Kekurangan itu bisa menjadi karisma tersendiri, Aku bersyukur menjadi diriku, tak ada orang yang sepertiku. Risna, kamu harus beryukur tiap saat yah! Kalo lupa, tilawah hari ini nambah satu lembar. Janji?

Senin, 18 Januari 2010

“Nak, Bisa Nggak Sekali Aja Nurut Sama Ibu?”

Bismillahirrahmanirrahim. Cerita ini berawal dari pengamatan saya tentang sebagian besar pola tingkah laku balita. Di masa-masa seperti mereka, yang ada dalam pikirannya hanyalah bermain dan takkan pernah bosan dengan kosa kata ‘bermain’. Apapun yang dilihat seolah memberikan inspirasi bagi mereka untuk melakukan hal-hal baru. Mereka jarang sekali memikirkan akibat dari apa yang mereka lakukan. Maka tak jarang ada saja yang membuat orang tua begitu geram terhadap kelakuan sang anak. Perhatikan contoh kasus yang saya paparkan di bawah ini.
Anak berumur 4 tahun berjalan ke sana kemari di dalam rumahnya sambil memegang remot televisi. Karena dilihatnya tak ada acara anak-anak yang menarik, dengan secepat kilat ia mencabut kabel yang tentu saja beraliran listrik. Secepat itu juga sang ibu menegur sang anak dan menjauhkannya dari tempat itu, “Nak, jangan dipegang, ntar kesetrum lho”. Namun, beberapa menit kemudian, ia kembali menarik kabel kipas angin yang masih terpasang, seperti kejadian sebelumnya sang ibu segera mendekati sang anak seraya berkata, “Nak, jangan bandel, mau tanganmu sakit?”. Anak itupun diajak tidur oleh ibunya, satu jam kemudian iapun terbangun dan bermain sendiri karena sang ibu masih tertidur pulas. Ia kembali melihat kabel lemari pendingin dan spontan menariknya, kali ini dengan tangan yang basah karena baru saja keluar dari toilet untuk bermain-main air. Kira-kira apa yang terjadi beberapa detik kemudian? Anak itu tiba-tiba berteriak histeris dan terkapar. Sanking kerasnya suara sang anak, ibupun akhirnya terbangun dan mendatangi arah teriakan itu. “Ya Allah Nak, kenapa lagi?” Sang ibu segera mengangkat anaknya dengan sedikit bergetar dan menelpon ambulan. “Sudah ibu bilang jangan bandel, nak nak!” rintihnya menahan tangis.
Seminggu kemudian setelah peristiwa itu, dengan izin Allah sang anak akhirnya sehat kembali. Iapun bisa bermain-main seperti biasa. Suatu pagi, sang anak diajak sang ibu untuk menemaninya memasak. Ia diberikan beberapa potong wortel, mangkuk plastik, dan pisau mainan agar tidak mengganggu pekerjaan ibunya. Lima menit pertama, sang anak masih asyik dengan adonan yang diberikan sang ibu, memotong-motong wortel walau tak jelas jadinya seperti apa. Menit berikutnya ia merasakan pisau yang ia pakai tak sama tajamnya dengan yang dipakai oleh ibunya. Ia melirik ibunya,”Bu, tukalan picau yuk, picau adek ga ajem,” (baby-talk, red) ajak sang anak pada ibunya sambil memperlihatkan pisaunya. “Jangan toh, nak, yang ini bisa motong jarinya adek!” nasehat sang ibu sambil tersenyum. Sang anak merengek namun akhirnya disogok sang ibu dengan memberikan susu dalam botol pigeon. “Nih, num dulu ya, adek aus, kan?” kata sang ibu lagi sambil membaringkan si anak untuk meminum susu sejenak. Melihat sang anak asyik dengan susunya, ibu bangkit untuk membasuh sayur-sayuran yang ia potong tadi. Tak lama berselang, tiba-tiba sang anak menangis histeris. Sang ibupun segera mendatangi si anak. Alangkah terkejutnya ia ketika menyaksikan tangan kiri sang anak telah dilumuri dengan darah. “Naaak, ibu sudah bilang kan tadi, bandel banget sih!”, sang ibu segera memberi obat merah dan membalut tangan sang anak. Rupanya pisau yang tak sengaja digeletakkan ibu di dekatnya, memancing keingintahuan sang anak menggunakan pisau yang kata sang ibu tajam tadi.
Lima belas menit kemudian, tangisan sang anak mulai reda. Ibupun melanjutkan pekerjaannya. Kali ini ia fokus dengan penggorengannya. Tak mau ada insiden lagi, ibu berpesan pada sang anak yang masih terduduk dengan tenang karena masih merasakan kesakitan pada tangannya,”Nak, duduk yang manis ya, ini panas lho!” sambil menunjuk ke arah wajan. Sang anak memasang wajah seolah mengerti dan hanya memperhatikan gerak-gerik ibunya. Tak bertahan lama, sepuluh menit kemudian sepertinya si anak mulai gerah. Ketika ibunya mengambil panci, sang anak secepat kilat berdiri dan mendatangi wajan yang masih di atas kompor yang menyala, “Duh, atiiiittt…!” teriak sang anak. Sang ibu segera berlari mendatangi si anak, “Duh nak naak, ibu mesti gimana lagi sih ngomongnya?” Nada sang ibu mulai meninggi namun ia segera memberikan lotion pada lengan kanan sang anak yang terkena cedera panas wajan.
Ya, itulah kelakuan anak kecil, walaupun telah diberikan teguran berkali-kali, rasa penasarannya takkan berhenti sampai di situ saja. Walau akan membahayakan dirinya sendiri, Ia akan melakukan apapun tepat dengan apa yang ia kehendaki tanpa mengetahui akibatnya. Lalu, adakah hikmah yang bisa kita ambil dari kenakalan balita ini? Tentu ada, sebagai seorang muslim, maka beribadah pada Allah seharusnya menjadi tugas utama sesuai dengan Qs. Adz-Dzaariyat: 56,”Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”. Namun apa yang kita lihat sekarang, di era yang modern ini, sudah banyak manusia yang lupa berapa banyak sudah kekuasaan Allah yang dihamparkan di muka bumi ini.
Apakah sudah lupa, anda takkan bisa hidup tanpa menghisap oksigen yang ditiupkan Allah seluas-luasnya dengan tanpa mengeluarkan sepeser uangpun. Kalau mau hitung-hitungan, coba saja hitung berapa rupiah anda harus mengocek uang untuk membeli beberapa liter tabung oksigen. Kalau ditotal untuk satu tahun anda telah menghabiskan ratusan milyar rupiah untuk sekedar oksigen. Belum lagi fasilitas-fasilitas Allah lainnya(Selengkapnya baca Qs. Ar-Rahman:1-78 dan surah-surah kebesaran Allah lainnya)
Apakah anda mau disamakan dengan anak kecil yang dikasih tahu, masih saja ‘bandel’? Sudah berkali-kali diperingatkan Allah melalui azab yang telah Dia berikan pada orang-orang sebelumnya dan janjikan dalam ayat-ayat al-Qur’an, masih saja anda langgar dan menyombongkan diri pada Allah. Astaghfirullah! Anda tahu akibatnya apa? Lebih parah dari sekedar kesetrum, terkena pisau, ataupun cedera kena penggorengan.
“Tanyakanlah kepada Bani Israil: "Berapa banyaknya tanda-tanda (kebenaran) yang nyata, yang telah Kami berikan kepada mereka." Dan barangsiapa yang menukar nikmat Allah setelah datang nikmat itu kepadanya, maka sesungguhnya Allah sangat keras siksa-Nya”. (QS. Al-Baqarah: 211)
Well, sobat dahsyat, bisa nggak sehari saja anda mencoba resapi nikmat yang sudah diperoleh lalu diikuti dengan syukur dan taat pada Allah? Dari ketika bangun tidur hingga kembali terpejam. Setiap aktivitas dimulai dengan basmalah, Ketika waktu shalat segera dirikan shalat dengan khusyuk, tak ada kata “ah” ketika dimintai tolong orang tua, ketika dicaci maki, tak ada perlawanan dan hanya sabar yang didapat, sadaqah/ infaq di jalan, mengurangi obrolan yang tidak bermanfaat dan diganti dengan tilawah dan dzikrullah, belajar dan berbagi ilmu yang dapat menguatkan ketakwaan bersama sahabat, dan masih banyak contoh lain membangun ketakwaan. Subhanallah dahsyatnya. Cukup sehari anda mencoba taat, rasakan bedanya, pertahankan kenikmatan yang anda rasakan pada hari itu dengan melakukannya lagi esoknya, dan anda akan masuk ke dimensi keistiqomahan. Selamat mencoba menjadi taat sehari aja! “Nak, yuk sehari aja taat sama Allah!”

