga kamu masuk ke dalam jurang perasaanmu sendiri.” Coba aja kalo kamu nggak terus mikirin dan ngedalemin apa yang kamu rasain, ya STOP deh otak kamu buat mikirinnya, Cinta nggak pernah menyerang tiba-tiba tanpa ada persetujuan antara hati dan pikiran.
2. Pilih cinta yang mana?
Adegan cinta 1:
Karena perenungannya akan dalamnya cintanya pada si A, dan banyak yang ingin meraih cinta sang pujaan, iapun membulatkan tekad untuk menyatakan cintanya dengan segera. Persiapanpun telah matang, tapi apa yang kemudian ia dapatkan? Penolakan! Karena ternyata ada yang telah mendahuluinya untuk mengungkapkan perasaannya. Hidupnya pun menjadi tak bergairah. Tak ada semangat yang tampak darinya. Sedangkan si A tertawa riang dengan kekasihnya.
Adegan cinta 2:
Karena perenungannya yang dalam akan nikmat yang ia terima, iapun segera memutuskan untuk mencintai yang menciptakan segalanya untuknya, sang khalik. Ketika sedang payah, iapun segera mengambil sajadah di balik kamarnya yang sempit. Ia adukan semua masalahnya, dan tenanglah jiwanya. Ia merasakan sang Kekasih begitu mencintainya walaupun banyak yang mesti Ia urus, Ia tak pernah lupa akan kebutuhan yang bersangkutan.
Katakan padaku kau pilih yang mana? Sang pujaan hati yang tak memberikan solusi ketika sedang payah atau Allah yang maha menerima segala keluh kesah hamba-Nya. Tak ada tandingannya kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita yang telah menciptakan dunia beserta isinya, mengajarkan manusia untuk berbicara, sedangkan hewan dibiarkan dengan bahasanya sendiri hingga tak ada pertengkaran antara semut yang kecil dan manusia yang raksasa. Menumbuhkan berbagai macam tumbuhan, hingga manusia dapat merasakan kesejukan, Mengatur benda-benda langit hingga berputar secara teratur. Lalu ketika berbuat salah, Dia memperingatkanmu dan akan berlari mengejarmu bila kau coba merangkak ke hadapan-Nya. Ia telah sediakan surga yang airnya mengalir dan tak membuat haus selamanya hanya untuk hamba-Nya, lalu nikmat mana yang kau dustakan? Ia mencintaimu walau kau jarang mengingat apalagi bersyukur pada-NYa?

3. Pacaran abiz nikah itu indah
Jangan pernah takut coy nggak dapat pasangan hidup. Walau nggak di dunia, pasti Alla sudah menyediakannya di zamanMasa’ masih pacaran? Ah cemen, cuma nambah dosa ah. Nonton infotainment ga? Itu lho tentang pernikahan Hanung sama Sazkia. Katanya si Hanung,”Pacaran abiz nikah itu indah, yang tadinya kita cemas nggak berani pegang-pegang, setelah menikah semuanya bisa dilakuin.”
Emang bener tuh katanya Mas Hanung, Allah maha tahu akan kebutuhan manusia. Dia telah mengatur segalanya bahkan kebutuhan cintapun telah diatur dengan seksama oleh-Nya.
Nggak bisa neng? Kalau kena syndrome cinta, ya cinta aja!
Eitt, coy.. coy, udah dibilang cinta nggak mungkin tiba-tiba jatuh dari langit. Kamu cuma tinggal menata aja kok, biar semua berakhir dengan indah. Yakinlah, Allah punya rencana yang indah untuk semua urusan manusia di dunia. Kalau saat ini masih jomblo atau bujangan, mungkin Allah lagi ngasih kamu kebebasan buat ngelakuin hal positif yang kamu bisa sebelum ada yang bakal ngelarang kamu. Nggak asik juga kan masih bujangan, eh si pacar ngelarang ini dan itu. Padahal ada banyak kewajiban yang masih menantimu dan menuntut jiwa mudamu seperti kata Hasan al-banna, “sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak kalian.”
Ingat coy, sesungguhnya waktu yang kita punya nggak lebih banyak dari tugas-tugas yang udah menanti.

