Kekurangan itu bisa menjadi karisma tersendiri, Aku bersyukur menjadi diriku, tak ada orang yang sepertiku. Risna, kamu harus beryukur tiap saat yah! Kalo lupa, tilawah hari ini nambah satu lembar. Janji?

Senin, 31 Agustus 2009

LINCAH(Lintas Cahaya): My Honey Got Trouble, Jangan-jangan…….. (Rhyzna_Ngel Courtesy)

Metamorphosiscinta. Mendung tak berarti hujan. Ungkapan pepatah ini kembali membuatku harus menarik ulur kejadian demi kejadian yang menimpaku. Yah, sebenarnya ini bukan benar-benar sebuah musibah, tapi lebih tepatnya PERINGATAN. Bagaimana tidak, pagi itu(20/08) di kampus yang masih dikabuti asap-asap kecil kendaraan, aku harus disibukkan dengan ulah si “Honey”. Sebelum kudapati masalah itu, kutarik meja dan kursi untuk menyiapkan posko pelayanan informasi mahasiswa baru di kawasan parker dosen. Yah, ini adalah waktu-waktu terakhir registrasi mahasiwa baru (maba), di mana semua lembaga/organisasi baik dari jurusan atau fakultas menerjunkan prajuritnya untuk memberikan pelayanan dan informasi kepada seluruh mahasiswa baru, termasuk juga lembaga/organisasiku. Kami berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk mereka yang tentu begitu asing dengan suasana perkampusan, apalgi bagi mereka yang berasal dari luar daerah. Paling tidak, usaha kami ini dapat membuat mereka tidak kewalahan akan ruwetnya alur registrasi itu. Yah, kupilih parkiran dosen sebagai tempat mangkalku karena tempat itu cukup representative untuk didatangi mahasiswa baru. Kusediakan berbagai macam ATK di meja itu, lem, isolasi, gunting, dan segala macam peralatan yang akan dibutuhkan maba. Kutaruh juga selebaran yang dibuat panitia berisikan informasi lengkap tata cara registrasi dengan tetep bengek pembebanan biaya masing-masing fakultas. Kuspelipkan juga beberapa kertas berisikan selayng pandang untuk mengenalkan lembaga/organisasi kami pada mereka agar ketika perkuliahan dimulai, mereka tak lagi asing mendengan lembaga/organisasi kami disebut. Tak lupa kutaruh sepasang buku tamu, masing-masing untuk laki-laki dan wanita tepat di ujung tengah meja agar mahasiswa baru dapat dengan mudah mengisikan biodatanya di situ sembari menanyakan kebingungan mereka. Oh ya, satu lagi, papan bertuliskan PINK MABA (POSKO INFORMASI DAN KONSULTASI MAHASISWA BARU) segera kukeluarkan dari markas sebagai penanda ada perhentian di sini untuk segala macam info yang dibutuhkan.
Hmm, semua sudah selesai. Hanya tinggal menunggu wajah-wajah penanya saja. Mumpung masih sepi, kuajak si “honey” keluar dari persembunyiannya. Kusentuh dan tekan tombol bulayt kecil tubuhnya untuk membuatnya mampu bercengkerama dneganku. Sepertinya ia akan bersamaku dua jam ke depan tanpa harus menyambungkannyake aliran yang m\siap mengisinya kembali. Aku sudah mempersiapkannya sejak malam tadi agar dia tak cepat drop bersamaku. Kuberikan ia kurang lebih dua jam asupan suplemen di dalam tubuhnya. Akhirnya, dia mulai menampakkan kerinduannya padaku (kayaknya ada yang ge’er nih). Tulisan Windows XP mulai Nampak di layarnya. LOADING….
Huppz, tunggu, loadingnya lama banget hingga mucul tulisan press F2 to utility di bagian kiri ujung bawah layar. Kuturuti apa yang dikehendaki olehnya. Empat detik berikutnya, mucul tulisan-tulisan yang aku tak mengerti maksudnya. Tertulis semacam info tentang si “Hiney” seperti jenis windows yang dipakai, kapasitas,d an lain-lain yangs ama sekali tak masuk ke dalam otakku. Aku tak mau ambil pusing, kutekan lagi powernya untuk mematikannya dengan harapan setelah menyalakannya kembali, si “honey akan kembali seperti sedia kala. Okey, dia mati dan kunyalakan kembali powernya. Kutunggu responnya tapi tenyata hasilnya sama. Kulakukan hal yang sama hingga beberapa kali dan yang terakhir kubiarkan ia bekerja sendiri tanpa mengutak-atik F2. Kali ini kutunggu dengan perasaan was-was dan gelisah.
“Mba, numpang nanya!” sosok pria yang rupanya maba itu mengalihkan konsentrasiku.
“Iya, kenapa?” sahutku singkat
Rupanya ia masih harus meminta tanda tangan pengajar wali untuk kartu rencana studinya. Maka kutunjukkan ia lokasi di mana pengajar wali itu berada (baca: ruang dosen). Ia pun mengangguk-angguk dan segera berlalu dari hadapanku seraya berucap terima kasih. Setelah menyodorkan sedikit senyuman padanya, kualihkan kembali mataku ke layar si “honey yang baru kunyalakan lagi tanpa memainkan keyboardnya. Namun apa yang terjadi? Tulisan-tulisan aneh kembali muncul d layarnya. Aku tak menanngkap pesannya karena aku belum benar-benar mengerti dunia si “Honey”. Bebrapa kata yang sempat kuterjemahkan, “Operasi gagal”. Hmm, ku urut dadaku sembari kembali mematikannya. Kuelus-elus si “Honey” sebentar dan menekan tombol powernya lagi. Hal yang sama terjadi lagi, tapi kali ini kudiamkan saja.”Diemin aja dulu, ntar juga baik sendiri,” nasehat rekanku yang menemani menjaga posko.
“Mba, balikin KRSnya di mana?”
“Mba, Pak Blablablanya ada?”
“Mba, tahu kapan masuk Kuliah?”
Pertanyaan-pertanyaan itu terjawab dengan cepat, namun tidak dengan si “Honey”. Kulirik ia, ah ternyata tak ada perkembangan yang menggembirakan. Dia benar-benar ngambek padaku.
Jangan-jangan aku terlalu diforsir menggunakannya, mengajaknya bermain tapi kelelahannya tak kuperhatikan. Jangan-jangan aku terlalu lama berduaan dengannya, hingga kerjaan yang lainpun lambat selesainya. Jangan-jangan aku terlalu asyik dengannya, sampai-sampai shalatku saja kadang telat karena enggan meninggalkannya. Jangan-jangan cintaku telah terbagi dengannya, hingga mengabaikan Allah yang senantiasa memberikan cinta-Nya untukku. Jangan-jangan karena Facebook, aku jadi lalai. Astaghfirullah, Betapa aku tak tahu diri pada-Nya. Sudah tahu bahwa diriku bukan apa-apa di mata-Nya, masih saja terlalu asyik dengan yang lain. Melambung tinggi dengan dunia si “Honey”. Alhamdulillah, Allah masih sayang terhadapku, hingga Ia tak ragu memberiku sebuah peringatan. Peringatan agar aku tak lena akan nikmatnya suguhan dunia. “Honey, jangan rusak lagi ya!”