By Metamorphosiscinta-13jan10-16:48 Wita-Di inspirasi oleh adikku yang ‘ndut dan nakal

Kamis, 07 Januari 2010

Siaga Modus Penipuan by Rhyzna_metamorphosis

Metamorphosiscinta. Banyak jalan menuju Roma. Begitupun dengan kasus-kasus penipuan, makin melesat dan berkembang. Penipuan saat ini tidak selalu menggunakan kekerasan, keramahtamahan yang berlebihan dari orang tak dikenal justru menjadi salah satu kriteria peningkatan kewaspadaan. Well, jika anda kurang jeli menangkap sinyal, bersiaplah menjadi korban selanjutnya. Beberapa sikap siaga di bawah ini sengaja diambil dari pengalaman seorang ibu yang beberapa waktu lalu mengalami penipuan.

• Siaga 1: Penipuan bisa terjadi di mana saja
Penipuan bisa terjadi di mana saja dan kapan saja bahkan di tempat ramai sekalipun. Seperti yang dituturkan Isna(39), korban penipuan berbasis penjualan barang elektronik, “Satu juta lima ratus raib dari dompet saya padahal toko tersebut berada di salah satu pusat perbelanjaan ternama”.

• Siaga 2: Hindari gerak-gerik mencurigakan
Biasanya modus penipuan melibatkan banyak orang yang ditempatkan di wilayah yang berbeda namun tidak terlalu jauh. Target telah di intai terlebih dahulu, kemudian jika memenuhi syarat akan diserahkan ke orang selanjutnya, hingga target masuk ke dalam wilayah perkenalan, disambut begitu ramah, dan terlibat obrolan-obrolan hangat. “Ketika saya makan di texas, saya seperti melihat seseorang memperhatikan saya, selepas saya pergi dari tempat makan itu, saya tiba-tiba ditawari beberapa brosur dan di bawa ke toko mereka. Di sana saya berpuluh kali berjabat tangan dengan pegawai-pegawainya dan ketika keluar dari tempat mereka saya diantar 2 pegawai hingga parkiran padahal saya sudah katakan saya bisa bawa sendiri”, tutur Isna.

• Siaga 3: Jangan mudah tertarik dengan diskon dan undian
Strategi dan trik jitu sengaja dirancang demi mengelabuhi targetnya. Tanpa bermaksud memberi kesan negatif pada penjaja barang (salesman, red), rayuan demi rayuan akan dilontarkan demi tercapainya tujuan mereka. “Ibu,kompor listrik ini diskonnya 35 % lho bu, kalau ibu beruntung ibu juga akan mendapatkan undian-undian menarik(sambil menunjukkan bermacam-macam hadiah)”, Isna coba meniru gaya promosi mereka.

• Siaga 4: Jangan membubuhkan tanda tangan sembarangan
Jangan tergesa dalam menyepakati perjanjian hitam di atas putih. Pastikan anda telah membaca semua perjanjian yang tertulis di dalam kertas. “Apesnya saya, saya terlanjur menandatangani perjanjian yang belum saya baca. Ketika saya dinyatakan mendapat undian, saya tiba-tiba diminta membayar 1.500.000, padahal sebelumnya hal itu tidak dijelaskan oleh penjual.” Tutur Isna lagi.

• Siaga 5: Segera tinggalkan jika ada persyaratan yang janggal
Jangan mempertahankan posisi, jika apa yang anda alami terlihat aneh. Berhati-hatilah jika di ajak berjabat tangan atau disentuh, waspadai pula hipnotis. “Sebelum memutuskan untuk membeli, penjaga toko menyuruh saya mengeluarkan semua uang saya yang berjumlah satu juta tujuh ratus ribu rupiah dan menaruhnya di salah satu lipatan kertas mereka. Anehnya saya mau-mau saja dan tak bisa beranjak pergi walau sudah diperingatkan dan ditarik-tarik oleh anak saya. Sayapun selalu mengiyakan apa yang mereka katakan hingga akhirnya saya membayar barang mereka yang katanya harganya empat juta rupiah. Belakangan saya ketahui barang itu bukan barang bermerk dan harganyapun tak sampai segitu.”akhirinya.

• Siaga 6: Jangan membawa uang terlalu banyak
Jika ingin bepergian, jangan membiarkan semua uang berada dalam dompet. Tinggallah sebagian atau taruhlah sebagian uang di dalam dompet yang berbeda agar jika kehilangan, tidak semua uang yang hilang. Tanggalkan juga perhiasan, jangan terlalu banyak memamerkan perhiasan, karena itupun akan mengundang perhatian para pelaku kriminal.