4. Lebih nge’trend daripada sekedar pacaran
Udah nonton film ayat-ayat cinta atau KCB kan? Yang nge-trend N bisa ditiru itu gaya kenalan pra-nikahnya Mereka nggak pacaran kan? Cuma pake acara ta’aruf. Tau nggak ta’aruf itu gimana? Belum tahu? Tenang coy, kulampirkan potongan artikel yang ada di Bunga Rampai 5 ini dengan maksud berbagi. (semoga nggak dianggap lancang dan sobat nggak mikir macam-macam ya karena aku udah baca nih artikel, kan tulisan ini juga sarana berbagi karena banyak yang masih bertanya-tanya tentang gimana sih ta’aruf itu).
Pertama, ta'aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta'arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta'aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta'ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.

Kedua, ta'aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).

Ketiga, dengan ta'aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?

Keempat, melalui ta'aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.

Kelima, kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta'aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan "digantung" pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.

Keenam, dalam ta'aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.


NB: maafin aku kalau masih banyak kekurangan. Walau hanya bermodalkan membaca sedikit referensi artikel, semoga tak mengurangi tujuannya. Gunakan waktu penantianmu dengan jalan yang di ridhoi Allah. Subhanaka allahumma wa bihamdika Asyhadu anlaa Ilaaha Illa anta astagfiruka wa atubu ilaika.


23 September 09
03 syawal 1430 H
Terselesaikan 01:44 Wita di kamar diiringi instrument harfa
Kutulis hanya untuk menjadi perisai diriku sendiri juga untukmu yang telah membaca artikel ini

Minggu, 06 September 2009

Romantic: Nyanyian Berjuta Rasanya (Rhyzna_Ngel Courtesy)


Metamorphosiscinta. Fyuhh, baru kali ini gue denger nyanyian merdu banget. Sampe-sampe gue pengen teriak sangking ngefansnya sama nih lagu. Lagunya punya sejuta ekspresi. “wuihh keren gila nih lagu!” Terkadang kudengar dia sedang merayu. Suaranya mendayu-dayu lembut hingga hatiku bergetar ingin bertemu kasihku. Tak jarang kudengar ia sedang memuji hingga wajahku pun memerah karena kurasakan getar cintakupun begitu menyala-nyala untuk yang terkasih. Nyanyian itu tiba-tiba memelas. Mengharap yang terkasih mau memberikan sedikit belas kasihnya. Tak lama nyanyian itu seakan-akan sedang mengeluh. Diapun berkeluh kesah di hadapan kasihnya. Ia meminta perlindungan anti karat agar cintanya tak usang dimakan waktu. Begitu syahdu nyanyian itu hingga aku tak berani bergerak sedikitpun. Ia telah menyihirku hingga akupun masuk ke dalam dimensi keteguhan cinta. Nyanyian itu telah membuatku tak ingin berpaling darinya. Eiit tapi tunggu, kali ini ia menggertak. Ia membuatku takut akan deritaku suatu hari nanti jika aku tak menuruti keinginan yang terkasih. Tergambar kegeraman dari suara dan liriknya. Sungguh, benar-benar menunjukkan kekesalan dan kemarahan. Namun mengejutkan bagiku nyanyian itu tiba-tiba malam ini ia seperti merintih hingga membuatku nyaris terkapar mengikuti kesakitannya. Nyanyian itu telah benar-benar menyayat hatiku karena kali ini vocalis begitu lesu mengumandangkannya. Tak ada lagi hiruk pikuk penonton yang meriah untuk menyambutnya. Apakah itu pertanda keletihan dalam bernyanyi? Ah, aku nggak mau kehilangan nyanyian itu. Karena kuyakin nyanyian itu tidak diada-ada. Seperti lagu Joy,”Semua karena cinta,”nyanyian inipun tercipta karena cinta. Cinta yang takkan terpisahkan karena begitu murni dan dalam. Cinta itu begitu nyata untuk semua ciptaan-Nya. Temukan dahsyatnya nyanyian ini dalam syahdunya adzan dan damainya shalatmu. Gue berani jamin nggak ada yang lebih indah suaranya selain mengumandangkan adzan dan ayat-ayat Allah. Subhanallah. Maha suci Allah yang telah mengizinkan kita mengumandangkan ayat-ayat-Nya.