WARNING: OBRAL JANJI? NO WAY… (Rhyzna_metamorphosiscinta)

Metamorphosiscinta. Geram sekali rasanya mendengar ikatan-ikatan yang berusaha dilontarkan oleh sang pencinta untuk yang dicintainya. Ingin kukecam oknum-oknum terkait karena telah melakukan penindasan. Memang benar, penindasan ini bukan penindasan fisik yang menyakiti tubuh. Lebih dari itu, penindasan ini lebih berbahaya karena ia akan menghancurkan seluruh sendi-sendi kekuatan seseorang. Telah berani-beraninya ia menyerang kunci utama penggerak nurani manusia. Itulah penindasan hati, dimana pertama-tama ia akan membuat noda hitam di hati hingga berakar, lalu menyusup pada keimanan seseorang, hingga sampailah ia dipermukaan, hidup jadi tak tenang, makan jadi tak teratur, tidurpun tak lelap.
Seorang sahabat sebut saja si E mengaku telah diminta seseorang untuk menunggunya hingga ia lulus dari studinya untuk meminang si E. Atau seorang teman, sebut saja si K yang memberikan janji untuk menikahi seorang gadis tapi dalam tempo bebrapa tahun ke depan. Astaghfirullah, aku tak habis pikir mengapa banyak oknum yang memberikan pernyataan “minta ditunggu” seperti itu dan sialnya sang korban mengamini permintaan untuk menunggu. Sudah nggak percaya sama jodoh atau gimana? Lupa ya, Allah sudah nulis jodoh semua makhluknya di lauhul mahfudz? Betapapun kuatnya janji, kalau suatu saat ternyata bukan jodoh, mau di apa? Marah, kesal, sedih, kecewa? Atau mau bunuh diri sekalian? Nambahin dosa aja lu, mas, non!
Coba deh mikir beban yang sama-sama disandang setelah menyatakan sepakat dengan perjanjian itu. Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, hati jadi tak tenang karena terlalu gelisah menanti ia yang tak pasti, makan dan tidurpun jadi tak lelap mikirin si do’i yang entah tahun ke berapa ia akan menepati janjinya. Untung-untung kalau ditepatin, kalau datang-datang ia sudah bawa 3 anak, mau gimana? Sudah ibadah terganggu, tubuh kurus kering, dan kulit jadi keriput karena menunggu terlalu lama. Hmm, kenapa sih mesti pake janji-janji segala? Kenapa nggak langsung datang ke ortu aja kalau memang yakin itu jodohmu? Untuk yang cewek, kenapa sih suka nggak tegas kalau dapat janji-janji cowok yang belum tentu jodohmu itu. Kalau memang kalian berniat untuk married, marriedlah dengan segera. Atau diam, jangan nyatakan, tinggalkan, dan istighfar jika membuat satu sama lain terusik dan tersiksa tentunya. Untuk apa diungkapkan sekarang kalau belum siap membina rumah tangga? Alasan saling mengenal terlebih dahulu, pedekate, dan penjajakan sudah nggak zaman, mas! Sekali lagi, itu hanya akan membuat ibadah terganggu. Buktinya, ada nggak pacaran yang mampu menghindari masalah cemburu, marah, berantem, nangis, dan kecewa? Yang ada shalat jadi nggak khusyuk karena mikirin si do’i sekarang jalan bareng siapa, jangan-jangan si do’i selingkuhin aku, jujur nggak dia sama aku, sayang nggak dia sama aku? Wheuuuk, su’errr deh aku pengen muntah nulisnya.
Bener aja, beberapa dari oknum tidak menempuh masa pacaran, tapi kata-kata “Kamu mau nggak nunggu aku beberapa tahun lagi?” sama aja penghancurannya. Sedikit banyaknya pasangan ini akan mulai terpikirkan satu sama lain sembari menanti. Betapa aku menyayangkan karena pelaku yang tertangkap olehku adalah yang tekun belajar agamanya. Tapi kenapa masih menggampangkan soal rasa? Takut si dia diambil? Wah bro gaswat, itu tandanya kamu nggak bener-bener percaya sama ketentuan Allah. Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik untukmu. Tentu dengan cerminan dirimu sendiri. Jika kamu baik, maka baik pulalah jodohmu, dan begitupun sebaliknya.
Sekali lagi aku takkan bosan mengatakan wa bil khusus untuk kaum Adam,”JANGAN SUKA OBRAL JANJI!” karena wanita mengedepankan hatinya, sekali ia menangkap sukar baginya untuk melepaskan. Nggak kasihan sama si cewek? Mau jadi Playboy, Mas? Jadul banget cara loe. Hadapin sini gue (wuiih nantang nih, kidding bro!). Kaum hawapun begitu, jangan mudah percaya dengan janji. Jaga hatinya biar nggak kotor dan semoga Allah selalu menunjuki jalan-jalan yang lurus bagi kita semua. Amin.
*********
Sesungguhnya cinta itu tidak membebani
Tidak pula menyiksa
Seseorang yang mecintai tidak akan membiarkan yang dicintai terluka
Apalagi membuatnya terbebani hingga menangis pilu karena cinta
Sesungguhnya orang yang mencintai tidak akan membiarkan ibadah yang dicintai terganggu karena terpikir oleh beban rasa
Tidak pula ingin merusak hatinya
Percayalah dengan ketetapan Allah
Karena Allah telah mengatur segalanya….