Atas nama Penulis:
1. Jika modus macam ini bukan dianggap sebagai penipuan, berikan nama yang tepat atasnya (Apakah bisa disebut sebagai trik jitu agar calon pembeli tidak berkutik?)
2. Jika apa yang penulis tuturkan ternyata hanya pandangan dan prakiraan atas dasar subjektivitas, berikan penulis bukti bahwa toko tersebut memang menarik pelanggannya dengan cara seperti itu(sudah menjadi trik paten mereka dalam menjajakan barang).
3. Penulis mohon ampun pada Allah SWT dan mohon maaf sebesar-besarnya pada toko tersebut jika salah mengartikan trik yang mereka gunakan(bukan penipuan).Kesimpulan yang penulis tulis berdasarkan cerita narasumber.
4. Menginfokan narasumber telah mendapatkan kembali uangnya(toko tersebut mengembalikannya setelah didatangi kembali, padahal di dalam perjanjian barang yang sudah diambil, tidak bisa dikembalikan. Diperoleh informasi, setelah uang itu diambil kembali dengan sedikit keramaian yang dibuat oleh keluarga korban, beberapa saat kemudian toko itu dengan sekejab menjadi sepi dan tidak ada satupun pegawai toko lagi yang terlihat di hari itu).
5. Tetaplah berbaik sangka namun waspadalah!
6. Semoga 6 tips siaga ini bermanfaat


January, 08th 2010/12:00 AM/Tips/RPS Courtesy

Minggu, 15 November 2009

Metamorphosiscinta bicara tentang sebuah perjalanan panjang

Kado terindah yang kuterima

Sungguh, ini adalah kado yang aku terima tanpa sengaja. Kutemukan di balik jendela yang hampir tertutup dan terkunci. Hanya saja ketika hendak mengunci, ada yang berteriak dan menjatuhkan kado itu ke hadapanku dengan sengaja. Hampir saja aku berlari dengan kencang karena begitu tersentaknya melihat kado yang telah tergeletak di hadapanku. “Jangan-jangan isinya adalah bom yang hendak membunuhku.” Ah entahlah, sepertinya aku berlebihan menilai bungkusan itu. Biarlah kucoba untuk mengangkatnya ke dalam rumah. “Belum tentu juga aku suka,“pikirku.
“Oh Tuhan, tapi bagaimana dengan ayah dan ibu? Pasti mereka akan terkejut melihat semua ini?” Bayangkan saja, kamarku yang biasanya bersih dengan perabotan kini dipenuhi dengan benda yang sebelumnya tak pernah dilihat oleh mereka. Hemm, sayang pikirku kalau sampai terkena hujan. Ternyata kata sayang yang kupikir hanya sebatas sumbangsih untuk sebuah penghargaan belaka telah menguak sisi lain dalam hidupku ketika telah membuka isinya. Aku terlanjur membukanya dan hendak apa lagi kalau benda itu tak kugunakan sebagaimana mestinya. Anehnya, semakin hari sayang terhadap benda itu berkembang makin dalam, dan aku tersangkut pada paku yang mengaitkannya. Jika kulepas, berarti ada sisi bajuku yang akan sobek. Dan aku takkan rela melepaskan baju itu dari paku. Maka ketika aku harus pergi, aku takkan meninggalkannya terlalu lama. Aku pasti akan kembali untuk sekedar melihatnya dan memastikan bahwa benda itu dalam keadaan baik-baik saja. Dan tahukah kau, seperti apa bentuknya benda yang begitu kusayang itu? Sungguh lebih berarti dari sekedar computer ataupun sinyal handphone. Lebih menggoda dari harumnya mangga manalagi atau sop buah. Bahkan lebih dibutuhkan dari uang sekalipun. Itu adalah kamu yang senantiasa memberiku spirit dalam tiap langkahku, kamu yang sampai kini bergandengan denganku dengan senyum yang khas, kamu yang membantuku berdiri kala aku sedang jatuh, kamu yang menggopohku ketika aku sedang payah, kamu yang mengingatkanku kala aku sedang lemah, kamu yang menghiburku lembut ketika aku sedang kacau, kamu yang sabar dengan egoku yang kadang melangit, dan kamu yang menjauhkanku dari airmata yang hendak mengucur.

Bahagiakah kau di dekatku?

Kini ketika bahagia itu kurasakan, apakah kau rasakan hal yang sama ketika bertemu denganku? Teringat sebuah artikel berjudul ‘Impian Arini’ seorang gadis tomboy yang merasakan adanya pendeskriminisasian ADK ketika bertemu dengan ADK, dan ADK ketika bertemu dengannya(Arini) dan teman-temannya yang notabenenya tidak berjilbab. Mungkin satu artikel ini mewakili sepuluh atau lebih teman, sahabat sejawat kita. Apakah senyum ini sama lebarnya untuk semua saudara(i)ku? Apakah benar aku sudah adil dan memenuhi hak mereka sebagai saudara? Bagaimana perasaan mereka terhadapku? Apakah mereka bahagia atau was-was jika berada di dekatku? Entahlah. Wallahu A’lam bishshowab.

Fa bi ayyi aalaa irobbikuma Tukadzdzibaan?

Kita lahir dengan dua mata ( didepan :Karenanya kita tidak harus selalu melihat kebelakang. Tapi lihat apa yang akan terjadi didepan kita, masa depan kita. Kita lahir dengan dua telinga, ( satu dikiri dan satu dikanan : Sehingga kita dapat mendengar dari dua sisi. Mendengar dan mengumpulkan semua keluhan dan cercaan, sehingga terlihat mana yang benar.Kita lahir dengan otak yang terselubung oleh tulang kepala - : Jadi tidak masalah bagaimana miskinnya kita, Kita tetap kaya. Karena tak seorangpun yang dapat mencuri isi kepala kita Yang berupa perhiasan - perhiasan pikiran kita. Kita lahir dengan dua mata, dua telinga dan satu mulut - : Karena mulut adalah senjata yang tajam, dia dapat melukai, menyakiti dan bahkan membunuh. Ingatlah untuk tidak banyak bicara, sebaliknya mendengarlah. Kita lahir dengan satu hati, (jauh tersimpan didalam tulang iga kita): itu mengingatkan kita untuk menghargai dan memberikan cinta dari lubuk hati kita yang paling dalam. Itu baru nikmat yang dirasakan karena kesempurnaan indera kita. Belum lagi seperti oksigen yang tersebar luas hingga kita tidak perlu rebutan untuk bernafas. Pagi yang diciptakan sejuk, lalu siang agar kita tidak selalu merasakan dingin, lalu malam yang diciptakan Allah untuk tidur. Bayangkan saja kalau siang dan malam tidak diciptakan, jangan-jangan karena matahari yang panas akhirnya mampu membakar kulit kita karena suhu yang semakin meninggi. Atau jangan-jangan tubuh kita justru membeku karena malam yang suhunya makin menurun. Subhanallah, Allah telah mengatur semuanya dengan sempurna. Daftar kebaikan Allah tak berhenti sampai di situ, sering-seringlah membaca alqur’an dan terjemahannya besera al-hadits, sistem hidup begitu jelas tertulis. Dan itulah sebenarnya peta kita, hanya tinggal mengikuti arah mana yang harus ditempuh, maka siapapun yang mampu membaca peta dan melewatinya dengan benar, ia lah yang akan mendapat tiket ke surga kelak. Namun berbicara itu sangatlah mudah, aplikasinya yang kadang harus berlika-liku. Tak jarang ada yang mampu membaca peta, namun harus berhenti karena kehabisan bekal. Ada yang sebenarnya tahu maksud peta, tapi pura-pura tidak mengerti maksudnya dan rela mengambil arah yang lain karena bosan dengan petunjuk peta. Naudzubillah. Kita takkan pernah tahu sampai di mana kepercayaan seseorang mampu bertahan sementara ada yang masih merajai keinginan kita yang lainnya selain ingin mengejar sebuah kata “Ridho” dari Allah.