(Tarawihku yang tak terlupakan. 17 Ramadhan 1430 Hijriah. 00:32 Wita. Di kamar Bersama nyanyian cinta sang vokalis pengagum Rabbnya)

Rabu, 02 September 2009

BENUA ATLANTIS YG HILANG ITU BERNAMA... INDONESIA! Oleh : Aulia Agus Iswar

Pren, pada pernah denger cerita ttg Atlantis khan? Itu tuh, yang katanya negeri besar yang sangat megah dan jaya. Jadul (jaman dulu) Atlantis itu menjadi pusat peradaban dunia, tepatnya puluhan ribu tahun yang lalu. Walaah, kita masih di alam arwah, belum lahir ya, kepikiran aja belum kali. Kata Plato (427 - 347 SM) puluhan ribu tahun yang lalu itu gunung berapi meletus bareng-bareng, menimbulkan gempa, es mencair, dan banjir gede. Akibatnya nih, sebagian permukaan bumi tenggelam alias hilang. Nah, salah satu yang hilang itu adalah Negeri, lebih tepatnya, Benua Atlantis. Yap, mangkanye nih kita sering denger "Atlantis yang Hilang".
Tapi tau ga, Pren? Sekarang Benua Atlantis itu dah ketemu, maksudnya dah diketemuin. Mana? Koq ga keliatan? Ya Allah, segede gini ga keliatan? Nih, simak hasil penelitian Aryso Santos (2005). Menurut dia Benua Atlantis itu ternyata adalah bumi yang sekarang kita injak-injak, ih..kasar banget sich, maksudnya bumi yang kita menginjakkan kaki di atasnya ini. Ah, yang bener nih? Gimana caranya coba? Jadi Mas Santos ini ngebandingin 33 hal (termasuk luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani) antara kondisi fisik Benua Atlantis sama kondisi fisik Indonesia sekarang. Ternyata sama tuh. Luas wilayah Atlantis jadul terbentang dari Selatan India, terus Sabang sampe Merauke (kayak lagu aja..). Ribuan pulau di Indonesia sekarang, jadul-nya menyatu. Mungkin karena penghuninya telah lupa padaNya, bergelimang dosa dan berhura-hura, azab Allah pun turun. Dan terjadilah bencana besar itu, gunung berapi meletus bareng-bareng. Dahsyat, Maan! Sebagian daratan tenggelam dan jadi lautan. Sebagiannya lagi bakal jadi pulau-pulau kayak sekarang.
Nah, Pren. Coba renungin nih! Indonesia katanya sarang koruptor, sarang teroris, tukang bikin dosa (di mana mangkalnya ya?), terbelakang, utangnya bejibun, makannya banyak, males, ngantukan, telatan, tukang nyontek; waduh! Bener ga sich? Emang bener sich, tapi moga-moga yang ngebaca nih tulisan ga kayak gitu yak. Itu kondisi sekarang. Tapi jadul Indonesia, yang kata Mas Santos tadi adalah Atlantis, pernah menjadi pusat peradaban dunia, Cing! Berarti nih Indonesia jadul dihuni oleh orang-orang yang hebat dan maju. So, para sesepuh kita keren-keren donk?
Jadi sekarang gimana, Pren? Bangga donk kita kalo gitu. Tapi apa cukup bangga doank? Nggak khan? So, kita kudu berubah (saatnya berubah!). Kita kudu semangat, disiplin, kerja keras, belajar yang banyak, ta'at beribadah, jauhi perbuatan dosa. Intinya kita harus menjadi mu'min yang sejati gituu.. Spiritnya donk spiriiittt! Biar kejayaan Atlantis terulang kembali di Indonesia ini. Dan yang lebih penting lagi, karena jumlah muslim terbesar dunia ada di sini, peradaban muslim Indonesia bakalan maju dan jaya.
OK, Pren. Jadul aja bisa, kenapa sekarang enggak!? Tul khan? (a2i)
TAHUKAH KAMU?
Jalannya (Pergeseran) Benua
Allah Berfirman : "Dan apakah kamu kira gunung-gunung itu diam di tempat? Padahal gunung-gunung itu berjalan seperti jalannya awan..." (Q.S. an Naml : 88).
Gunung-gunung itu menempel di bumi, dalam hal ini benua. Jadi, benua pun berjalan atau bergeser. Ini kata Allah. Gimana kata ilmuwan? Sudah dibuktikan secara ilmiah, lempeng benua itu berjalan (bergeser) tiap tahun sejauh 10-15 cm. Klop khan? Subhanallah...