Senin, 24 Agustus 2009

Setetes Embun Metamorphosis Cinta


Ini aku sisipkan sepenggal kata
Memintamu simpankannya dalam memori
Bukalah bila tak lagi menemukanku
Bila saja ending telah menyapa kisahku
Jangan kau jilid ulang lembaran-lembaran itu
Biar bersampul lusuh dengan cetakan-cetakan asli dariku
Biar dengan intonasi yang telah aku gariskan
Tanpa tambahan majas ataupun kiasan
Aku tak butuh litotes untuk merendahkan diriku
Akupun tak butuh hiperbola agar mereka menatapku
Tak perlu kau taburi ameliorasi ataupun sinestesia
Dan jangan sekali-kali memberi peyorasi dalam karyaku
Bingkaikan aku dengan bahan apapun yang kau punya


Metamorphosiscinta. Alhamdulillah, segala puji dan syukurku hanya kuhaturkan pada Allah Swt, Tuhan semesta Alam, yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang memiliki hari pembalasan. Hanya kepada-Nya lah kita menyembah dan hanya kepada Dia-lah kita wajib memohon pertolongan. Mintalah pada-Nya agar kita selalu ditunjuki jalan-jalan yang lurus. Yaitu orang-orang yang telah di beri Nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai,dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. Shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada Nabiyullah SAW yang telah dengan susah payah bahkan dengan darah beliau telah mengizinkan kita untuk menghirup indahnya berislam. Serta untuk para sahabat, istri, dan keluarga beliau, hingga para pendahulu kita yang istiqamah hingga akhir zaman.
Tak pernah bosan kuserukan kalimat ‘selamat bermetamorpshosis’ bagi kita semua. Karena kuyakin tiap insan ingin berupaya membuat dirinya lebih baik dari sebelumnya. Jika seekor kupu-kupu yang cantik harus mengalami perjalanan yang panjang sebelum akhirnya ia menjadi cantik, maka manusiapun harus mendapatkan perlakuan yang sama sebelum akhirnya ia siap diorbitkan menjadi insan yang luar biasa. Siap ditempa, sakit, dan menderita sebelum akhirnya menjadi insan dambaan umat. Tulisan-tulisan diblog ini kupersembahkan untuk semua yang ingin menjadi kupu-kupu cantik terbang menggapai langit tanpa banyak yang mampu menyentuhnya. Ku ingin menciptakan ia yang senantiasa cinta pada Rabbnya, ia yang taqwanya menghunjam kuat dalam raga dan jiwanya, ia yang pandai bersyukur pada Rabbnya yang memberikan puluhan bahkan puluhan ribu nikmat, ia yang tampak kuat walau sedang lemah, ia yang tampak tegar setegar karang walau dilanda musibah, ia yang tampak tenang walau dilanda gundah, ia yang pantang mengeluh walau badai menghadang tiada henti, dan ia yang pandai mengambil ibrah atas segala sesuatu yang menimpanya. Aku tak menganjurkan untuk mengeluh, namun jika ada pelajaran di dalamnya seperti yang sering kutuliskan di Babarata(bagi-bagi rasa dan cerita) lakukan namun jangan terlalu sering, Tapi jika dengan mengeluh hanya akan meluluh lantahkan semangat dan azzam yang telah terpatri kuat di dalam dada, jadikan saja keluhan itu musuh besar bagimu. Naudzubillah, semoga kita bukan termasuk golongan orang-orang yang suka mengeluh. Amin.
Kutulis blog ini karena kecintaanku yang mendalam terhadap metamorphosis. Kutulis untuk sarana saling mengingatkan, bahkan tak jarang dengan tulisan ini justru telah mengingatkan diriku sendiri. Kutulis Babarata karena kuhargai pengalamanku yang dibaliknya ternyata ada buah yang bisa kupetik dan kubagikan untuk orang lain agar yang lainpun bisa merasakan buahnya. Sebagaimana Allah telah berfirman dalam kitab terindahnya surah Ar-Ra’d: 17,”….Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tiada harganya, adapun yang memberi manfaat pada manusia, ia akan tetap tinggal di bumi.” Aku tak mau menjadi buih yang cepat menhilang, kuingin adanya diriku memberikan sumbangsih terbaik yang bisa kuberikan untuk agamaku. Aku tak takut ilmuku akan hilang, karena Allah tak akan memutus ilmuku karena telah kubagikan, bahkan justru ia akan bertambah. Kutulis artikel, puisi dan cerpen sebagai apresiasiku untuk mengetuk pintu hati yang terkadang kehilangan kunci juga sebagai pendobrak semangat perubahan. Kusertakan juga sirah dan tulisan-tulisan dari sumber lain sebagai penanda betapa dahsyatnya Islam itu dengan para pendahulu yang luar biasa. Kusadur beberapa tips untuk dipraktekkan. Kubukakan wawasanmu dengan memasukkan beberapa blog yang bisa kau buka kapan saja. Kuberikan juga beberapa essay berbahasa inggris agar bisa menjadi referensi bagi yang harus menulis essay (kalau ada kesalahan dalam grammatical tolong dikoreksi karena essay yang kucantumkan pasti banyak kurangnya). Yang perlu kusadari tulisanku bukanlah tulisan sang penulis ulung. Tentu banyak kurang dan cacatnya. Tapi semoga bisa memberikan sedikit kontribusi dalam metamorphosis dan wawasanmu. Saran dan Kripik pedasnya selalu kunanti. Komentar saja seandainya apa yang kutulis ternyata tidak benar, agar tulisan-tulisan ini bisa mendapat perbaikan. Pesan terakhirku, berbagilah dengan menulis karena menulis adalah sarana ampuh yang bisa menghipnotis pembaca untuk mengerjakan sugesti sang penulis. Paparkan, puji, dan gertaklah orang-orang di sekitar dengan tulisanmu. Akhirul kalam, semoga Allah mengampuni segala kesalahanku. Amin.