Tak lebih dari sekedar butterfly…

Ya Allah, kupu-kupu itu ciptaan-Mu yang cantik, tapi ketika sayapnya tersentuh ia dengan mudahnya akan terberai dari tubuhnya. MUDAH RAPUH! Yah, Ketika dunia beserta isinya mengusik dan mencoba membuat hatiku terguncang, tak sedikit waktu yang kugunakan untuk memasukkan hatiku ke bengkel, lalu membiarkannya memformat ulang karena ada alat yang telah rusak karena tercabik. Ya Allah, sungguh aku tak setegar anak jalanan, apalagi seperti Fathimah, Aisyah, ataupun khadijah yang membesarkan anak-anaknya di tengah kemiskinan. Aku hanya seperti kupu-kupu yang berusaha terbang dengan indah dan mudah tercabik ketika mencari makan. Seperti matahari dan bulan silih berganti, begitupun hatiku yang masih rentan terkena penyakit hati. Maka, biarkan aku dengan segenap cintaku yang masih rapuh untuk berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan perbuatanku. Karena ku berada di atas janjiMu, semampuku, kuakui bahwa begitu banyak nikmatMu yang engkau anugerahkan kepadaku, dan kuakui segala dosa-dosaku, maka ampunilah aku, ya Rabb…. Maha suci engkau ya Allah dan dengan memujiMu, aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau, aku mohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Amin…

Aku ingin hidup secerah mentari
yang menyinar di taman hatiku
Aku ingin seriang kicauan burung
Yang terdengar di jendela kehidupan
Aku ingin segala-galanya damai
Penuh mesra membuat ceria
Aku ingin menghapus duka dan lara
Melerai rindu di dalam dada
Sedamai mata yang memutih
Sebersit kisah embunan pagi
Dan ukhuwah ini pasti memutih
Menghiasi taman kasih yang mengharmoni
Seharum kesturi seindah pelangi
segalanya bermula di hati
(Saujana: Jendela Hati)



Negeriku masih papa

Ketika orang mengatakan “aku ingin ini”, “aku ingin itu”, dan segalanya ingin ia miliki, sadarkah ada yang lebih membutuhkan dari kita? Penting juga memasukkan teori keinginan dan kebutuhan di mana kebutuhan lebih diutamakan karena jika sampai kebutuhan tidak dipenuhi bisa menimbulkan dampak yang fatal. Sekedar keinginan masih bisa ditunda dan terkadang keinginan yang ditafsirkan tidak lebih dari sekedar nafsu. Ambil saja contoh ketika seorang anak kecil mulai menginginkan handphone blackberry, apa sebenarnya keperluan anak itu dengan handphonenya? Paling hanya untuk bergaya dan main tak jelas. Berbeda dengan makan. Jika tidak makan kita bisa kelaparan dan akhirnya terkena maag. Itulah sebuah kebutuhan. Tetangga kelaparan kita hanya bisa diam dan parahnya makan secara diam-diam agar tetangga tak mendengar ada makanan di rumahnya. Astaghfirullah. Berbicara lebih jauh, mari kita lihat anak-anak yang genjrang-genjreng di seputaran tol, menyebar juga penjual Koran, bahkan anak yang hanya menyodorkan tangan untuk meminta, apa yang kita bisa lakukan? Paling juga hanya memberi seribu rupiah lalu pergi dan tak ingat lagi? Bahkan ada yang cuek dan memarahi mereka. Apakah itu menyelesaikan masalah?
Belum lagi kasus Negara, Kasus Bibit, Chandra, dkk, Antasari-azhar. Apa yang sebenarnya terjadi di negeriku? Ya Allah, tanamkan pada diriku dan saudara(i)ku tekad yang kuat hingga laku yang membangun dan mengembalikan negeriku yang damai. Bila banyak kesalahan yang telah tercipta, biarkan teguran-teguran itu menjadikan kami bertobat. Biarkan hati ini mudah terbuka menerima kebenaranmu, wahai Rabb. Allahumma Amin

Sahabat, duniaku kini tiada cahaya
Hilang entah ke mana
Ketika yang kulalui penuh duri
Bilakah segalanya akan berakhir?
Kedamaian kan muncul kembali
Mengapa tangisan itu masih terdengar lagi?
Ada dia tiada siapa peduli
Sahabatku, bersabarlah dengan ujian tuhan
Kepahitan yang kau lalui pasti berakhir
Kedamaian kan muncul kembali
Mengapa tangisan itu masih terdengar lagi?
Ada dia tiada siapa peduli
Di mana nilai kemanusiaan sebagai hamba tuhan
Hadirlah kedamaian kami memerlukan
Di bumi yang penuh desa
Tumbuh pohon yang subur
(Brother: Kedamaian)


Ketika Tuhan berkata "TIDAK"
(from a source)

" Sebuah Renungan yang sangat INDAH "
Ya Tuhan ambillah kesombonganku dariku.Tuhan berkata, "Tidak. Bukan Aku yang mengambil, tapi kau yang harus menyerahkannya."
Ya Tuhan sempurnakanlah kekurangan anakku yang cacat.
Tuhan berkata, "Tidak. Jiwanya telah sempurna, tubuhnya hanyalah sementara."
Ya Tuhan beri aku kesabaran.Tuhan berkata, "Tidak. Kesabaran didapat dari ketabahan dalam menghadapi cobaan; tidak diberikan, kau harus meraihnya sendiri."
Ya Tuhan beri aku kebahagiaan.Tuhan berkata, "Tidak. Kuberi keberkahan, kebahagiaan tergantung kepadamu sendiri."
Ya Tuhan jauhkan aku dari kesusahan.Tuhan berkata, "Tidak. Penderitaan menjauhkanmu dari jerat duniawi dan mendekatkanmu pada Ku."
Ya Tuhan beri aku segala hal yang menjadikan hidup ini nikmat.
Tuhan berkata, "Tidak. Aku beri kau kehidupan supaya kau menikmati segala hal."
Ya Tuhan bantu aku MENCINTAI orang lain, sebesar cintaMu padaku.
Tuhan berkata... "Ahhhh, akhirnya kau mengerti !"
"There's a time and place for everything, for everyone.
God works in a mysterious way."

November 13th , 2009/12:17 pm
In my sweet room
Jangan biarkan aku mengerti terlalu dalam akan kejanggalan diriku saat ini
It’s so difficult to me to receive the judgment
Biarkan kujalani apa yang menurutku terbaik saat ini
Dan aku sedikitpun tak ingin melanggar aturan mainnya
Maka ketika aku mulai bengkok, kumohon luruskan aku kembali seperti semula
Ihdinashirothol mustaqim. Amin

Selasa, 29 September 2009

Sizta, Tahukah kau….??? (Rhyzna_Ngel Courtesy)