Senin, 31 Agustus 2009

LINCAH(Lintas Cahaya): My Honey Got Trouble, Jangan-jangan…….. (Rhyzna_Ngel Courtesy)

Metamorphosiscinta. Mendung tak berarti hujan. Ungkapan pepatah ini kembali membuatku harus menarik ulur kejadian demi kejadian yang menimpaku. Yah, sebenarnya ini bukan benar-benar sebuah musibah, tapi lebih tepatnya PERINGATAN. Bagaimana tidak, pagi itu(20/08) di kampus yang masih dikabuti asap-asap kecil kendaraan, aku harus disibukkan dengan ulah si “Honey”. Sebelum kudapati masalah itu, kutarik meja dan kursi untuk menyiapkan posko pelayanan informasi mahasiswa baru di kawasan parker dosen. Yah, ini adalah waktu-waktu terakhir registrasi mahasiwa baru (maba), di mana semua lembaga/organisasi baik dari jurusan atau fakultas menerjunkan prajuritnya untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada seluruh mahasiswa baru, termasuk juga lembaga/organisasiku. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk mereka yang tentu begitu asing dengan suasana perkampusan, apalgi bagi mereka yang berasal dari luar daerah. Paling tidak, usaha kami ini dapat membuat mereka tidak kewalahan akan ruwetnya alur registrasi itu. Yah, kupilih parkiran dosen sebagai tempat mangkalku karena tempat itu cukup representative untuk didatangi mahasiswa baru. Kusediakan berbagai macam ATK di meja itu, lem, isolasi, gunting, dan segala macam peralatan yang akan dibutuhkan maba. Kutaruh juga selebaran yang dibuat panitia berisikan informasi lengkap tata cara registrasi dengan tetep bengek pembebanan biaya masing-masing fakultas. Kuspelipkan juga beberapa kertas berisikan selayng pandang untuk mengenalkan lembaga/organisasi kami pada mereka agar ketika perkuliahan dimulai, mereka tak lagi asing mendengan lembaga/organisasi kami disebut. Tak lupa kutaruh sepasang buku tamu, masing-masing untuk laki-laki dan wanita tepat di ujung tengah meja agar mahasiswa baru dapat dengan mudah mengisikan biodatanya di situ sembari menanyakan kebingungan mereka. Oh ya, satu lagi, papan bertuliskan PINK MABA (POSKO INFORMASI DAN KONSULTASI MAHASISWA BARU) segera kukeluarkan dari markas sebagai penanda ada perhentian di sini untuk segala macam info yang dibutuhkan.
Hmm, semua sudah selesai. Hanya tinggal menunggu wajah-wajah penanya saja. Mumpung masih sepi, kuajak si “honey” keluar dari persembunyiannya. Kusentuh dan tekan tombol bulayt kecil tubuhnya untuk membuatnya mampu bercengkerama dneganku. Sepertinya ia akan bersamaku dua jam ke depan tanpa harus menyambungkannyake aliran yang m\siap mengisinya kembali. Aku sudah mempersiapkannya sejak malam tadi agar dia tak cepat drop bersamaku. Kuberikan ia kurang lebih dua jam asupan suplemen di dalam tubuhnya. Akhirnya, dia mulai menampakkan kerinduannya padaku (kayaknya ada yang ge’er nih). Tulisan Windows XP mulai Nampak di layarnya. LOADING….