Aku memang bukan penerjemah Inggris, Arabia, ataupun Prancis
Yang mampu pahami kata demi kata dengan vocabulary yang mereka miliki
Tapi semoga kupaham sedang butuh apa saudaraku saat ini

Aku memang bukan Thomson yang mengalahkan teori Dalton karena penemuan atom positifnya
Walau Rutherford pun ternyata mematahkannya
Tapi semoga kumampu mengalahkan keengganan dalam mengingatkanmu

Bahkan aku bukan seorang Christian Bautista
Dengan wajah yang memikat dan suara khas sang biduan
Dengan tema colour everywhere nya
Tapi semoga kumampu mengisi waktu luangku untuk mengingat Rabbku
Dan mampu getarkan hatimu dalam semangat perubahan

Berusahalah untuk memahami bukan dipahami…
SELAMAT BERMETAMORPHOSIS..^_^..

RINAI: 30 Hari Mencari Cinta (Rhyzna_metamorphosiscinta)


Ramadhan Indah Nan Islami (RINAI)
Metamorphosiscinta. Alangkah indahnya bulan sesudah bulan sya’ban ini. Teduh menyapa hati yang gundah gulana, bernyanyi syahdu dengan nuansa putih, dan menyatu bersama bingkai taqwa. Bulan penuh pengampunan dimana pintu-pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, bahkan para setanpun dibelenggu. Bulan penuh kejaiban, dimana tiba-tiba saja semua orang bertandang ke rumah Allah setiap hari, hiruk pikuk manusia mengenakan pakaian santun menutup aurat, lagu islami pun mulai bertebaran di seluruh media elektronik. 30 hari ini tiba-tiba saja semua orang berubah dermawan, fakir menjadi raja dan raja pun menjadi bangsawan yang dengan rela hati turun dari singgasananya untuk menyapa rakyatnya yang jelata. Ramadhan oooh ramadhan… senangnya melihat seleb tampil dengan koko dan kerudung, remaja giat mengikuti pesantren ramadhan, begitu nakalnya lidahku, ayah, ibu, bahkan semua saudaraku hingga tak mampu berhenti bermain bersama Al-Qur’an.

Behind the Shine of Ramadhan
Pernahkah kita memikirkan mengapa Allah begitu baik hati di 30 hari ini? Ia berikan balasan langsung kepada kita yang berpuasa. Ia berikan janji pasti dengan dua kenikmatan sekaligus yaitu kenikmatan ketika berbuka puasa dan ketika bertemu dengan-Nya. Ia berikan kemudahan bertobat, bahkan bagi orang yang berhimpun dosanya. Ia lipatgandakan pahala ibadah, bahkan doa yang sungguh-sungguh akan mudah diijabah oleh Allah pada bulan ini. Tahukah kalian sebab-musababnya? Hanya satu, semua itu karena begitu sayangnya Allah kepada kita. Begitu ruginya orang yang tidak membukakan pintu bagi tamu agung ini. Betapa berlimpahnya kebaikan Allah yang turun di bulan ini, AL-Qur’an diturunkan di bulan Ramadhan, bulan ini juga adalah kemenangan kaum muslimin atas perang badar, bahkan di bulan ini Allah telah memenangkan Rasulullah dalam pembebasan kota Mekkah Al-Mukaramah hingga berbondong-bondonglah manusia masuk ke dalam agama Allah Bulan ini adalah bulan penuh berkah di mana Allah akan menurunkan Rahmat-Nya bagi siapa saja yang berjanji memperbaiki ibadahnya, Pengampunan dosapun akan diberikan bagi siapa saja yang benar-benar bertaubat atas segala dosa-dosanya. Allahpun akhirnya akan menjauhkan api neraka yang maha dahsyat panasnya bagi yang benar-benar memanfaatkan momen ini untuk melakukan perubahan diri menuju insan muslim yang berkualitas. Subhanallah!!!

I’m Glad to See You….
Kedatangan Ramadhan ibarat presiden masuk kampung kumuh dan menyinggahi salah satu penghuni gubuk reot. Penghuninya adalah kita yang sehari-harinya tak mampu mengurusi diri sendiri, sedangkan sang tamu Negara begitu mulianya mengurusi Negara yang rakyatnya tak semuanya berterima kasih atas kerja keras sang kepala Negara. Hanya mengeluh dan menyalahkan keadaan atas penderitaan hidupnya.
I’m glad to see you… pastilah ini yang akan terucap untuk bapak presiden. Menyambutnya dengan berbinar-binar dan penuh harapan akan berita yang dibawanya. Tak lupa memberikan jamuan spesial itulah juga sikap yang akan kita lakukan jika menemui kesempatan langka ini. Begitulah seharusnya sikap kita dalam menemui bulan penuh maghfirah ini.
Rasulullah bersabda, "Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kepadamu puasa didalamnya, pada bulan ini pintu-pintu Surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan para setan diikat, juga terdapat pada bulan ini malam yang lebih baik daripada seribu bulan, barangsiapa tidak memperoleh kebaikannya maka dia tidak memperoleh apa-apa."

Thirty Days to be A Beautiful Butterfly…
Tiga puluh hari terlalu singkat untuk sebuah perubahan total, seperti kupu-kupu tak akan ada jika telur tak menetas menjadi ulat, dan ulatpun harus menjadi kepompong dulu baru menjadi seekor kupu-kupu yang cantik. Tiga puluh hari ini adalah sarana pembersihan racun-racun hati yang mengendap dan bersarang di mental dan spiritual kita. Berikan suplemen plus-plus untuk pembasmian racun karena menahan lapar dan haus saja takkan cukup. Tambahkan rutinitas pengisi ruhiah agar racun tak lagi menjalar dan mudah terdelete. Deteksilah dengan kegiatan spiritual pada malam hari, shalat malam dan lakukan perenungan yang dalam karena petunjuk Allah akan terbuka bagi orang-orang yang berusaha meluangkan waktunya terutama pada malam hari. Basahi selalu lidah dengan ayat-ayat Allah dan dzikir untuk membuka pintu hati dan pikiran akan kebenaran dan keesaan Allah. Sabar… sabar… sabar… Jaga kestabilan emosi agar puasa kita bernilai. Berjanjilah pada diri sendiri untuk mengisi ramadhan dengan ketaatan. Hingga pertanda Lailatul qadarpun menghampiri kita, tentu bukan berupa benda yang bisa diprediksi manusia. Penandanya yaitu kuatnya keyakinan untuk kembali fitrah. Ia merasakan perubahan fundamental pada dirinya sehingga merasa terlahir kembali dengan paradigma baru yaitu paradigma fitrah seperti kupu-kupu cantik yang baru keluar dari kepompong dan memutuskan bahwa hidupnya harus berubah.