Metamorphosiscinta. Tersisakah kesombongan akan makna kecantikan setelah mengetahui betapa indah dan rupawannya sarah dan khadijah… Tersisakah makna kesabaran dan kesetiaan setelah mengetahui begitu sabar dan tabahnya siti hajar melakoni hidup bersama putranya Ismail AS yang ditinggalkan Ibrahim As ditengah padang pasir yang tandus. Tersisakah makna keluhuran budi pekerti setelah kemuliaan akhlak Fatimah Az Zahra, apalah yang tersisa dari makna kesempurnaan seorang wanita setelah semuanya terkumpul pada Aisyah binti Abu Bakar. Yang ilmunya melebihi ilmu dari seluruh wanita yan ada dibumi… yang wajah nya bisa menenangkan hati Rasulullah…yang kesuciannya diumumkan oleh Sang Khaliq melalui ayat Al-Qur’an… Apalah lagi yang tersisa dari sekedar penderitaan ketika mengetahui Siti Maryam yang mampu mendidik Isa As di tengah-tengah cemoohan dan cacian masyarakat. Atau seperti Siti Khadijah R.ha, Aisyah R.ha, sayyidina Fathimah R.ha yang membesarkan anak-anaknya di tengah-tengah kemiskinan. Pun ketika Siti Asiyah(istri Fir’aun)yang dapat memupuk keimanan Musa AS di dalam istana yang penuh dengan kedurhakaan dan kekufuran. Apalagi sebenarnya yang tersisa dari makna pengorbanan setelah masyithoh mampu memantapkan hati anak-anaknya walaupun harus menghadapi air yang mendidih demi sebuah kebenaran.

Degg, nafasku pun tertahan menulis kata-kata ini.. Teringat bahwa terkadang begitu angkuhnya kita akan pujian paras yang tak secantik Sarah dan Khadijah, sombongnya kita akan kebisaan yang hanya secuil, bangganya kita akan kecerdasan yan tak seberapa, bahkan terhanyutnya kita dalam mencari ‘sebuah nama’. Betapa kadang kita tak sabar karena harus menelan butir-butir pahitnya hidup. Astaghfirullah, barulah kusadar, kita bukan siapa-siapa saudariku. Manalah pantas bersanding dengan abdi Allah yang maha taat jika kita pun tak seluhur ‘wanita-wanita wonder woman itu’.

Intro: Sizta, we are nothing

Allahpun berpesan…
Ketika AKU menciptakan langit dan bumi, AKU berfirman dan jadilah.Ketika AKU menciptakan pria, AKU membentuknya dan meniupkan nafas ke lubang hidungnya.
Tetapi engkau, wanita, AKU menghiasmu setelah aku meniupkan nafas kehidupan ke pria karena lubang hidungmu terlalu lembut. AKU membiarkan pria tertidur dengan nyenyak sehingga AKU dapat dengan sabar dan sempurna membentuk engkau.Pria AKU buat tertidur supaya dia tidak dapat mencampuri.
Dari satu tulang, AKU menghiasmu. AKU memilih tulang yang melindungi pria. AKU memilih tulang rusuk, yang melindungi jantung dan paru-paru juga mendukungnya, sebagaimana yang harus kamu lakukan. Dari satu tulang ini, AKU membentukmu dengan sempurna dan cantik.
Sifatmu adalah tulang rusuk, kuat tetapi lembut dan mudah patah. Engkau menyediakan perlindungan untuk organ paling lembut dari pria yaitu hati atau jantungnya. Jantungnya adalah pusat dari kehidupannya, paru-paru menggenggam nafas kehidupan. Tulang rusuk akan membiarkan dirinya patah sebelum ia mengijinkan kerusakan terjadi pada jantung. Dukunglah pria sebagaimana tulang rusuk melindungi tubuhnya.
Engkau tidak diambil dari kakinya untuk menjadi alasnya, tidak juga diambil dari kepalanya untuk menjadi atasannya. Engkau diambil dari sisinya, untuk berdiri disebelahnya dan dipeluk dengan erat.
Engkau adalah malaikat-KU yang sempurna. Engkau adalah gadis kecilku yang cantik. Engkau telah tumbuh menjadi wanita yang sempurna, dan mata-KU terpuaskan ketika aku melihat hatimu. Matamu...jangan mengubahnya. Bibirmu sangat cantik ketika mengucapkan doa. Hidungmu sangat sempurna dalam bentuk. Tanganmu sangat lembut untuk disentuh. AKU telah memberi perhatian pada wajahmu saat engkau tertidur. AKU menggengam hatimu dekat dengan hati-KU.
Dari semua yang hidup dan bernafas, engkau adalah yang paling mirip dengan AKU. ADAM berjalan bersamaku dihari dingin dan dia kesepian. Dia tidak dapat melihat ataupun menyentuh-KU. Dia hanya dapat merasakan-KU. Jadi semua yang AKU ingin Adam berbagi denganku, AKU membentuknya didalam kamu. Kekuatan-KU, kemurnian-KU, cinta-KU, perlindungan-KU dan dukungan-KU. Engkau adalah istimewa, karena engkau adalah perpanjangan tangan-KU.
Pria melambangkan citra-KU, sedangkan wanita melambangkan perasaan-KU. Bersama-sama kalian melambangkan TUHAN yang sejati. Jadi pria, perlakukanlah wanita dengan baik, cintailah ia, hormatilah ia karena ia lembut. Menyakitinya, berarti engkau menyakiti-KU. Apa yang engkau lakukan kepadanya, engkau melakukan-nya kepada-KU.
Wanita, dukunglah pria. Dalam kesederhanaan, tunjukkan kepadanya kekuatan perasaan yang telah AKU berikan kepadamu. Dalam kesunyian, tunjukkan kekuatanmu. Dalam cinta, tunjukkan kepadanya bahwa engkau adalah tulang rusuknya yang melindungi tubuhnya.

Closing: Karena ku cinta kau, sizta…!

Sizta, karena kucinta kau, biarkanku menyentuh dan menyapamu,”Apa kabar hari ini?”. Karena kucinta kau, biarkanku terus memegang erat tanganmu sembari berkata,”Sedang apa hari ini?”. Karena kucinta kau sizta, biarkan kututup lenganmu yang kuning langsat dengan jaketku dan pakailah kain tak berbelah ini agar tak susah kau menarik celanamu yang ketat itu. Karena kucinta kau wahai saudariku, biarkan kusingkai rambutmu lalu berbisik, “Kau tampak cantik dengan rambutmu yang halus dan wangi, namun kau lebih cantik andai kau tutup dengan jilbabmu”. Sizta, biarkan kudekap tubuhmu erat dan kunyatakan walau tak dideklarasikan, betapa kucinta kau karena Allah. Biarkan kumengenalmu hingga Allah memisahkan kita sementara dan mempertemukan kita kembali di syurga yang kekal. Sizta, jangan lepaskan pelukanku hingga kubisikkan bahwa syurga Allah itu teramat manis untuk kau gantikan dengan kenikmatan dunia.
Nb: Makasih banget buat yang udah ngelayangin pesan singkat ini ke handphoneku:
“Perjalanan hidup dari waktu ke waktu adalah perjalanan membuka tabir rahasia. Mungkin kita ga semulia Khadijah, ga setaqwa Aisyah, dan ga setabah Fatimah. Tapi kita hanyalah segumpal daging dan darah berbentuk wanita yang di dalamnya ada kelembutan dan kasih sayang, yang di dalam hatinya punya cita-cita tuk jadi sholehah. Kehidupan mengajarkan kita akan arti kewajiban. Kita cuma sebuah tulang yang bengkok tapi punya niat juga usaha perlahan tuk meluruskannya. Kehidupan menyadarkan kita akan adanya iman dan taqwa serta mengajarkan tuk meniti sabar dan ridho.”
Semoga Allah melindungi hati-hati kita dari sifat takabbur, dengki, ataupun dendam. Biarkan hati ini dihiasi dengan indahnya taqwa agar kekal senyum dan tawa kita. Agar hanya tangis di di dunia yang mengantarkan kita pada syurga-Nya kelak. Amin. Sekali lagi, kucinta kau karena Allah, sizta!!!