Huppz, tunggu, loadingnya lama banget hingga mucul tulisan press F2 to utility di bagian kiri ujung bawah layar. Kuturuti apa yang dikehendaki olehnya. Empat detik berikutnya, mucul tulisan-tulisan yang aku tak mengerti maksudnya. Tertulis semacam info tentang si “Hiney” seperti jenis windows yang dipakai, kapasitas,d an lain-lain yangs ama sekali tak masuk ke dalam otakku. Aku tak mau ambil pusing, kutekan lagi powernya untuk mematikannya dengan harapan setelah menyalakannya kembali, si “honey akan kembali seperti sedia kala. Okey, dia mati dan kunyalakan kembali powernya. Kutunggu responnya tapi tenyata hasilnya sama. Kulakukan hal yang sama hingga beberapa kali dan yang terakhir kubiarkan ia bekerja sendiri tanpa mengutak-atik F2. Kali ini kutunggu dengan perasaan was-was dan gelisah.
“Mba, numpang nanya!” sosok pria yang rupanya maba itu mengalihkan konsentrasiku.
“Iya, kenapa?” sahutku singkat
Rupanya ia masih harus meminta tanda tangan pengajar wali untuk kartu rencana studinya. Maka kutunjukkan ia lokasi di mana pengajar wali itu berada (baca: ruang dosen). Ia pun mengangguk-angguk dan segera berlalu dari hadapanku seraya berucap terima kasih. Setelah menyodorkan sedikit senyuman padanya, kualihkan kembali mataku ke layar si “honey yang baru kunyalakan lagi tanpa memainkan keyboardnya. Namun apa yang terjadi? Tulisan-tulisan aneh kembali muncul d layarnya. Aku tak menanngkap pesannya karena aku belum benar-benar mengerti dunia si “Honey”. Bebrapa kata yang sempat kuterjemahkan, “Operasi gagal”. Hmm, ku urut dadaku sembari kembali mematikannya. Kuelus-elus si “Honey” sebentar dan menekan tombol powernya lagi. Hal yang sama terjadi lagi, tapi kali ini kudiamkan saja.”Diemin aja dulu, ntar juga baik sendiri,” nasehat rekanku yang menemani menjaga posko.
“Mba, balikin KRSnya di mana?”
“Mba, Pak Blablablanya ada?”
“Mba, tahu kapan masuk Kuliah?”
Pertanyaan-pertanyaan itu terjawab dengan cepat, namun tidak dengan si “Honey”. Kulirik ia, ah ternyata tak ada perkembangan yang menggembirakan. Dia benar-benar ngambek padaku.
Jangan-jangan aku terlalu diforsir menggunakannya, mengajaknya bermain tapi kelelahannya tak kuperhatikan. Jangan-jangan aku terlalu lama berduaan dengannya, hingga kerjaan yang lainpun lambat selesainya. Jangan-jangan aku terlalu asyik dengannya, sampai-sampai shalatku saja kadang telat karena enggan meninggalkannya. Jangan-jangan cintaku telah terbagi dengannya, hingga mengabaikan Allah yang senantiasa memberikan cinta-Nya untukku. Jangan-jangan karena Facebook, aku jadi lalai. Astaghfirullah, Betapa aku tak tahu diri pada-Nya. Sudah tahu bahwa diriku bukan apa-apa di mata-Nya, masih saja terlalu asyik dengan yang lain. Melambung tinggi dengan dunia si “Honey”. Alhamdulillah, Allah masih sayang terhadapku, hingga Ia tak ragu memberiku sebuah peringatan. Peringatan agar aku tak lena akan nikmatnya suguhan dunia. “Honey, jangan rusak lagi ya!”