A lil bout Lailatul Qadar
Lailatul qadar bukanlah seperti mitos bintang jatuh yang mampu mengabulkan permintaan begitu saja tanpa usaha. Seperti yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:"Lailatul Qadar itu lebih baik dari pada seribu bulan." Maksudnya, beribadah di malam itu dengan ketaatan, shalat, membaca, dzikir dan do'a sama dengan beribadah selama seribu bulan, pada bulan-bulan yang di dalamnya tidak ada Lailatul Qadar. Dan seribu bulan sama dengan 83 tahun 4 bulan. Malam itu dinamakan Lailatul Qadar karena keagungan nilainya dan keutamaannya di sisi Allah Ta 'ala. Juga, karena pada saat itu ditentukan ajal, rizki, dan lainnya selama satu tahun, sebagaimana firman Allah : "Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah." (Ad-Dukhaan: 4).

Let’s Go to Celebrate Idul Fitri
Idul Fitri adalah hari pembagian hadiah dimana semua umat muslim telah mampu menuntaskan ramadhannya dengan sempurna. Di mana kita menunjukkan suka cita dalam kemenangan kita menjalani tiga puluh hari puasa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika idul Fitri, yaitu:
1. Shalat malamlah pada malam Idul Fitri
2. Persiapkan diri untuk shalat ‘Id. Terlebih dahulu mandi, berpakaian rapi, memakai wangi-wangian dan disunnahkan makan sebelum pergi shalat ‘id
3. Disunnahkan mendatangi tempat-tempat shalat ‘Id dengan berjalan kaki ketika jaraknya tidak terlalu jauh dan bertakbirlah
4. Melewati jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang shalat ‘Id(dimaksudkan sebagai sarana silaturahim dengan orang yang berbeda)
5. Saling bermaaf-maafan
6. Jangan berlebihan dalam merayakan Idul Fitri, baik dalam berpakaian, dandanan, makanan, dan hiburan, candaan, dan uang.
7. Jangan mengulur-ulur waktu shalat

Like “Snakes on a Plane”
Ratusan ular bertebaran di dalam pesawat yang penuh dengan penumpang. Banyak penumpang yang tewas mengenaskan karena tak mampu menghindari serbuan ular yang membabi buta. Namun akhirnya demi sebuah keselamatan, seorang penumpang bermodalkan prestasi mengendalikan pesawat dalam playstation berani mengendalikan pesawat yang pilotnya telah mati karena serbuan ular. Itulah orientasi kita, pesawat adalah dunia yang memfasilitasi kita, ular ibarat dosa yang selalu menyerbu kita, dan sang korban yang mengenaskan ialah manusia yang lemah pertahanannya terhadap benteng-benteng dosa. Keyakinan seseorang dalam perubahan dirinya setelah melalui ramadhan ibarat sang pengendali pesawat gadungan yang memiliki prestasi dalam prmainan fantasi pesawat berani membuktikan kemampuannya pada pendaratan pesawat sesungguhnya. Selamat bermetamorphosis! ^_^

Dad ‘N Mom, forgive me for my faults. My sister, cute brother, and friends I’m so sorry so much for my mistakes.

Perbanyak amalan ibadah d bulan Ramadhan ini!

“Perbanyak amalan ibadah di bulan Ramadhan ini,” tanpa ragu-ragu kupastikan semua sepakat tentang adanya ungkapan ini. Di sini kusediakan beberapa amalan yang bisa dikerjakan di bulan ramadhan, sebut saja tabel ini sebagai tabel evaluasi.

*) khusus untuk laki-laki
**) khusus untuk wanita

Biasakan untuk mengisi tabel evaluasi ini untuk mengetahui perkembangan kadar amalan kamu. Siap bermetamorphosis bukan??? Jangan sia-siakan momentum ramadhan ini sebagai ajang perbaikan kualitas diri. Satu hal yang jangan pernah terlupakan, jika Ramadhan berakhir, kontinuitas kegiatan amalan kamu harus tetap berjalan. Karena jika terjaga kesinambungannya berarti Ramadhanmu sukses. Dan jika ternyata setelah Ramadhan tak sedikitpun terasa perubahan berarti dalam dirimu, dapat dinyatakan Ramadhan anda belum berhasil. Maka segeralah beristighfar dan senantiasa memperbaiki diri sebelum semuanya terlambat. Keep fight!!!

Tahukah Kamu: Kura-kura Lebih kreatif Daripada Kupu-kupu (Rhyzna_metamorphosiscinta)


Kura-Kura itu……..
Jalannya lebih lambat daripada binatang lainnya
Walaupun nggak selambat Ulat
Sementara Kupu-kupu........
Warnanya beraneka ragam,
Lucu,
Unik,
Bisa terbang lagi...
Terus kenapa Kura-kura di anggap lebih kreatif?????


Metamorphosiscinta. Tenang, sobat. Tongkrongin terus ni bacaan. Bakalan dijelasin kenapa bisa? Sebenernya kalau diliat dari binatangnya, yang bakalan ada dipikiran kamu, ya kayak yang di atas. Unfortunately, yang kita bicarain di sini sebenernya Kura-kura dan Kupu-kupu versi mahasiswa, bro...

MAKSUDNYA???
Gini lho, Kura-kura dan Kupu-kupu dalam versi kita itu adalah lambang mahasiswa pada umumnya. Kalau nggak Kura-kura ya dia kayak kupu-kupu. Intinya Kura-Kura itu perumpamaan buat mahasiswa yang kerjaannya setelah atau sebelum kuliahnya adalah rapat, atau membicarakan hal yang memerlukan penyelesaian dan melaksanakan kegiatan untuk civitas akademika. Dia nggak punya waktu banyak untuk mengerjakan hal-hal yang nggak ada gunanya, kayak sekedar ngerumpi, ngobrolin cewek, ngebersihin motor yang sebenernya nggak kotor, shopping, dan lain sebagainya. Sedangkan kupu-kupu itu ya kebalikannya, selesai kuliah ya ngacir nggak tahu kemana tujuannya.