Minggu, 27 September 2009

Serba-Serbi Cinta (Rhyzna_Ngel Courtesy)


Intro: Aku sakit butuh obat…!
Metamorphosiscinta. Hemm, kata orang kalau lagi sakit,cepet minum obat sebelum tambah parah. Sekarang aku lagi sakit, segeralah berikan aku resep yang ampuh. Sakitku ini nggak bisa disembuhkan dengan resep dokter karena ia bukan sakit biasa. Sakit yang kuderita lebih parah daripada H5N1, kalau sedang kecanduan tak bisa disembuhkan dengan psikotropika sekalipun. Sakitku lebih mengenaskan dari virus HIV, karena ia menyerang seluruh sendi akal sehat bila sedang di puncak. Yang dimainkan bukan lagi tuts piano ataupun dawai gitar, tapi sakitku menyerang hatiku jika tak segera kukontrol. Tahukah kau sobat aku terinfeksi virus apa? Itulah si virus merah jambu atau lebih keren disingkat VMJ. Ya, kita saat ini sedang berbicara tentang cinta. Yah satu kata yang telah mengukir kisah Laila dan Majnun. Satu kata yang membuat terciptanya berlembar-lembar syair indah nan menawan. Satu kata yang membuat sekian juta orang tertawa dan menangis. Satu kata yang bila disebut takkan habis cerita untuk dikisahkan. Sayangnya banyak yang telah salah mengartikan makna cinta. Banyak pemuda rela bunuh diri atas nama cinta. Astaghfirullah!

WARNING!!!
Beberapa kali kuharus menelan ludah karena harus menyaksikan dan mendengar sendiri tingkah polah sang ‘pecinta’. Kesekian kalinya hampir muntah kudibuatnya karena mendengar kata seperti ini, “Aku cuma mau bilang aku suka kamu sudah lama”, “aku nge-fans banget sama kamu”, “Aku sayang, cinta banget sama kamu!” Huhh, sabar coy, aku nggak nyiapin plastik nih. Tapi yang begitu udah biasa, ada lagi nih yang lebih parah bin mematikan. Nggak pacaran tapi terjebak dalam ‘romantika Rumah tangga belum saatnya’. Simak contohnya melalui bocoran sms ini:

Ilustrasi oknum:
Co: Masih berburu ilmu calon ust
Ce: berjilbab rapi dan mulai rapat

Co :“Tungguin aku ya, aku masih belanja nih!”
Ce : “Mank kamu di mana?”
Co : “Kan katanya si kecil nangis, lagi butuh susu!”
Ce : “Kenapa mesti ditungguin?
Co : “Loh Istriku, ntar sapa yang bukain pintu?”
Ce : “Yee, kapan ijab qabulnya sih? lelah deh!”

Atau yang seperti ini
Co : “Eh, buatin aku sayur dong?”
Ce : “Yee, enak aja, emang aku istrimu?”
Co : “Eh sorry, biz istriku lagi ngambek sih!”
Ce : “Sapa istrimu? Kok nggak dikenalin sama aku?”
Co : “Nih yang lagi baca sms!”
Ce : (senyam-senyum sendiri)

Gilee, lebih parah kan? Memang bener cuma canda, tapi kalau lama-lama bisa beneran masuk ke hati lho. Lama-lama bakal janjian dah tu buat nikah. Coba deh buka artikel bulan Agustus edisi “Warning: Obral Janji, No way!” buat tahu resikonya janji nikah.
Lalu pertanyaannya,“Apa yang bisa kulakukan? Tentu ada, saat ini seperti yang pernah kutuliskan dalam salam redaksi sebuah majalah kampus,”Menulis berarti bergerak, merubah, menggertak, dan berontak. Saat ini aku sedang Berontak. Berontak akan adanya penyebarluasan VMJ. Menggertak sms-sms nakal yang mungkin saja aku yang mengetiknya. Astaghfirullah, biarlah tulisan ini menjadi peringatan bagiku agar tak main-main dengan sesuatu yang belum ada kepastiannya. Biarlah ia menjadi pelajaran juga untukmu.

Manajemen cinta versi metamorphosiscinta: I just Repeat…!
Sesungguhnya cinta itu tidak membebani
Tidak pula menyiksa
Seseorang yang mencintai tidak akan membiarkan yang dicintai terluka
Apalagi membuatnya terbebani hingga menangis pilu karena cinta
Sesungguhnya orang yang mencintai tidak akan membiarkan ibadah yang dicintai terganggu karena terpikir oleh beban rasa
Tidak pula ingin merusak hatinya
Percayalah dengan ketetapan Allah
Karena Allah telah mengatur segalanya…
Menyatakan cinta ataupun gombal-gombal nggak jelas sebenarnya cuma ngebuat satu sama lain terbebani. Bener aja orang yang sedang mabuk kepayang dengan cinta mengalami sakit yang amat parah. Gimana nggak parah? VMJ bisa meluluhlantahkan si panglima hati. Gimana nggak kecanduan, kalau kenyataannya tiap hari sms dan telpon selalu dinantikan. Gimana nggak mengenaskan, virus ini bisa menjalar hingga membuat lupa akan kewajiban. Boro-boro pengen konsen sholat, tilawah, dan dzikir, makan aja nggak tenang karena nungguin sms yang nggak jelas.
1. Cinta nggak ada logika?
Kata siapa cinta nggak ada logika? Bohong besar kalau tiba-toba jatuh cinta, kita nggak bisa ngelak. Jadi teringat kata-kata salah satu magician The Master,”Sebenarnya perasaan itu kamu sendiri yang mendalaminya hingga kamu masuk ke dalam jurang perasaanmu sendiri.” Coba aja kalo kamu nggak terus mikirin dan ngedalemin apa yang kamu rasain, ya STOP deh otak kamu buat mikirinnya, Cinta nggak pernah menyerang tiba-tiba tanpa ada persetujuan antara hati dan pikiran.
2. Pilih cinta yang mana?
Adegan cinta 1:
Karena perenungannya akan dalamnya cintanya pada si A, dan banyak yang ingin meraih cinta sang pujaan, iapun membulatkan tekad untuk menyatakan cintanya dengan segera. Persiapanpun telah matang, tapi apa yang kemudian ia dapatkan? Penolakan! Karena ternyata ada yang telah mendahuluinya untuk mengungkapkan perasaannya. Hidupnya pun menjadi tak bergairah. Tak ada semangat yang tampak darinya. Sedangkan si A tertawa riang dengan kekasihnya.
Adegan cinta 2:
Karena perenungannya yang dalam akan nikmat yang ia terima, iapun segera memutuskan untuk mencintai yang menciptakan segalanya untuknya, sang khalik. Ketika sedang payah, iapun segera mengambil sajadah di balik kamarnya yang sempit. Ia adukan semua masalahnya, dan tenanglah jiwanya. Ia merasakan sang Kekasih begitu mencintainya walaupun banyak yang mesti Ia urus, Ia tak pernah lupa akan kebutuhan yang bersangkutan.
Katakan padaku kau pilih yang mana? Sang pujaan hati yang tak memberikan solusi ketika sedang payah atau Allah yang maha menerima segala keluh kesah hamba-Nya. Tak ada tandingannya kenikmatan yang diberikan Allah kepada kita yang telah menciptakan dunia beserta isinya, mengajarkan manusia untuk berbicara, sedangkan hewan dibiarkan dengan bahasanya sendiri hingga tak ada pertengkaran antara semut yang kecil dan manusia yang raksasa. Menumbuhkan berbagai macam tumbuhan, hingga manusia dapat merasakan kesejukan, Mengatur benda-benda langit hingga berputar secara teratur. Lalu ketika berbuat salah, Dia memperingatkanmu dan akan berlari mengejarmu bila kau coba merangkak ke hadapan-Nya. Ia telah sediakan surga yang airnya mengalir dan tak membuat haus selamanya hanya untuk hamba-Nya, lalu nikmat mana yang kau dustakan? Ia mencintaimu walau kau jarang mengingat apalagi bersyukur pada-NYa?