WARNING: OBRAL JANJI? NO WAY… (Rhyzna_metamorphosiscinta)

Metamorphosiscinta. Geram sekali rasanya mendengar ikatan-ikatan yang berusaha dilontarkan oleh sang pencinta untuk yang dicintainya. Ingin kukecam oknum-oknum terkait karena telah melakukan penindasan. Memang benar, penindasan ini bukan penindasan fisik yang menyakiti tubuh. Lebih dari itu, penindasan ini lebih berbahaya karena ia akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kekuatan seseorang. Telah berani-beraninya ia menyerang kunci utama penggerak nurani manusia. Itulah penindasan hati, dimana pertama-tama ia akan membuat noda hitam di hati hingga berakar, lalu menyusup pada keimanan seseorang, hingga sampailah ia dipermukaan, hidup jadi tak tenang, makan jadi tak teratur, tidurpun tak lelap.
Seorang sahabat sebut saja si E mengaku telah diminta seseorang untuk menunggunya hingga ia lulus dari studinya untuk meminang si E. Atau seorang teman, sebut saja si K yang memberikan janji untuk menikahi seorang gadis tapi dalam tempo bebrapa tahun ke depan. Astaghfirullah, aku tak habis pikir mengapa banyak oknum yang memberikan pernyataan “minta ditunggu” seperti itu dan sialnya sang korban mengamini permintaan untuk menunggu. Sudah nggak percaya sama jodoh atau gimana? Lupa ya, Allah sudah nulis jodoh semua makhluknya di lauhul mahfudz? Betapapun kuatnya janji, kalau suatu saat ternyata bukan jodoh, mau di apa? Marah, kesal, sedih, kecewa? Atau mau bunuh diri sekalian? Nambahin dosa aja lu, mas, non!
Coba deh mikir beban yang sama-sama disandang setelah menyatakan sepakat dengan perjanjian itu. Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, hati jadi tak tenang karena terlalu gelisah menanti ia yang tak pasti, makan dan tidurpun jadi tak lelap mikirin si do’i yang entah tahun ke berapa ia akan menepati janjinya. Untung-untung kalau ditepatin, kalau datang-datang ia sudah bawa 3 anak, mau gimana? Sudah ibadah terganggu, tubuh kurus kering, dan kulit jadi keriput karena menunggu terlalu lama. Hmm, kenapa sih mesti pake janji-janji segala? Kenapa nggak langsung datang ke ortu aja kalau memang yakin itu jodohmu? Untuk yang cewek, kenapa sih suka nggak tegas kalau dapat janji-janji cowok yang belum tentu jodohmu itu. Kalau memang kalian berniat untuk married, marriedlah dengan segera. Atau diam, jangan nyatakan, tinggalkan, dan istighfar jika membuat satu sama lain terusik dan tersiksa tentunya. Untuk apa diungkapkan sekarang kalau belum siap membina rumah tangga? Alasan saling mengenal terlebih dahulu, pedekate, dan penjajakan sudah nggak zaman, mas! Sekali lagi, itu hanya akan membuat ibadah terganggu. Buktinya, ada nggak pacaran yang mampu menghindari masalah cemburu, marah, berantem, nangis, dan kecewa? Yang ada shalat jadi nggak khusyuk karena mikirin si do’i sekarang jalan bareng siapa, jangan-jangan si do’i selingkuhin aku, jujur nggak dia sama aku, sayang nggak dia sama aku? Wheuuuk, su’errr deh aku pengen muntah nulisnya.
Bener aja, beberapa dari oknum tidak menempuh masa pacaran, tapi kata-kata “Kamu mau nggak nunggu aku beberapa tahun lagi?” sama aja penghancurannya. Sedikit banyaknya pasangan ini akan mulai terpikirkan satu sama lain sembari menanti. Betapa aku menyayangkan karena pelaku yang tertangkap olehku adalah yang tekun belajar agamanya. Tapi kenapa masih menggampangkan soal rasa? Takut si dia diambil? Wah bro gaswat, itu tandanya kamu nggak bener-bener percaya sama ketentuan Allah. Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untukmu. Tentu dengan cerminan dirimu sendiri. Jika kamu baik, maka baik pulalah jodohmu, dan begitupun sebaliknya.
Sekali lagi aku takkan bosan mengatakan wa bil khusus untuk kaum Adam,”JANGAN SUKA OBRAL JANJI!” karena wanita mengedepankan hatinya, sekali ia menangkap sukar baginya untuk melepaskan. Nggak kasihan sama si cewek? Mau jadi Playboy, Mas? Jadul banget cara loe. Hadapin sini gue (wuiih nantang nih, kidding bro!). Kaum hawapun begitu, jangan mudah percaya dengan janji. Jaga hatinya biar nggak kotor dan semoga Allah selalu menunjuki jalan-jalan yang lurus bagi kita semua. Amin.
*********
Sesungguhnya cinta itu tidak membebani
Tidak pula menyiksa
Seseorang yang mecintai tidak akan membiarkan yang dicintai terluka
Apalagi membuatnya terbebani hingga menangis pilu karena cinta
Sesungguhnya orang yang mencintai tidak akan membiarkan ibadah yang dicintai terganggu karena terpikir oleh beban rasa
Tidak pula ingin merusak hatinya
Percayalah dengan ketetapan Allah
Karena Allah telah mengatur segalanya….