EMANK KALAU RAPAT, ADA GUNANYA YA?
Jelas dong, asalkan rapatnya nggak cuma sekedar datang, duduk, dan ngobrol melenceng kemana-mana. Ini urgent bin penting buat kamu yang baru ngubah identitas dari siswa ke mahasiswa. Yang jelas bukan siswa maha. Ada panduannya nih biar kamu nggak berhenti dari aktifitas setelah kuliah.
”Dan katakanlah, ”Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang Ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.”
(QS. At-Taubah:105)
1. Aku bukan mahasiswa apatis
Ini nggak boleh lengket atau nyenggol kamu sedikitpun. Apatis artinya mahasiswa yang nggak mau tahu tentang sesuatu yang ada di sekitarnya. Kamu nggak ngerti kan gimana bahayanya BHP itu seandainya dijalankan? kamu nggak tahu kan gimana susah dan senangnya berada dibalik layar sebuah kegiatan? Kamu nggak tahu juga kan kalau masih banyak hal yang perlu bantuan kita? Makanya, jangan cuma jadi Kupu-Kupu dong (Kuliah-pulang-kuliah-pulang)...
2. Aku ini tonggak keberhasilan
Menyortir lagu totalitas perjuangan:

Kepada para mahasiswa
Yang merindukan kejayaan
Kepada rakyat yang kebingungan
Dipersimpangan jalan
Kepada pewaris peradaban
Yang telah menggoreskan sebuah catatan kebanggaan
Dilembar sejarah manusia
Wahai kalian yang rindu kemenangan
Wahai kalian yang turun ke jalan
Demi mempersembahkan jiwa dan raga
Untuk negeri tercinta

Revolusi…. Revolusi… Revolusi sampai mati……

Nah, yang ini nih baru boleh ada di diri kamu. Kamulah orang yang mampu membuat perubahan. Kenapa dikatakan demikian? Karena kamu pemuda bangsa. Seorang pemuda memiliki semangat yang lebih dibanding komunitas manusia lainnya, yaitu orang tua dan anak-anak. Semangatmu itu masih menggebu-gebu ketika harus dibebankan tugas yang berat dan diberikan permasalahan yang besar. Buktinya, Siapa yang berhasil menumbangkan rezim Soeharto dengan orde barunya kemudian digantikan dengan reformasi? Mahasiswa khan? Masih banyak lagi lho bukti-bukti nyata yang bisa kamu amati.
3. Aku ini kreatif
Sebagai pemuda, kamu memang harus kreatif. Tapi kreatif yang seperti apa, itu yang harus kamu tahu.
 Sebagai mahasiswa Kura-kura(Kuliah-rapat-Kuliah-Rapat), kamu harus tahu bahwa beramal itu wajib, memperbanyak yang kamu bisa adalah ibadah, dan tolong menolong dalam kebaikan adalah jihad.
 Banyak bicara bukanlah jalan seorang mahasiswa Kura-kura, pengorbanan dan prestasilah kunci keberhasilannya
 Kerjasama adalah prinsip yang harus menjadi kewajiban dan kebutuhan dalam menegakkan apa yang menjadi kebenaran, khususnya agama kita, islam. baik di dalam organisasi, maupun perkumpulan lainnya.
 Tanamkan sabar untuk mengusir sekedar kelelahan dan kebosanan ketika sedang berjuang mencapai tujuan.
 Kemauan keras harus tetap ada dalam menyelesaikan tugas2 kita sebagai generasi perbaikan negeri tercinta ini.
 Saling menolong dan menasehati juga perlu lho.

Okhay, mari buktikan kalau kita semua BISA!!! Bisa mengadakan perubahan yang berarti untuk kampus kita. Bahkan bisa memperbaiki bangsa kita yang sedang butuh pertolongan jiwa-jiwa muda seperti kalian. SALAM PERUBAHAN!!!

”SELAMAT DATANG PARA INTELEKTUAL MUDA. SEMOGA HADIRNYA KALIAN MERUPAKAN PENANDA LAHIRNYA GENERASI BARU DALAM TONGGAK KEBERHASILAN SEJARAH MAHASISWA”

T-Lat (Tuntunan Kilat): Berbagai sumber

1. 4 hal sebelum tidur (Tafsir Haqqi)

Rasulullah berpesan kepada Aisyah ra : “Ya Aisyah jangan engkau tidur sebelum melakukan empat perkara, yaitu :

1. Sebelum khatam Al Qur’an,
2. Sebelum membuat para nabi memberimu syafaat di hari akhir,
3. Sebelum para muslim meridloi kamu,
4. Sebelum kaulaksanakan haji dan umroh....

“Bertanya Aisyah :
“Ya Rasulullah.... Bagaimana aku dapat melaksanakan empat perkara seketika?”

Rasul tersenyum dan bersabda : “Jika engkau tidur bacalah : Al Ikhlas tiga kali seakan-akan kau mengkhatamkan Al Qur’an.

Membacalah sholawat untukKu dan para nabi sebelum aku, maka kami semua akan
memberi syafaat di hari kiamat.

Beristighfarlah untuk para muslimin maka mereka akan meredloi kamu.

Dan,perbanyaklah bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir maka
seakan-akan kamu telah melaksanakan ibadah haji dan umroh”

2. EMPAT SITUASI

Dalam hidup ini, kita dapat merangkum berbagai situasi dalam menghadapi sesama kita menjadi 4 :

1. Jika kita menghadapi orang yang lebih pintar dari kita. Maka itu adalah saat dimana kita menimba ilmu darinya.

2. Jika kita menghadapi orang yang sama pintarnya dengan kita. Maka itu adalah saat dimana kita saling bertukar pikiran
dengannya.

3. Jika kita menghadapi orang yang lebih bodoh dari kita. Maka itu adalah saat dimana kita memberikan ilmu kita kepadanya.

4. Dan jika kita menghadapi orang bodoh namun banyak bicaranya.Maka itu adalah saat bagi kita untuk diam.

3. Tiga cara bersyukur
''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS Alnahl [16]: 18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah.
Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).