3. Pacaran abiz nikah itu indah
Jangan pernah takut coy nggak dapat pasangan hidup. Walau nggak di dunia, pasti Alla sudah menyediakannya di zamanMasa’ masih pacaran? Ah cemen, cuma nambah dosa ah. Nonton infotainment ga? Itu lho tentang pernikahan Hanung sama Sazkia. Katanya si Hanung,”Pacaran abiz nikah itu indah, yang tadinya kita cemas nggak berani pegang-pegang, setelah menikah semuanya bisa dilakuin.”
Emang bener tuh katanya Mas Hanung, Allah maha tahu akan kebutuhan manusia. Dia telah mengatur segalanya bahkan kebutuhan cintapun telah diatur dengan seksama oleh-Nya.
Nggak bisa neng? Kalau kena syndrome cinta, ya cinta aja!
Eitt, coy.. coy, udah dibilang cinta nggak mungkin tiba-tiba jatuh dari langit. Kamu cuma tinggal menata aja kok, biar semua berakhir dengan indah. Yakinlah, Allah punya rencana yang indah untuk semua urusan manusia di dunia. Kalau saat ini masih jomblo atau bujangan, mungkin Allah lagi ngasih kamu kebebasan buat ngelakuin hal positif yang kamu bisa sebelum ada yang bakal ngelarang kamu. Nggak asik juga kan masih bujangan, eh si pacar ngelarang ini dan itu. Padahal ada banyak kewajiban yang masih menantimu dan menuntut jiwa mudamu seperti kata Hasan al-banna, “sesungguhnya banyak kewajiban kalian, besar tanggung jawab kalian, semakin berlipat hak-hak umat yang harus kalian tunaikan, dan semakin berat amanat yang terpikul di pundak kalian.”
Ingat coy, sesungguhnya waktu yang kita punya nggak lebih banyak dari tugas-tugas yang udah menanti.

4. Lebih nge’trend daripada sekedar pacaran
Udah nonton film ayat-ayat cinta atau KCB kan? Yang nge-trend N bisa ditiru itu gaya kenalan pra-nikahnya Mereka nggak pacaran kan? Cuma pake acara ta’aruf. Tau nggak ta’aruf itu gimana? Belum tahu? Tenang coy, kulampirkan potongan artikel yang ada di Bunga Rampai 5 ini dengan maksud berbagi. (semoga nggak dianggap lancang dan sobat nggak mikir macam-macam ya karena aku udah baca nih artikel, kan tulisan ini juga sarana berbagi karena banyak yang masih bertanya-tanya tentang gimana sih ta’aruf itu).
Pertama, ta'aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta'arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta'aruf, yang Insya Allah niatnya untuk menikah Lillahi Ta'ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.

Kedua, ta'aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyakit tertentu, enggak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji, orang tua si calon). Jadi si calon enggak bisa ngaku-ngaku dirinya baik. Ini berbeda dengan orang pacaran yang biasanya semu dan penuh kepura-puraan. Yang perempuan akan dandan habis-habisan dan malu-malu (sampai makan pun jadi sedikit gara-gara takut dibilang rakus). Yang laki-laki biarpun lagi bokek tetap berlagak kaya traktir ini itu (padahal dapet duit dari minjem temen atau hasil ngerengek ke ortu tuh).

Ketiga, dengan ta'aruf kita bisa berusaha mengenal calon dan mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Hal ini bisa terjadi karena kedua belah pihak telah siap menikah dan siap membuka diri baik kelebihan maupun kekurangan. Ini kan penghematan waktu yang besar. Coba bandingkan dengan orang pacaran yang sudah lama pacarannya sering tetap merasa belum bisa mengenal pasangannya. Bukankah sia-sia belaka?

Keempat, melalui ta'aruf kita boleh mengajukan kriteria calon yang kita inginkan. Kalau ada hal-hal yang cocok Alhamdulillah tapi kalau ada yang kurang sreg bisa dipertimbangan dengan memakai hati dan pikiran yang sehat. Keputusan akhir pun tetap berdasarkan dialog dengan Allah melalui sholat istikharah. Berbeda dengan orang yang mabuk cinta dan pacaran. Kadang hal buruk pada pacarnya, misalnya pacarnya suka memukul, suka mabuk, tapi tetap bisa menerima padahal hati kecilnya tidak menyukainya. Tapi karena cinta (atau sebenarnya nafsu) terpaksa menerimanya.

Kelima, kalau memang ada kecocokan, biasanya jangka waktu ta'aruf ke khitbah (lamaran) dan ke akad nikah tidak terlalu lama. Ini bisa menghindarkan kita dari berbagai macam zina termasuk zina hati. Selain itu tidak ada perasaan "digantung" pada pihak perempuan. Karena semuanya sudah jelas tujuannya adalah untuk memenuhi sunah Rasulullah yaitu menikah.

Keenam, dalam ta'aruf tetap dijaga adab berhubungan antara laki-laki dan perempuan. Biasanya ada pihak ketiga yang memperkenalkan. Jadi kemungkinan berkhalwat (berdua-duaan) kecil yang artinya kita terhindar dari zina.


NB: maafin aku kalau masih banyak kekurangan. Walau hanya bermodalkan membaca sedikit referensi artikel, semoga tak mengurangi tujuannya. Gunakan waktu penantianmu dengan jalan yang di ridhoi Allah. Subhanaka allahumma wa bihamdika Asyhadu anlaa Ilaaha Illa anta astagfiruka wa atubu ilaika.


23 September 09
03 syawal 1430 H
Terselesaikan 01:44 Wita di kamar diiringi instrument harfa
Kutulis hanya untuk menjadi perisai diriku sendiri juga untukmu yang telah membaca artikel ini

Minggu, 06 September 2009

Romantic: Nyanyian Berjuta Rasanya (Rhyzna_Ngel Courtesy)


Metamorphosiscinta. Fyuhh, baru kali ini gue denger nyanyian merdu banget. Sampe-sampe gue pengen teriak sangking ngefansnya sama nih lagu. Lagunya punya sejuta ekspresi. “wuihh keren gila nih lagu!” Terkadang kudengar dia sedang merayu. Suaranya mendayu-dayu lembut hingga hatiku bergetar ingin bertemu kasihku. Tak jarang kudengar ia sedang memuji hingga wajahku pun memerah karena kurasakan getar cintakupun begitu menyala-nyala untuk yang terkasih. Nyanyian itu tiba-tiba memelas. Mengharap yang terkasih mau memberikan sedikit belas kasihnya. Tak lama nyanyian itu seakan-akan sedang mengeluh. Diapun berkeluh kesah di hadapan kasihnya. Ia meminta perlindungan anti karat agar cintanya tak usang dimakan waktu. Begitu syahdu nyanyian itu hingga aku tak berani bergerak sedikitpun. Ia telah menyihirku hingga akupun masuk ke dalam dimensi keteguhan cinta. Nyanyian itu telah membuatku tak ingin berpaling darinya. Eiit tapi tunggu, kali ini ia menggertak. Ia membuatku takut akan deritaku suatu hari nanti jika aku tak menuruti keinginan yang terkasih. Tergambar kegeraman dari suara dan liriknya. Sungguh, benar-benar menunjukkan kekesalan dan kemarahan. Namun mengejutkan bagiku nyanyian itu tiba-tiba malam ini ia seperti merintih hingga membuatku nyaris terkapar mengikuti kesakitannya. Nyanyian itu telah benar-benar menyayat hatiku karena kali ini vocalis begitu lesu mengumandangkannya. Tak ada lagi hiruk pikuk penonton yang meriah untuk menyambutnya. Apakah itu pertanda keletihan dalam bernyanyi? Ah, aku nggak mau kehilangan nyanyian itu. Karena kuyakin nyanyian itu tidak diada-ada. Seperti lagu Joy,”Semua karena cinta,”nyanyian inipun tercipta karena cinta. Cinta yang takkan terpisahkan karena begitu murni dan dalam. Cinta itu begitu nyata untuk semua ciptaan-Nya. Temukan dahsyatnya nyanyian ini dalam syahdunya adzan dan damainya shalatmu. Gue berani jamin nggak ada yang lebih indah suaranya selain mengumandangkan adzan dan ayat-ayat Allah. Subhanallah. Maha suci Allah yang telah mengizinkan kita mengumandangkan ayat-ayat-Nya.

(Tarawihku yang tak terlupakan. 17 Ramadhan 1430 Hijriah. 00:32 Wita. Di kamar Bersama nyanyian cinta sang vokalis pengagum Rabbnya)

Rabu, 02 September 2009

BENUA ATLANTIS YG HILANG ITU BERNAMA... INDONESIA! Oleh : Aulia Agus Iswar

Pren, pada pernah denger cerita ttg Atlantis khan? Itu tuh, yang katanya negeri besar yang sangat megah dan jaya. Jadul (jaman dulu) Atlantis itu menjadi pusat peradaban dunia, tepatnya puluhan ribu tahun yang lalu. Walaah, kita masih di alam arwah, belum lahir ya, kepikiran aja belum kali. Kata Plato (427 - 347 SM) puluhan ribu tahun yang lalu itu gunung berapi meletus bareng-bareng, menimbulkan gempa, es mencair, dan banjir gede. Akibatnya nih, sebagian permukaan bumi tenggelam alias hilang. Nah, salah satu yang hilang itu adalah Negeri, lebih tepatnya, Benua Atlantis. Yap, mangkanye nih kita sering denger "Atlantis yang Hilang".
Tapi tau ga, Pren? Sekarang Benua Atlantis itu dah ketemu, maksudnya dah diketemuin. Mana? Koq ga keliatan? Ya Allah, segede gini ga keliatan? Nih, simak hasil penelitian Aryso Santos (2005). Menurut dia Benua Atlantis itu ternyata adalah bumi yang sekarang kita injak-injak, ih..kasar banget sich, maksudnya bumi yang kita menginjakkan kaki di atasnya ini. Ah, yang bener nih? Gimana caranya coba? Jadi Mas Santos ini ngebandingin 33 hal (termasuk luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara bertani) antara kondisi fisik Benua Atlantis sama kondisi fisik Indonesia sekarang. Ternyata sama tuh. Luas wilayah Atlantis jadul terbentang dari Selatan India, terus Sabang sampe Merauke (kayak lagu aja..). Ribuan pulau di Indonesia sekarang, jadul-nya menyatu. Mungkin karena penghuninya telah lupa padaNya, bergelimang dosa dan berhura-hura, azab Allah pun turun. Dan terjadilah bencana besar itu, gunung berapi meletus bareng-bareng. Dahsyat, Maan! Sebagian daratan tenggelam dan jadi lautan. Sebagiannya lagi bakal jadi pulau-pulau kayak sekarang.
Nah, Pren. Coba renungin nih! Indonesia katanya sarang koruptor, sarang teroris, tukang bikin dosa (di mana mangkalnya ya?), terbelakang, utangnya bejibun, makannya banyak, males, ngantukan, telatan, tukang nyontek; waduh! Bener ga sich? Emang bener sich, tapi moga-moga yang ngebaca nih tulisan ga kayak gitu yak. Itu kondisi sekarang. Tapi jadul Indonesia, yang kata Mas Santos tadi adalah Atlantis, pernah menjadi pusat peradaban dunia, Cing! Berarti nih Indonesia jadul dihuni oleh orang-orang yang hebat dan maju. So, para sesepuh kita keren-keren donk?
Jadi sekarang gimana, Pren? Bangga donk kita kalo gitu. Tapi apa cukup bangga doank? Nggak khan? So, kita kudu berubah (saatnya berubah!). Kita kudu semangat, disiplin, kerja keras, belajar yang banyak, ta'at beribadah, jauhi perbuatan dosa. Intinya kita harus menjadi mu'min yang sejati gituu.. Spiritnya donk spiriiittt! Biar kejayaan Atlantis terulang kembali di Indonesia ini. Dan yang lebih penting lagi, karena jumlah muslim terbesar dunia ada di sini, peradaban muslim Indonesia bakalan maju dan jaya.
OK, Pren. Jadul aja bisa, kenapa sekarang enggak!? Tul khan? (a2i)
TAHUKAH KAMU?
Jalannya (Pergeseran) Benua
Allah Berfirman : "Dan apakah kamu kira gunung-gunung itu diam di tempat? Padahal gunung-gunung itu berjalan seperti jalannya awan..." (Q.S. an Naml : 88).
Gunung-gunung itu menempel di bumi, dalam hal ini benua. Jadi, benua pun berjalan atau bergeser. Ini kata Allah. Gimana kata ilmuwan? Sudah dibuktikan secara ilmiah, lempeng benua itu berjalan (bergeser) tiap tahun sejauh 10-15 cm. Klop khan? Subhanallah...