4. 10 Jenis shalat ynag tidak diterima Allah SWT
Rasulullah S.A.W. telah bersabda yang bermaksud : "Sesiapa yang memelihara solat, maka solat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara solat, maka sesungguhnya solat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)
Rasulullah S.A.W telah bersabda bahwa : "10 orang solatnya tidak diterima oleh Allah S.W.T, antaranya :
1. Orang lelaki yang solat sendirian tanpa membaca sesuatu.
2. Orang lelaki yang mengerjakan solat tetapi tidak mengeluarkan zakat.
3. Orang lelaki yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.
4. Orang lelaki yang melarikan diri.
5. Orang lelaki yang minum arak tanpa mahu meninggalkannya (Taubat).
6. Orang perempuan yang suaminya marah kepadanya.
7. Orang perempuan yang mengerjakan solat tanpa memakai tudung.
8. Imam atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.
9. Orang-orang yang suka makan riba'.
10. Orang yang solatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."

Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud : "Barang siapa yang solatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya solatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."
Hassan r.a berkata : "Kalau solat kamu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan solat. Dan pada hari kiamat nanti solatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."

5. Persiapan menuju akhirat
1. Keimanan kepada Allah subhanahu wata'ala, malaikat, kitab-kitab, para Rasul-Nya dan hari Akhir serta Qadar baik dan buruk.
2. Menjaga shalat fardhu lima waktu di masjid dengan mengerjakannya secara berjama'ah pada waktunya, dengan penuh kekhusyu'an dan mema-hami makna-maknanya. Sedangkan bagi wanita, shalat di rumah adalah lebih utama.
3. Mengeluarkan zakat wajib pada waktunya sesuai dengan ukuran dan sifat-sifatnya yang telah disyari'atkan.
4. Puasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan pengharapan pahala dari Allahsubhanahu wata'ala.
5. Haji yang mabrur, sebab tiada balasan baginya kecuali surga dan berumrah di bulan Ramadhan yang pahalanya setara haji bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.
6. Mengerjakan hal-hal yang sunnah, yaitu yang di luar shalat lima waktu, zakat, puasa dan haji. Dalam hadits Qudsi, Allah subhanahu wata'ala berfirman, artinya, "Dan senantiasalah hamba-Ku mende-katkan diri kepada-Ku dengan hal-hal yang
sunnah hingga Aku mencintainya." (HR. Al-Bukhori dan Ahmad)
7. Segera bertaubat yang sebenarnya dari semua perbuatan maksiat dan munkar serta bertekad untuk memanfaatkan waktu waktu yang tersedia dengan memperbanyak istighfar, dzikir, dan beragam jenis keta'atan.
8. Berbuat ikhlas kepada Allah subhanahu wata'ala dan meninggalkan riya' dalam segala urusan. (Baca: QS. Al-Bayyinah: 5)
9. Mencintai Allah subhanahu wata'ala dan Rasul-Nya yang hanya bisa terealisir dengan mengikuti Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. (Baca: QS. Ali 'Imran: 31)
10. Mencinta karena Allah, membenci karena Allah, loyal karena Allah dan memusuhi karena Allah. Dan konsekuensi dari hal ini adalah mencintai kaum Mukminin sekali pun mereka jauh dan membenci orang-orang kafir sekali pun mereka dekat.
11. Takut kepada Allah subhanahu wata'ala, Yang Maha Agung, mengamalkan wahyu-Nya, rela hidup berkekurangan serta bersiap diri menyambut hari kepergian (saat kematian). Inilah hakikat takwa.
12. Bersabar atas bencana yang menimpa, bersyukur di saat mendapatkan kesenangan, merasa selalu dalam pengawasan Allah subhanahu wata'ala dalam setiap kondisi serta berharap mendapatkan karunia dan pemberian-Nya.
13. Bertawakkal dengan baik kepada Allah subhanahu wata'ala. (Baca: QS. Al-Ma'idah: 23)
14. Menuntut ilmu yang bermanfa'at dan berusaha untuk menyebarkan dan mengajarkannya. (Baca: QS. Al-Mujadilah: 11; Ali 'Imran: 187)
15. Mengagungkan al-Qur'an dengan mempelajari dan mengajarkannya, menjaga batasan-batasan dan hukum-hukumnya, mengetahui halal dan haramnya. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Sebaik-baik kamu adalah orang yang belajar al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR.Al-Bukhari)
16. Berjihad di jalan Allah, murabathah di jalan-Nya, tegar menghadapi musuh dan
tidak lari dari medan peperangan. Hal ini berdasar-kan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Janganlah kamu mengangankan bertemu musuh, mintalah keselamatan kepada Allah; jika kamu bertemu mereka, maka bersabarlah dan ketahuilah bahwa surga berada di bawah kilatan pedang." (Muttafaqun 'alaih)
17. Menjaga lisan dari hal-hal yang diharamkan seperti berdusta, ghibah (menggunjing), namimah (mengadu-domba), mencaci, melaknat, berkata kotor dan musik. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (Muttafaqun 'alaih)
18. Menepati janji, menunaikan amanah, tidak berkhianat dan licik. (Baca: QS. Al-Ma'idah: 1; QS. Al-Baqarah: 283)
19. Tidak melakukan zina, minum khamer, membunuh jiwa yang diharamkan Allah subhanahu wata'ala kecuali dengan haq, berbuat zhalim, memakan harta orang lain secara batil, memakan riba dan memakan sesuatu yang secara syari'at bukan miliknya. (Baca: QS. Al-A'raf: 33)
20. Wara' (menjaga kesucian diri) dalam hal makanan dan minuman serta menghindari sesuatu yang tidak halal darinya. (Baca: QS. Al-Maidah: 3)
21. Berbakti kepada kedua orangtua, menyambung tali rahim, mengunjungi teman-teman, bersabar atas tingkah polah mereka, mengupayakan berbuat baik, terhadap orang dekat atau pun jauh. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Barangsiapa yang memenuhi hajat saudaranya, niscaya Allah akan memenuhi hajatnya dan barangsiapa yang menghilangkan satu dari kesulitan-kesulitan di dunia yang dihadapi seorang mukmin, niscaya Allah akan menghilangkan satu dari kesulitan-kesulitan di hari Kiamat yang dihadapinya." (Muttafaqun 'alaih)
22. Menjenguk orang sakit, berziarah kubur, mengiringi jenazah, sebab hal itudapat mengingatkan akhirat dan membuat zuhud dalam kehidupan di dunia.
23. Tidak memakai pakaian yang diharamkan seperti sutera, emas, tidak berpakaian melebihi mata kaki bagi laki-laki (Isbal) dan menggunakan bejana-bejana yang terbuat dari emas dan perak untuk makan dan minum.
24. Berhemat dalam nafkah, menjaga nikmat dan tidak berbuat mubazir. (Baca: QS.
Al-Isra': 26)
25. Tidak dengki, iri, memusuhi, saling membenci dan menjatuhkan kehor-matan kaum Muslimin dan Muslimah dengan tanpa haq.
26. Beramar ma'ruf nahi munkar, berdakwah mengajak orang kepada Allah subhanahu wata'ala dengan cara hikmah dan Mau'izhoh Hasanah.
27. Berlaku adil terhadap manusia, tolong-menolong dalam berbuat kebajikan dan takwa. (Baca: QS. Al-An'am: 152)
28. Berakhlak mulia seperti Tawadhu' (rendah hati), kasih sayang, lemah lembut, malu, halus hati, menahan emosi, dermawan, tidak sombong, angkuh, dan sebagainya.
29. Menjalankan hak-hak anak-anak dan isteri secara penuh dan mengajarkan mereka masalah-masalah agama yang diperlukan.(Baca: QS. At-Tahrim: 06)
30. Memberi salam dan membalasnya, mendoakan orang yang bersin, memuliakan tamu dan tetangga, menutupi aib pelaku maksiat semampunya. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menutupi (aib) saudaranya sesama muslim, maka Allah akan menutupi (aibnya) pada hari Kiamat." (Muttafaqun 'alaih)
31. Zuhud di dunia, pendek angan-angan sebelum ajal menjemput.
32. Cemburu (sensitif) terhadap kehormatan, memicingkan mata dari hal-hal yang diharamkan
33. Menghindari hal yang sia-sia dan bermain-main serta melakukan perkara-perkara positif.
34. Mencintai shahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan ke-luarga beliau (pen), berlepas diri dari orang-orang yang membenci atau men-cela mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mencela para shahabatku, maka atasnya laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia." (HR. Ath-Thabarani, dinilai Hasan oleh Syaikh Al-Albani)
35. Mendamaikan sesama manusia, menengahi beda pendapat di antara dua orang yang berselisih pendapat sehingga jurang perselisihan dan perpecahan tidak meluas
36. Tidak mendatangi dukun, ahli nujum, para tukang sihir, para peramal dan sebagainya
37. Wanita hendaknya patuh terhadap suaminya, menjaganya dalam harta, anak dan ranjangnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Bila seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan,menjaga kemaluannya dan mena'ati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya, "Masuklah ke surga dari pintu mana saja yang kamu kehendaki.!" (HR. Ibnu Hibban, dinilai Shahih oleh Syaikh Al-Albani)
38. Tidak berbuat Bid'ah (mengada-ada) di dalam agama atau menyeru kepada kebatilan dan kesesatan.
39. Kaum wanita hendaknya tidak menyambung rambutnya dengan rambut lain (menyanggul atau rambut Wig), tidak mentato, mencukur alis, meratakan gigi dengan tujuan hanya untuk mempercantik diri.
40. Tidak mematai-matai kaum Muslimin dan mengungkap aurat serta menyakiti mereka.

5. 10 Wasiat Allah kepada Nabi Musa as


Abul-Laits Assamarqandi meriwayatkan kepada sanadnya dari Jabir bin Abdillah r.a. berkata Rasulullah S.A.W bersabda : "Allah S.W.T. telah memberikan kepada Nabi Musa bin Imran a.s. dalam alwaah 10 bab :
• Wahai Musa jangan menyekutukan aku dengan suatu apa pun bahwa aku telah memutuskan bahwa api neraka akan menyambar muka orang-orang musyrikin.
• Taatlah kepada-Ku dan kedua orang tuamu nescaya Aku peliharamu dari sebarang bahaya dan akan Aku lanjutkan umurmu dan Aku hidupkan kamu dengan penghidupan yang baik.
• Jangan sekali-kali membunuh jiwa yang Aku haramkan kecuali dengan hak nescaya akan menjadi sempit bagimu dunia yang luas dan langit dengan semua penjurunya dan akan kembali engkau dengan murka-Ku ke dalam api neraka.
• Jangan sekali-kali sumpah dengan nama-Ku dalam dusta atau durhaka sebab Aku tidak akan membersihkan orang yang tidak mensucikan Aku dan tidak mengagung-agungkan nama-Ku.
• Jangan hasad dengki dan irihati terhadap apa yang Aku berikan kepada orang-orang, sebab penghasut itu musuh nikmat-Ku, menolak kehendak-Ku, membenci kepada pembahagian yang Aku berikan kepada hamba-hamba-Ku dan sesiapa yang tidak meninggalkan perbuatan tersebut, maka bukan daripada-Ku.
• Jangan menjadi saksi terhadap apa yang tidak engkau ketahui dengan benar-benar dan engkau ingati dengan akalmu dan perasaanmu sebab Aku menuntut saksi-saksi itu dengan teliti atas persaksian mereka.
• Jangan mencuri dan jangan berzina isteri jiran tetanggamu sebab nescaya Aku tutup wajah-Ku daripadamu dan Aku tutup pintu-pintu langit daripadanya.
• Jangan menyembelih korban untuk selain dari-Ku sebab Aku tidak menerima korban kecuali yang disebut nama-Ku dan ikhlas untuk-Ku.
• Cintailah terhadap sesama manusia sebagaimana yang engkau suka terhadap dirimu sendiri.
• Jadikan hari Sabtu itu hari untuk beribadat kepada-Ku dan hiburkan anak keluargamu. Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda lagi : "Sesungguhnya Allah S.W.T menjadikan hari Sabtu itu hari raya untuk Nabi Musa a.s. dan Allah S.W.T memilih hari Juma'at sebagai hari raya untukku."